Home Finance Mengenal Resesi Ekonomi dan Dampaknya Bagi Masyarakat

Mengenal Resesi Ekonomi dan Dampaknya Bagi Masyarakat

|

|

|

Sampai saat ini, vaksin untuk menangkal pandemi virus corona masih belum tersedia. Pandemi yang masih terjadi di dunia ini menyebabkan beberapa negara mengalami penurunan ekonomi berujung resesi. Melansir kompas.com, beberapa negara yang sudah melaporkan terjadi resesi ekonomi ialah Korea Selatan, Jerman, Singapura, Perancis, Italia, hingga Amerika Serikat.

Resesi sendiri menurut National Bureau of Economic Research (NBER) dimaknai sebagai periode jatuhnya seluruh kegiatan ekonomi secara signifikan dan berlangsung selama lebih dari beberapa bulan. 

Jatuhnya ekonomi terlihat dari penurunan produk domestik bruto (PDB) riil, pendapatan riil, lapangan kerja, penjualan grosir maupun eceran, dan juga produksi industri. Namun, PDB riil adalah indikator terpenting dan menjadi bobot penentu apabila resesi terjadi.

Ada banyak faktor yang membuat suatu negara mengalami resesi, berikut 6 diantaranya:

  1. Guncangan ekonomi yang tiba-tiba
    Guncangan ekonomi yang tiba-tiba dapat menimbulkan kerugian finansial yang serius. Hal ini pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada tahun 1970-an di mana OPEC memutus pasokan minyak ke Amerika Serikat tanpa pemberitahuan dan pandemi Corona adalah salah satu bentuk guncangan yang terjadi.
  2. Utang yang berlebihan
    Saat seseorang atau suatu bisnis memiliki utang yang banyak, biaya untuk melunasi utang tersebut dapat bertambah terus hingga mereka berada di titik tidak dapat melunasi utang tersebut.
  3. Gelembung Aset
    Keputusan untuk berinvestasi yang didorong karena emosi tanpa analisa yang baik bisa saja menyebabkan terjadinya kerugian. Meskipun ada kondisi yang di sebut sebagai kegembiraan irasional di mana keadaan saat investor terlalu optimis karena ekonomi yang kuat dan menggembungkan pasar saham atau real estat. Namun, saat gelembung itu meletus dapat menghancurkan pasar dan menyebabkan resesi.
  4. Terlalu banyak inflasi
    Inflasi adalah tren harga yang stabil dan meningkat dari waktu ke waktu. Inflasi bukanlah hal yang buruk, tetapi inflasi yang berlebihan dapat membahayakan suatu negara. Misalnya saja inflasi yang terjadi di Amerika pada tahun 1970-an. Bank sentral berusaha menghentikan inflasi dengan menaikkan suku bunga namun yang terjadi malah resesi.
  5. Terlalu banyak deflasi
    Deflasi adalah tren harga yang turun dari waktu ke waktu yang menyebabkan upah menyusut lalu menekan harga. Deflasi sendiri dapat diatasi oleh Bank Sentral dan Ekonom dengan terbatas. Jepang adalah salah satu negara dengan resesi karena deflasi di hampir sepanjang tahun 1990-an.
  6. Perubahan teknologi
    Penemuan baru dalam bidang teknologi memiliki dampak baik dan buruk. Ia berdampak baik karena dapat meningkatkan produktivitas dan membantu perekonomian dalam jangka panjang dan berdampak buruk dalam jangka pendek karena adanya adaptasi dalam teknologi. Salah satu contoh yang pernah dialami adalah revolusi industri.

Lalu bila suatu negara mengalami resesi, bagaimana dampaknya terhadap masyarakat dan kita?

  1. Daya beli turun
    Penurunan daya beli adalah dampak pertama yang paling dirasakan. Hal ini disebabkan karena beberapa perusahaan terpaksa harus melakukan efisiensi karyawan untuk menghemat biaya operasional. Kemudian masyarakat harus berhemat karena pendapatan yang berkurang.
  2. Sulit cari kerja
    Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei sejak bulan Januari hingga April 2020 dan mendapatkan hasil bahwa jumlah perusahaan yang memasang iklan lowongan kerja menurun drastis. Kepala BPS, Suhariyanto mengutarakan survei tersebut dilakukan pada situs pencarian kerja. Secara rinci, jumlah iklan lowongan kerja di bulan April tahun 2020 hanya mencapai 2.439 lowongan, merosot tajam hingga 78 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret tahun 2020 yang mencapai 11.090 lowongan.
  3. Kemiskinan meningkat
    Sulitnya mendapatkan pendapatan karena banyaknya yang masyarakat yang di PHK dapat berujung pada tingkat kemiskinan yang meningkat. Banyak bisnis yang terpaksa harus gulung tikar juga karena daya beli yang menurun. Lebih dari itu, akan banyak orang kehilangan tempat tinggal karena tidak bisa membayar cicilan atau kontrakan.

Nah itulah yang akan kita hadapi bila negara mengalami resesi. Jadi mulai persiapkan sejak dini diri kita untuk menghadapi situasi resesi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Eri Tri Angginihttp://museumberjalan.id
Lulusan Ilmu Sejarah yang nyasar ke financial services. Kindly check museumberjalan.id untuk dapatkan informasi seputar sejarah & sosial budaya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...