Mengenal Investasi Digital

Masih banyak masyarakat yang belum memahami investasi digital. Padahal, investasi digital sudah menjamur di dunia. Bahkan, investasi digital lambat laun mulai berkembang di Indonesia. Ada investasi yang berbentuk mata uang digital hingga simpan pinjam online.

Salah satu investasi yang paling menarik yakni simpan pinjam online atau yang dikenal dengan peer to peer (P2P) lending. Meski terbilang baru di Indonesia, investasi ini masuk dalam financial technology (fintech).

P2P lending hadir di Indonesia pada 2015. Padahal, platform ini sudah ada sejak 2005 di Inggris. Kemudian, P2P lending menyebar ke Amerika Serikat pada 2006 serta berkembang di Tiongkok pada 2013.

Seperti apa P2P lending? Apa itu investasi digital? Vice President of Growth Amartha, Fadilla Tourizqua Zain atau yang akrab disapa Ika Zain mendapatkan kesempatan menjadi pembicara dalam acara “Investasi Digital” di Indika Pagi bersama Uli Herdi, Indika FM 91.60, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan investasi digital, para investor mendapatkan kemudahan, keamanan dan transparan dalam menjalankan investasinya. Hal ini yang menjadi pedoman Amartha yang berdiri sejak 2010 sebagai microfinance telah menjelma menjadi P2P lending pada 2016. Amartha berperan dalam menghubungkan investor atau pendana dengan peminjam untuk pengusaha mikro perempuan di desa.

“Amartha membuka akses untuk pengusaha mikro agar mendapatkan pendanaan yang adil dan ringan, serta pendana urban untuk menambah aset investasi mereka sambil memberi dampak sosial. Saat ini Amartha telah menjangkau wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah,” kata Ika.

Amartha, lanjut Ika, memfokuskan pelayanan pada pengusaha mikro perempuan di daerah pelosok yang memiliki kebutuhan modal mulai dari Rp 3 juta. “Pendanaan yang diberikan disalurkan untuk modal sektor perdagangan, peternakan,perumahan, jasa, air dan sanitasi, pertanian,pendidikan, dan kesehatan,” ujar Ika.

VP of Growth Amartha, Ika Zain dan penyiar Uli Herdi di Indika FM, Jakarta

VP of Growth Amartha, Ika Zain dan penyiar Uli Herdi di Indika FM, Jakarta

Amartha menggunakan sistem Tanggung Renteng yang melindungi dana investasi yang telah dipercayakan pada mereka. Petugas lapangan (business partner) Amartha juga senantiasa mendampingi dengan melakukan pertemuan mingguan untuk terus mempertahankan semangat dan komitmen Mitra Amartha.

“Setiap perempuan mitra Amartha yang tergabung dalam kelompok (sistem Tanggung Renteng) yang terdiri dari 15-25 orang perempuan lainnya yang sama-sama berkomitmen untuk maju melalui pembiayaan dari Investor Amartha,” jelas Ika.

Amartha juga mengembangkan sistem kredit skoring dinamis yang mampu menghasilkan penilaian akurat mengenai kemampuan dan kemauan peminjam untuk membayar pembiayaan yang telah dipercayakan.

“Mereka yang terpilih sebagai Credit Worthy Borrowers akan tampil di dashboard investor, dan dapat dipilih secara mandiri oleh pendana. Melalui teknologi ramah kami juga investor dapat memantau secara real time status pembiayaan dan berbagai update terkait dengan kegiatan finansial mereka di Amartha,” ucap Ika.

Hingga kini, Amartha telah menyalurkan dana sebesar Rp 400 Miliar kepada lebih dari 100.000 pengusaha mikro yang tersebar di 2300 desa di pulau Jawa dengan 99,81 persen membayar tepat waktu.

“Setiap borrowers (penerima pinjaman) mendapatkan uji kelayakan dengan Machine Learning, edukasi financial literacy, pendampingan mingguan, iuran ringan, berbagai pelatihan dan layanan sosial serta proteksi Asuransi Jiwa,” tutup Ika.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/mengenal-investasi-digital">
LINKEDIN
%d bloggers like this: