Mengenal Content Marketing di Fintech

Vice President of Growth Amartha, Fadilla Tourizqua Zain menjadi pembicara dalam GetCraft Jakarta Marketers Meetup “Content Marketing for Fintech: Convert Your Audience Into Customer” di Workwell Suites Equity 18, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Rabu (13/3) malam.

Perempuan yang akrab dipanggil Ika ini membawakan materi berjudul “Attract Women to Win”. Sebagai startup fintech peer to peer lending, Amartha berperan aktif membuka akses layanan keuangan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Amartha sendiri merupakan fintech lending yang menghubungkan antara pendana dengan penerima dana yang merupakan pengusaha mikro perempuan di desa.

Ika yang telah malang melintang di dunia marketing lebih dari delapan tahun ini menjelaskan peran marketing serta pemberian akses untuk pengusaha mikro perempuan di desa agar mendapatkan pendanaan yang adil dan ringan.

“Pendana yang berasal dari perkotaan yang mempunyai mimpi untuk travelling, dana pensiun atau tabungan masa depan,” kata Ika.

Amartha, lanjut Ika, memfokuskan pelayanan pada pengusaha mikro perempuan di daerah pelosok yang memiliki pendanaan mulai dari Rp 3 juta dengan keuntungan 15%. “Pendanaan yang diberikan disalurkan untuk modal sektor perdagangan, peternakan,perumahan, jasa, air dan sanitasi, pertanian,pendidikan, dan kesehatan,” ujar Ika.

Amartha menggunakan sistem Tanggung Renteng yang melindungi dana yang telah dipercayakan pada mereka. Petugas lapangan (business partner) Amartha juga senantiasa mendampingi dengan melakukan pertemuan mingguan untuk terus mempertahankan semangat dan komitmen Mitra Amartha.

“Setiap perempuan mitra Amartha yang tergabung dalam kelompok (sistem Tanggung Renteng) yang terdiri dari 15-25 orang perempuan lainnya yang sama-sama berkomitmen untuk maju melalui pendanaan dari pendana Amartha,” jelas Ika.

VP of Growth , Ika Zain dalam acara GetCraft Jakarta Marketers Meetup “Content Marketing for Fintech: Convert Your Audience Into Customer” di Workwell Suites Equity 18, Equity Tower, SCBD, Jakarta, Rabu (13/3) malam.

Amartha juga mengembangkan sistem kredit skoring dinamis yang mampu menghasilkan penilaian akurat mengenai kemampuan dan kemauan penerima dana untuk bertanggung jawab dalam dana tersebut.

“Mereka yang terpilih sebagai Credit Worthy Borrowers akan tampil di dashboard pendana, dan dapat dipilih secara mandiri oleh pendana. Melalui teknologi ramah kami juga pendana dapat memantau secara real time status pendanaan dan berbagai update terkait dengan kegiatan finansial mereka di Amartha,” ucap Ika.

Hingga kini, Amartha telah menyalurkan dana sebesar Rp 910 Miliar kepada lebih dari 205.000 pengusaha mikro yang tersebar di pulau Jawa dengan 97,49 persen membayar tepat waktu.

“Setiap borrowers (penerima pinjaman) mendapatkan uji kelayakan dengan Machine Learning, edukasi financial literacy, pendampingan mingguan, iuran ringan, berbagai pelatihan dan layanan sosial serta proteksi Asuransi Jiwa,” tutup Ika.

 

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: