Memahami Psikologi Marketing, Tips Bisnis Laris Manis Untuk UMKM

    0
    497

    Dalam melakukan penjualan, upaya tersebut tentunya tidak terlepas dari strategi marketing. Apa yang pengusaha lakukan untuk memikat konsumen agar mereka antusias dan loyal dalam membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan.

    Berbicara mengenai strategi marketing, ada banyak hal sebenarnya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan. Contohnya saja dengan warna. Pasalnya, warna bisa mempengaruhi psikologis seseorang, ini disebut sebagai psikologi marketing.

    Contoh psikologi marketing menggunakan warna ini bisa dilihat pada beberapa logo terkenal seperti McDonald’s atau Burger King yang didominasi oleh warna merah dan kuning. Sebab, ternyata warna merah digunakan untuk membangkitan nafsu makan. Sedangkan kuning mengartikan kehangatan dan ramah.

    Hal ini merupakan salah satu strategi dalam menerapkan psikologi marketing. Hal ini membuktikan bahwa psikologi marketing sangat penting untuk menggugah hati calon pembeli.

    Apalagi, psikologi marketing ini bisa diaplikasikan oleh berbagai pengusaha, termasuk UMKM. Maka jika kamu seorang pengusaha dalam skala UMKM wajib memahami psikologi marketing.

    Jenis Psikologi Marketing Yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM

    Nah, berikut ini adalah beberapa jenis psikologi marketing yang bisa dicoba oleh UMKM supaya bisnisnya laris manis!

    1. Scarcity

    Scarcity atau kelangkaan adalah trik psikologi konsumen yang membuat efek seolah-olah produk yang dijual itu terbatas. Efek terbatas bisa dalam hal jumlah ataupun jangka waktu pembeliannya.

    Sebagai contoh, jika kamu adalah pelaku UMKM yang bergerak di bidang fashion, bisa menyematkan label “Jumlah Terbatas” disertai dengan jumlah stoknya pada produkmu. Contoh lain, promo “Beli 1 Dapat 2” selama selang waktu yang terbatas.

    Cara ini membangkitkan ketergesaan di benak konsumen untuk segera membeli produk itu segera, agar tidak kehabisan.

    Decoy Effect, Strategi Marketing yang Efektif Dongkrak Penjualan

    2. Price Anchoring Effect

    Price Anchoring Effect atau lebih dikenal dengan trik “Harga Coret” ini lebih menekankan pada efek harga murah yang akan diperoleh oleh calon pembeli.

    Harga coret ini bisa diterapkan di harga yang terdapat pada buku menu usaha kuliner atau di tampilan harga produk online shop milikmu.

    Dengan menampilkan harga lama yang kemudian dicoret menjadi harga baru yang lebih murah, benak konsumen akan dibawa pada kesimpulan bahwa jika mereka membeli produkmu artinya mereka mendapatkan harga yang murah untuk produk yang mahal (produk dengan harga lama yang belum dicoret).

    3. Consistency Effect

    Consistency Effect atau Efek Konsisten adalah trik psikologi marketing yang menyasar kecenderungan konsumen untuk membeli produk-produk yang memang sudah sering mereka beli.

    Pada dasarnya konsumen takut terhadap hal-hal asing yang baru bagi mereka. Konsumen cenderung membuat keputusan pembelian berdasarkan kebiasaan lama mereka terhadap produk-produk yang sudah sering digunakan atau yang mirip dengan itu. Kalau dihadapkan pada banyak pilihan, konsumen akan memilih produk yang sudah jadi langganannya.

    Dengan kondisi psikologis demikian, jika kamu sedang berencana memulai berjualan, sebaiknya jual barang-barang yang memang sudah cukup dikenal oleh calon pembelimu supaya jualan laris. Hal ini akan memudahkan terjadinya penjualan.

    Jika kamu memang hendak menjual produk yang belum dikenal oleh target konsumenmu, ada baiknya menyertakan penjelasan produk yang berkorelasi dengan produk-produk lain sejenis yang mungkin lebih akrab di benak konsumen.

    4. Reciprocity Effect

    Reciprocity Effect atau Efek Timbal Balik adalah sebuah efek psikologis terjadinya pembelian dikarenakan konsumen sudah terlebih dahulu menerima banyak bonus-bonus gratis yang diberikan sebelumnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah pernah dapat bonus gratis, memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk membeli kembali produk tersebut.

    Dengan pernah menerima bonus-bonus gratis sebelumnya, terkadang muncul rasa tidak enak jika tidak membeli di benak konsumen. Atau bahkan muncul perasaan bahwa produk yang dijual memang bagus kualitasnya, terbukti dari bonus gratisnya saja bagus kok, apalagi produk yang dijual.

    Dari Susu Sapi Perah, Ibu Ini Berhasil Menyekolahkan Anak ke Perguruan Tinggi

    Sebagai contoh, kamu pasti sering mendapati promo susu merek tertentu di supermarket-supermarket tertentu dengan cara pembagian sampel gratis dalam cup untuk dicicipi oleh pengunjung.

    Dengan memberikan produk contoh yang gratis bisa diminum, pengunjung diajak untuk meyakini bahwa produk susu tersebut enak, berkualitas baik, dan harga terjangkau.

    Tambah Modal Usaha Melalui Amartha, P2P Lending Terbaik di Indonesia

    Dalam membangun sebuah bisnis, modal merupakan salah satu alat penting yang harus dimiliki, baik dalam awal mengelola atau melanjutkan bisnis. Bagi para pelaku usaha mikro di pedesaan, umumnya sulit mendapatkan akses modal usaha karena tantangan administrasi dan jarak. Maka dari itu, Amartha hadir menjembatani Anda.

    Amartha merupakan perusahaan P2P Lending yang menghubungkan pendana dan peminjam (khususnya perempuan pengusaha mikro di pedesaan) melalui suatu platform secara offline to online. Peminjam bisa mendapatkan pinjaman modal usaha mulai dari Rp3 juta tanpa potongan dan agunan.

    Hingga hari ini Amartha telah melayani lebih dari 755.000 perempuan pengusaha mikro di lebih dari 18.000 desa di Indonesia.

    Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Sosial tahun 2019, 41% mitra usaha Amartha berhasil keluar dari garis kemiskinan. Hal ini karena Amartha tidak hanya menyediakan modal usaha tetapi juga pendampingan dan pelatihan usaha secara rutin.

    Apabila Anda adalah pelaku usaha di pedesaan yang tengah membutuhkan pinjaman modal usaha, Anda bisa mendatangi kantor layanan Amartha terdekat. Pelajari mengenai Amartha di sini.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here