Mengenal Jacinda Ardern, PM Selandia Baru yang Sukses Memerangi Covid-19

0
30
WELLINGTON, NEW ZEALAND - JUNE 08: Prime Minister Jacinda Ardern speaks to media during a post cabinet press conference at Parliament on June 08, 2020 in Wellington, New Zealand. Prime Minister Jacinda Ardern announced that New Zealand will move to COVID-19 Alert Level 1 at midnight on June 8. Alert Level 1 will see people return to work, school, sports events and domestic travel without restrictions. There will also no longer be any restrictions on numbers at mass gatherings. Controls at the borders will remain in place for all people entering New Zealand, including health screening and testing for all arrivals, and mandatory 14-day managed quarantine or isolation. There are no longer any active cases of COVID-19 in New Zealand. (Photo by Hagen Hopkins/Getty Images)

Pandemi virus Covid-19 atau Corona sampai saat ini masih terus melanda berbagai negara di Dunia. Tercatat sudah lebih dari 18 juta penduduk Dunia terinfeksi virus Corona yang penyebarannya dimulai sekitar 7 bulan lalu ini. Meski begitu, ada beberapa negara di Dunia yang terbilang cukup sukses dalam memerangi virus Corona, salah satunya adalah Selandia Baru.

Ketika banyak negara mencatat bertambahnya ribuan kasus baru tentang penduduk terinfeksi virus Corona, Selandia Baru hanya mencatat dua kasus positif pada akhir bulan Juni lalu. Apalagi selama 24 hari sebelumnya, Selandia Baru tidak mencatat satu pun kasus positif Covid-19.

Baca Juga:
Peran Aktif Puskesmas Dalam Menghalau Persebaran Covid-19 di Masyarakat
Perjuangan Ibu-Ibu Mita Amartha Selama Krisis Covid-19

Lantas, apa sih sebenarnya faktor kesuksesan Selandia Baru dalam memerangi virus Covid-19? Jawabannya ada di sosok Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru. Sejak virus Covid-19 mewabah di Selandia Baru pada akhir bulan Februari lalu, Ardern telah berjanji menumpas penyebaran virus dan langkah pembatasan kegiatan yang diterapkan sedini mungkin.

Sejak pria asal Filipina tercatat sebagai orang pertama di luar China yang meninggal akibat virus Covid-19 pada 2 Februari lalu, permerintah Selandia Baru langsung melarang warga asing masuk ke negaranya. Kebijakan pelarangan ini berlaku baik dari maupun melalui China. Selain itu, setiap warga Selandia Baru yang kembali dari China langsung diisolasi selama 14 hari.

Perlu diketahui, kasus positif Covid-19 pertama Selandia Baru berasal dari Iran. Karena itu,  Selandia Baru melarang penerbangan dari dan menuju Iran kala itu ketika virus corona menyebar ke berbagai negara. Pembatasan masuk ke Selandia Baru juga diberlakukan untuk setiap orang yang datang dari Korea Selatan, kawasan utara Italia, atau mereka yang mengalami gejala klinis Covid-19.

Adapun, mulai tanggal 16 Maret, setiap orang, termasuk warga negara mereka , wajib menjalani mengisolasi diri setibanya di Selandia Baru. Hanya pendatang dari negara kepulauan di kawasan Pasifik yang dikecualikan dari ketentuan ini.

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebutkan bahwa regulasi yang diterapkan Selandia Baru ini paling ketat di dunia. Pada akhir bulan Maret kemarin, Jacinda Ardern mempersiapkan masyarakat Selandia Baru dengan menerapkan empat tingkat sistem peringatan. Berdasarkan peringatan kebakaran hutan dan lahan yang telah berjalan, sistem itu akan menunjukkan risiko Covid-19 terkini dan pentingnya prinsip jaga jarak antar orang.

Jacinda Ardern menerapkan sistem ini dimulai dari level dua, tapi sejak tanggal 25 Maret lalu, naik ke level empat. Hal ini mendorong penerapan karantina wilayah secara nasional. Hanya layanan dasar yang diizinkan tetap berjalan, sementara setiap orang lainnya diwajibkan tinggal di rumah.

Selama karantina wilayah di Selandia Baru, Jacinda Ardern menggenjot uji Covid-19 dan melakukan pelacakan kontak. Saat ini, dalam sehari Selandia Baru dapat melaksanakan 10.000 tes. Jadi, saat sebuah kasus dikonfirmasi positif, penelusuran kontak bergulir untuk mencari orang-orang yang pernah berinteraksi dekat dengan penderita. Pelacakan kontak itu selalu berakhir dengan instruksi karantina diri.

Setelahnya, Jacinda Ardern mengumumkan bahwa transmisi virus sudah berhenti selama 17 hari dan semua pasien Covid-19 sudah pulih sepenuhnya. Selandia Baru mencabut semua pembatasan sosial saat itu.

Meskipun perbatasan masih ditutup untuk warga negara asing, namun pembatasan sosial tak lagi diperlukan dan tidak ada pembatasan jumlah orang saat warga berkumpul. Kini, pemerintah Selandia Baru pun kembali berupaya merangsang pariwisata domestik dan memulihkan ekonomi.

Well, meski pandemi virus Covid-19 masih tetap ada di negara kita tercinta, Indonesia. Sudah seharusnya #KitaJanganMenyerah dan tetap produktif. Salah satu kegiatan produktif yang bisa kamu lakukan adalah dengan berinvestasi. Nah, cara berinvestasi yang bisa kamu coba adalah dengan menjadi pendana di Amartha karena sangat mudah dan aman.

Pasalnya, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Selain itu, pembayaran angsurannya bisa diambil kapan saja.

Yuk, segera mulai investasimu di Amartha!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here