Menilai Karakteristik Peminjam Melalui Sistem Credit Scoring

|

|

|

Credit scoring atau skor kredit biasa digunakan oleh perbankan atau perusahaan lembaga keuangan untuk mengevaluasi usah mikro dan kecil dalam mendapatkan kredit. Dengan sistem ini, calon penerima dana dinilai layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman. Amartha menggunakan sistem ini untuk menilai kemampuan (ability) dan kemauan (willingness) membayar mitra usaha.

Berbeda dari skor kredit di perbankan yang menekankan pada riwayat pembayaran (credit history) dengan BI Checking, Amartha mengembangkan sendiri skor kredit dengan melakukan analisa risiko melalui pendekatan psikologis dan kepribadian.

“Kami mengukur bagaimana korelasi kemungkinan kredit macet dengan kepribadian seseorang seperti sikap, niat baik, dan kepercayaan diri penerima dana,” jelas Andi Taufan, CEO Amartha.

Hal ini dilakukan karena mitra usaha Amartha merupakan masyarakat pedesaan yang tidak mempunyai akses dalam perbankan (unbanked people). Melalui sistem ini, Amartha ingin memberikan kemudahan untuk akses pendanaan yang ringan (mulai dari Rp 3 Juta), tanpa adanya penjaminan (collateral).

“Saat ini, mayoritas analisa kelayakan peminjam dilakukan secara konvensional serta didasari atas kepemilikan jaminan. Selain itu, bank juga membutuhkan laporan keuangan yang memadai untuk melihat performa usaha. Skema ini kami nilai sulit untuk dipenuhi para pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor informal seperti peternak ikan cupang, pedagang nasi uduk, dan beragam pengusaha lainnya yang menjalankan usaha di pasar tradisional,” imbuh Taufan.

Keunggulan dari sistem yang dikembangkan Amartha ini adalah sistem yang dinamis berbasis machine learning (statistic komputasi). Kecepatannya dalam proses loan origination atau pemprosesan aplikasi untuk menghasilkan simulasi jumlah plafon, rate, dan jangka waktu yang optimal untuk setiap calon peminjam. Amartha menggunakan sistem ini sebagai bentuk mitigasi risiko terbaik.

Amartha telah memiliki pengalaman dalam melayani segmen ultra mikro sejak 2010. Pada 2016, Amartha bertransformasi menjadi perusahaan tekfin micro lending yang menghubungkan peminjam dengan pendana melalui marketplace. Hingga saat ini, Amartha telah melayani lebih dari 104.000 mitra usaha  dengan total dana disalurkan lebih dari Rp 406 Milyar dan pembayaran tepat waktu 99,84% (Mei 2018). Nilai pembayaran tepat waktu yang dimaksud sesuai dengan definisi OJK, yakni pembayaran lancar (tidak ada keterlambatan lebih dari 30 hari/ 1 bulan).

Melalui informasi yang disampaikan secara transparan pada platform amartha.com, Amartha ingin calon pendana mendapatkan informasi yang mereka butuhkan sebelum mengambil keputusan dalam melakukan pendanaan.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Tambah Marak, Ini Cara Laporkan Fintech Pinjaman Online Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI), Tongam L Tobing menyatakan menghentikan 3.056 fintech pinjaman online ilegal. Hingga kini tercatat...