Home Finance Memahami Investasi RDPU dan RDPT, Apa Bedanya?

Memahami Investasi RDPU dan RDPT, Apa Bedanya?

0
4203

Pilihan untuk menambah pemasukan saat ini beragam jenisnya. Salah satu yang dapat dicoba yaitu dengan melakukan investasi. Salah satu instrumen yang bisa dicoba adalah investasi reksadana. Instrumen jenis ini dianggap sebagai investasi paling aman bagi pemula meskipun keuntungan yang didapatkan juga tidak banyak.

Investasi reksadana sendiri mempunyai beberapa pilihan untuk Anda, contohnya yaitu RDPU (Reksadana Pasar Uang) dan RDPT (Reksadana Pasar Uang). Apabila ingin melakukan investasi, namun masih bingung memilih yang mana maka kamu ada di artikel yang tepat.

Ada 3 Tipe Investor, Kamu Termasuk Yang Mana?

Definisi RDPU dan RDPT

RDPU adalah salah satu jenis reksadana di mana uang akan diinvestasikan oleh suatu manajer investasi ke berbagai instrumen pasar uang. Banyaknya yaitu kurang lebih atau sebagian besar hampir 80% untuk yang memberikan pendapatan tetap. Contohnya seperti sertifikat utang negara, deposito, obligasi (surat utang), SBI (Surat Bank Indonesia), dan sejenis lainnya.

RDPT merupakan jenis reksadana yang sebagian besar uang investasi Anda dimasukkan ke dalam obligasi atau saham. Hal itu karena hasilnya cenderung stabil dan aman, serta mempunyai return lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana pasar uang.

Perlu diketahui juga bahwa reksadana pendapatan tetap ini hampir sama dengan reksadana pasar uang. Hanya saja yang membedakan yaitu pada RPDU lebih banyak dialokasikan untuk surat-surat utang yang jatuh temponya maksimal adalah 1 tahun, misalnya seperti deposito.

Sedangkan pada reksadana pendapatan tetap hampir seluruh dana diolah efek utang, dengan jangka waktu jatuh temponya lebih dari 1 tahun. contohnya yaitu obligasi dan sukuk.

Kelebihan RDPU dan RDPT

Kelebihan investasi pada instrumen RDPU ialah grafik cenderung naik dan stabil, cocok untuk berinvestasi jangka pendek selama kurang dari 1 tahun, dan jarang sekali ada yang mengalami drawdown secara signifikan.

Sementara kekurangannya yaitu return atau keuntungan yang akan didapatkan paling sedikit dibandingkan dengan reksadana jenis lainnya.

Kelebihan dari instrumen investasi RDPT ialah cocok untuk dijadikan investasi jangka menengah, yaitu 1 hingga 3 tahun, return atau keuntungan lebih tinggi daripada RPDU, dan grafiknya cenderung naik terus namun tidak stabil. Sementara kekurangannya berupa jarang ada yang jenisnya syariah dan return selalu berbanding lurus terhadap risiko.

Risiko RDPU dan RDPT

  • Tingkat potensi risiko pada RDPU adalah konservatif atau paling rendah dibanding dengan jenis reksadana lainnya. RPDU ini cocok bagi Anda ketika belum berani mengambil risiko tinggi, tetapi tetap ingin memperoleh return lebih tinggi daripada deposito di bank.

    Selain itu RDPU juga cocok bagi Anda ketika hanya menginginkan untuk menempatkan dana ke reksadana di dalam jangka pendek kurang dari 1 tahun.
  • Sedangkan pada RDPT mempunyai tingkat potensi risiko tergolong kategori menengah yang cenderung konservatif. Reksadana jenis ini cocok bagi Anda saat mengharap pendapatan tetap cukup stabil, serta tidak terlalu fluktuatif. Selain itu cocok untuk penempatan dana 1-3 tahun.

    Hal itu karena di dalam jangka waktu itu, RDPT berpotensi untuk memberikan return lebih tinggi dibandingkan RDPU. Tetapi dalam jangka panjang kenaikannya, misalnya 10 tahunan kenaikan pada RDPT tidak setinggi kenaikan pada reksadana saham atau campuran.

Dari uraian di atas Anda bisa melihat bahwa ketika ingin risiko yang menengah dan dalam jangka waktu 1 s.d. 3 tahun, sebaiknya investasi yang dipilih adalah RDPT. Begitu juga sebaliknya jika ingin berinvestasi dengan risiko terendah pilihan terbaiknya adalah RDPU.

P2P Lending Sebagai Alternatif Investasi Paling Menguntungkan

Selain pilihan instrumen investasi pada reksadana, ada juga alternatif investasi lainnya yang saat ini tengah naik daun, yaitu peer-to-peer (p2p) lending. Instrumen ini digadang-gadang sebagai penjembatan antara UMKM dengan para investor untuk mengatasi masalah kesejahteraan di Indonesia. 

Berada di bawah naungan OJK, P2P Lending terbagi menjadi dua, yaitu untuk kebutuhan produktif dan kebutuhan konsumtif. Amartha sendiri adalah perusahaan P2P Lending yang berbasis pada pembiayaan untuk kebutuhan produktif sehingga baik peminjam dan pemberi dana mendapatkan keuntungan yang setara.

Amartha merupakan salah satu p2p lending paling menguntungkan. Pasalnya Amartha memberikan imbal hasil sampai 15% Flat per tahun. Amartha juga memiliki mitigasi risiko seperti tanggung renteng antar mitra usaha, pelatihan dan pendampingan rutin kewirausahaan, sehingga mitra dapat mengembalikan pinjaman berdasarkan akad yang sudah disetujui.

Tertarik berinvestasi di Amartha? Daftarkan diri Anda sekarang di sini!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here