Home Money+ Memulai Usaha Saat Masih Aktif Bekerja, Mungkinkah?

Memulai Usaha Saat Masih Aktif Bekerja, Mungkinkah?

Pertanyaan ini mungkin sering berkecamuk di benak Anda, terutama yang masih aktif bekerja di suatu perusahaan. Setiap orang pasti pernah bermimpi untuk mendapatkan passive income, atau setidaknya income tambahan, di luar gaji bulanan – dengan berbagai alasan, seperti rencana pensiun, memenuhi kebutuhan tambahan, atau jaga-jaga mengingat ketidakpastian karir dan pekerjaan dewasa ini.

Anda mungkin sudah banyak mengeksplorasi ide, berdiskusi dengan partner potensial, maupun menulis business plan, akan tetapi seringkali semua perencanaan tersebut mentok di level eksekusi karena alasan keterbatasan waktu. Namun, di lain sisi, ada pula beberapa orang yang sukses menjalani usaha sambil bekerja, bahkan akhirnya meninggalkan pekerjaannya karena usahanya sudah bertumbuh besar, jauh melampaui gaji bulanan.

Jika Anda sedang mencari ide atau melakukan eksplorasi memulai usaha saat masih bekerja, tips-tips berikut mungkin dapat membantu Anda.

Carilah usaha yang sesuai dengan bidang keahlian atau minat Anda

Mengingat keterbatasan waktu yang Anda miliki, alangkah baiknya jika Anda memilih bidang usaha yang sesuai dengan keahlian atau minat Anda. Hal ini cukup penting supaya Anda dapat mempertahankan antusiasme selama Anda memulai usaha, terutama di awal-awal, yang membutuhkan ketelatenan dan persistensi sebelum membuahkan hasil. Sebagai contoh, jikalau Anda hobi makan dan suka eksplor tempat-tempat makan, ada baiknya jika Anda memulai usaha di bidang kuliner.

Carilah partner yang tepat dan memiliki visi yang sama dengan Anda

Jika Anda memilih usaha yang membutuhkan partner, carilah partner yang bisa melengkapi skillset Anda dan juga memiliki visi yang sama dengan Anda. Banyak usaha yang berhenti di tengah jalan karena partner yang kurang tepat. Sebagai contoh, jika Anda memilih usaha kuliner, Anda bisa mencari partner yang melengkapi dari sektor manajemen operasional atau akuntansi, sehingga Anda dapat terbantu dari segi manajemen karyawan atau pembukuan.

Carilah usaha yang membutuhkan modal sesuai dengan budget Anda

Tidak ada bisnis yang langsung menjadi besar. Semua bisnis yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil. Saat Anda memulai usaha, sebaiknya memulai dengan modal usaha yang sesuai dengan spare money yang Anda punya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik “start small and scale fast” dalam memulai bisnis. Anda bisa memulai dengan business model yang simpel dan baru melakukan ekspansi agresif setelah business model Anda mulai bekerja atau diterima oleh konsumen. Memulai usaha dengan modal yang terlalu besar di awal bisa membuat Anda kehabisan bensin di tengah jalan yang ujung-ujungnya memaksa Anda menutup bisnis Anda.

Untuk bisnis pertama, pertimbangkan memulai dengan franchise atau bergabung dengan bisnis yang sudah berjalan

Jika Anda pertama kali memulai bisnis, ada baiknya mempertimbangkan untuk mulai dengan membeli franchise dengan produk yang sudah berjalan atau bergabung dengan teman yang sudah pernah sukses berbisnis. Hal ini untuk mengurangi resiko dan juga waktu yang harus Anda investasikan untuk membangun bisnis tersebut di awal. Untuk referensi, Anda bisa mengecek www.bisniswaralaba.id. Ketika memilih franchise, pastikan Anda melakukan analisa pasar, produk, dan juga mempelajari business model dan analisa keuangan dari bisnis tersebut.

Ketahuilah bahwa menjalani usaha adalah marathon bukan sprint

Banyak dari kita yang berasumsi bahwa menjalani bisnis itu jauh lebih enak ketimbang menjadi karyawan, karena kita menjadi bos dan tidak ada yang memerintah kita. Ada pula yang berasumsi bahwa menjalani bisnis itu enak karena ada passive income setiap bulan. Asumsi ini terkadang membuat pebisnis baru cepat menyerah ketika ada halangan atau ketika omset tidak mencapai ekspektasi. Ketahuilah ketika Anda memulai usaha, Anda harus berdiri di atas kaki sendiri dan menyelesaikan masalah-masalah Anda sendiri, hingga Anda memiliki perputaran uang yang cukup untuk menggaji level direktur dan manajer. Memulai usaha butuh ketekunan dan kesabaran, karena tidak ada yang instan langsung menjadi besar.

Jadi usaha apa yang ingin anda mulai sekarang? Mohon share di kolom komentar yah. Semoga sukses!

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar...

Perjalanan Hidup Menjadi Single Parent

Perjalanan hidup menjadi single parent, sebagai seorang ayah dari seorang putri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya disaat mengikat janji dengan pasangan, selalu terucap...

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.” Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari,...