Memasuki Quarter Life Crisis, Ini Cara Atur Keuangan yang Tepat

0
29
quarter life crisis

Pemikiran tentang keuangan seringkali menganggu generasi muda hingga timbulah Quarter life crisis. Istilah Quarter life crisis seringkali didengar di kalangan generasi milenial hingga generasi z saat ini. Sebenarnya apa sih Quarter life crisis itu? Quarter life crisis adalah keadaan psikologi yang dialami oleh orang-orang yang berada di usia 20-an hingga usia 30-an.

Menuju usia yang semakin dewasa, banyak dari kita yang mulai merasa galau dan kecemasan akan pikiran mengenai tentang masa depan. Sebut saja seperti karier, arti kesuksesan, keuangan, pernikahan, hingga sesuatu yang dicari untuk membuat hidup lebih bahagia.

Menurut Alexandra Robbins and Abby Wilner dalam Quarter-life Crisis: The Unique Challenges of Life in your Twenties, ada beberapa ciri-ciri seseorang yang tengah mengalami keadaan quarter-life crisis, di antaranya:

  • Mulai ragu atas kompetensi diri dalam karier
  • Merasa terjebak dalam banyaknya pilihan hidup
  • Merasa cemas dan bingung akan masa depan.
  • Memiliki rasa kecewa dengan pilihan hidup yang mungkin salah
  • Merasa tidak punya rencana atau bahkan rencana yang dirasa selalu gagal
  • Merasa kesepian, stress, hingga depresi ringan saat tak ada yang mengerti.
  • Berpikir belum menemukan identitas diri sebenarnya

Nah, untuk kamu yang sedang mengalami quarter life crisis yang telah disebutkan di atas, ingat, kamu gak sendirian, lho! Percaya deh, setiap manusia pasti akan mengalami fase-fase tertentu dalam kehidupan yang dapat menciptakan beragam emosi.

Jadi, yuk coba atasi masa-masa quarter life crisis kamu dengan beberapa cara ini, terutama dalam hal keuangan. Sebab, sedikit banyak pikiran yang ditimbulkan, sekaligus solusi dalam mengatasi permasalahan ini adalah dengan perencanaan keuangan yang baik.

Lalu, kira-kira bagaimana dengan mengatur keuangan pas sedang berada di fase quarter life crisis ini ya?

Jangan Membandingkan Diri, Fokus ke Tujuan Hidup Diri


Meski rasa Insecurity kerap kali muncul di fase quarter life crisis ini, kamu harus segera atasi dengan mengurangi pikiran seperti membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Fokuskan pikiran hanya pada tujuan keuangan dan pencapaian diri yang diharapkan di masa depan.

Ketahui apa yang paling kamu butuhkan yang disesuaikan dengan keinginan sehingga dapat berdampak baik pada diri sendiri. Jadikan kebiasaan baik ini sebagai awal untuk mendapatkan keadaan keuangan yang lebih baik.

Buat Perencanaan Keuangan yang Tepat


Di masa quarter life crisis, mengikuti semua keinginan itu memang serasa tidak ada habisnya. Bahkan mungkin saja diantara kita ada yang merasa cemas dan gelisah bila tidak dapat mendapatkan yang diinginkan. Ingat, semua dampak ini akan berpengaruh di masa depan.

Nah, kamu tidak perlu khawatir akan kegelisahan yang dialami di fase ini jika dapat membuat kegiatan perencanaan keuangan yang baik. Memiliki rencana keuangan, sama halnya menyiapkan kebutuhan di masa depan tanpa khawatir kekurangan atau kehabisan uang.

Untuk merencanakan keuangan, kamu bisa memulai dengan membagi pemasukan kamu ke dalam beberapa bagian kepentingan. Misalnya saja, kamu bisa sisihkan 10 hingga 30% untuk mengisi tabungan, berinvestasi, dan juga menyiapkan dana darurat setelah kebutuhan pokok terpenuhi.

Pilih Platform Investasi yang Cocok


Saat ini berinvestasi adalah cara menabung paling diminati di kalangan generasi muda karena dapat langsung dilihat dan dirasakan. Bahkan kamu juga bisa mengawasi jalannya investasi kamu tanam.

Tidak ada salahnya jika mulai berinvestasi dari sekarang mulai dari sekedar membiasakan diri untuk menabung hingga dapat memperoleh imbal hasil sampai 15% flat per tahun sambil membantu produk UMKM di Indonesia, saat melakukan pendanaan di Amartha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here