Mengenal Sorgum, Tanaman Pengganti Gandum asal Afrika

0
461
Ilustrasi Sorgum. sumber: www.freepik.com
Ilustrasi Sorgum. sumber: www.freepik.com

Tahukah kamu, perang antara Ukraina dan Rusia berdampak bagi produksi mie instan? Tepatnya berdampak pada impor gandum, yang jadi bahan pembuatan mie instan. Maka dari itu, pemerintah berupaya mengganti bahan gandum dengan sorgum.

Tanaman yang berasal dari Afrika ini digadang bisa menggantikan gandum, sebagai bahan dasar pembuatan mie instan. Harapannya, impor gandum dapat ditekan, dan harga dari mie instan juga tidak melonjak tinggi.

Mengenal Lebih Tentang Sorgum

Sebenarnya bahan pangan dengan nama latin sorghum ini bukan tanaman baru di Indonesia. Bahkan tanaman ini memiliki nama lain. Misalnya saja cantel, gandrung hingga jagomutri. Tanaman yang satu ini bisa ditemukan di Madura hingga Nusa Tenggara.

Bahan pangan yang satu ini berbentuk biji-bijian. Sorgum bisa tumbuh di negara tropis seperti negara asalnya. Termasuk di sebagian wilayah Indonesia. 

Tanaman ini bisa tumbuh hingga memiliki tinggi enam meter. Bentuknya seperti lapisan lilin dengan akar serabut. 

Bisa dibilang, menanam sorghum ini tidaklah merepotkan. Sebab, perawatannya tidak perlu sering memberikan pupuk. Kemudian tidak membutuhkan banyak air, dan tahan terserang hama.

Kilasan Sejarah

Sorgum di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu. Pada 1950 silam, biji-bijian ini ditanam pada lahan kering atau biasa disebut tegalan. Musim tanamnya adalah saat kemarau, yakni pada bulan Juli-Oktober. 

Pada 1970, tanaman ini bahkan menjadi alternatif pengganti beras. Sebab, saat itu pasokan beras belum mencukupi. Setelah cukup, barulah tanaman ini mulai ditinggalkan.

Bahkan pada 1980 an silam, tidak banyak orang yang mau membelinya. Sehingga petani pun harus berpikir ulang jika mau menanamnya. Hasilnya pada 1990an, pasar dari tanaman ini bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

Kandungan Sorghum

Bahan pangan ini bisa menjadi alternatif makanan pokok sehari-hari. Apalagi jika kamu ingin melakukan diet sehat. Maka bisa mengonsumsi sorgum yang kaya akan serat. 

Berikut kandungan dari sorghum setiap 100 gram:

Energi: 366 kalori 

Protein: 11 gram 

Karbohidrat: 73 gram 

Lemak: 3,3 gram 

Serat: 1,2 gram 

Fosfor: 287 milligram 

Kalium: 249 milligram

Zat besi: 4,4 milligram 

Niacin: 2,8 milligram 

Vitamin B2 (riboflavin): 0,14 milligram 

Vitamin B1 (tiamin): 0,09 milligram 

Manfaat Tanaman Sorghum 

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari tanaman pengganti gandum ini. Di antaranya:

1.Baik untuk Metabolisme Tubuh

Tanaman ini mengandung vitamin B yang bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Selain itu, juga baik untuk sel saraf, rambut hingga kulit.

2. Tinggi Serat

Tanaman sorgum memiliki kandungan serat tinggi. Sehingga baik untuk melancarkan pencernaan. Maka dari itu, cocok untuk kamu yang sedang menjalani program diet.

3. Memiliki Efek Antikanker

Biji-bijian dari Afrika tersebut memiliki senyawa bernama tanin. Fungsinya untuk menghambat kanker payudara. Selain itu, juga merusak sel kanker pada manusia.

4. Gluten Free

Gluten yang ada pada gandum, bisa memicu munculnya penyakit celiac. Sehingga, kamu bisa menggantinya dengan sorghum. 

5. Antioksidan

Kandungan antioksidan membuat tanaman ini mampu mencegah peradangan. Tentu saja bermanfaat bagi tubuh.

Saat ini Presiden Jokowi mendesak Kementerian Pertanian segera “menggencarkan” kembali penanaman ini. Supaya bisa menggantikan gandum, yang harus impor dari luar negeri. Alhasil saat ini, petani kembali melakukan penanaman terhadap biji ini.Apabila kamu memiliki kemampuan untuk bertani, peluang ini bisa dimanfaatkan untuk menambah tabungan.

Baca Juga: 5 Konglomerat Penguasa Mie Instan di Indonesia

Namun kamu tidak perlu harus menanam sorgum untuk mendapatkan keuntungan. Mulai investasi atau pendanaan mulai dari Rp 100.000 aja, kamu sudah bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun. 

Amartha adalah microfinance marketplace yang membantu para pengusaha mikro untuk mendapatkan akses permodalan. So, yuk bantu mitra Amartha dan UMKM Indonesia untuk lebih sukses!

Setiap pendana dapat memonitor portofolio mitra secara mingguan di aplikasi Amartha. Amartha juga sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here