Memahami Bisnis MLM dan Memilih MLM Yang Aman

|

|

|

MLM atau multi level marketing adalah salah satu jenis kegiatan yang banyak dilakukan karena dapat menjadi penghasilan tambahan.

Mengutip Investopedia, MLM adalah strategi yang digunakan beberapa perusahaan direct sales. Strateginya, perusahaan mendorong distributor yang sudah ada untuk merekrut distributor baru (downline).

Selanjutnya, distributor akan mendapat keuntungan berdasarkan persentase penjualan downline. Semakin banyak downline yang direkrut maka semakin besar keuntungan distributor.

Apabila kamu pernah didatangi atau dihubungi oleh teman lama dan menawarkan pekerjaan dengan keuntungan menggiurkan, bisa jadi ia adalah distributor MLM yang sedang mencari downline.

Meskipun menjanjikan keuntungan yang menggiurkan, tidak semua distributor atau downline dapat meraihnya.

Selain itu, perspektif mengenai MLM yang identik dengan penipuan juga menjadi alasan orang-orang ragu untuk menjalani aktivitas ini. Nah, agar tidak terjerat MLM yang tidak kompeten, berikut ini tips memilih MLM yang aman:

1. Terdaftar di APLI

Apabila AFPI berperan sebagai asosiasi para pelaku pengusaha fintech, maka APLI atau Asosiasi Penjual Langsung Indonesia berperan sebagai asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM.

APLI didirikan karena aturan hukum di Indonesia dianggap belum baku dalam mengatur penjualan langsung sehingga beberapa perusahaan MLM menciptakan aturan bersama dan kode etik yang disepakati bersama.

Untuk bisa bergabung dengan APLI, perusahaan MLM harus memenuhi sejumlah syarat untuk bisa mendapat sertifikasi. Perusahaan MLM yang menjadi anggota APLI juga dibatasi pada perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi persyaratan sebagai perusahaan penjual langsung.

Ketahuilah apakah perusahaan MLM yang Anda tuju sudah terdaftar APLI atau belum.

2. Memiliki Badan Hukum yang Jelas

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan MLM sangat disarankan untuk membuat badan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang memiliki SIUPL dan NPWP. Dengan memiliki badan hukum yang jelas, perusahaan MLM dapat mempertanggungjawabkan bisnis tersebut kepada para member dan konsumen yang menggunakan produk mereka.

3. Memiliki Produk Yang Beragam

Banyaknya pilihan produk yang dibuat oleh perusahaan MLM dapat membuka kesempatan besar bagi distributor untuk menjaring downline baru. Pastikan pula perusahaan tersebut memiliki jaminan atas kualitas produk yang dijual.

4. Memiliki Sistem Yang Adil

Bagi orang awam, bisnis MLM akan menguntungkan distributor yang bergabung lebih dulu dibanding distributor yang bergabung baru-baru ini. Perusahaan MLM yang adil adalah perusahaan MLM yang membuat semua membernya bisa mendapatkan keuntungan asal mau berusaha keras.

Umumnya perusahaan MLM memiliki sistem yang baik dan adil dengan adanya alat pendukung bagi distributor seperti pengetahuan tentang kepribadian, motivasi, sales, dan lain-lain.

Abaikan bila ada perusahaan MLM yang menawarkan keuntungan maksimal tanpa harus kerja keras.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...