Melirik Peluang Usaha Nasi Goreng

|

|

|

Nasi goreng merupakan menu makanan favorit bagi masyarakat Indonesia sejak dulu hingga saat ini. Karena itu, tidak jarang nasi goreng dijadikan bisnis kuliner yang menguntungkan bagi banyak orang. Dari level warung makan sederhana hingga restoran besar, umumnya menyediakan menu nasi goreng.

Nah, buat kamu yang berminat untuk memulai usaha nasi goreng, berikut estimasi modal dan keuntungannya!

Pada dasarnya, bahan yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng terbilang simpel dan dapat dengan mudah ditemukan di pasar maupun supermarket. Peralatan-peralatan yang dibutuhkan juga tidak terlalu rumit.

Punya Bakat Womenpreneur, Sri Wahyuni Sulap Jamur Bernilai Jual Tinggi

Untuk dapat membuka usaha nasi goreng, kamu hanya perlu menghitung modal awal yang dibutuhkan. Modal tersebut akan digunakan untuk membeli gerobak, biaya membeli bahan-bahan untuk membuat nasi goreng, biaya untuk membeli peralatan memasak, serta biaya untuk membeli perlengkapan usaha.

Estimasi Modal Usaha Nasi Goreng

Besaran modal usaha nasi goreng sebenarnya bervariasi tergantung dari jenis yang akan dibuat serta lokasi tempat usahanya. Berikut ini estimasinya: 

  • Sewa tempat untuk setahun: Rp10 juta
  • Beli peralatan memasak: Rp3 juta
  • Meja dan kursi tempat makan: Rp5 juta
  • Biaya lain-lain: Rp2 juta

Total: Rp20 juta

Modal tersebut tentunya bisa lebih besar, tergantung dari tempat usaha yang kamu pilih. Semakin strategis tempatnya, maka biasanya harga sewanya pun akan lebih mahal.

Biaya Operasional Bulanan

Sesudah mengetahui angka modal yang dibutuhkan, kamu juga perlu memperhitungkan biaya operasional yang harus dikeluarkan tiap bulannya. Mulai dari gaji karyawan, kebutuhan bahan-bahan yang segar, serta biaya yang lain masih perlu dipertimbangkan. Berikut ini estimasinya: 

  • Biaya operasional: Rp4 juta
  • Bahan makanan: Rp7 juta
  • Biaya lain-lain: Rp2 juta

Total: Rp13 juta

Adapun, keuntungan yang dihasilkan dari usaha nasi goreng ini terbilang juga cukup menjanjikan. Misalnya dengan estimasi terdapat 30 pembeli dan membayarkan makanannya sekitar Rp20 ribu per piring, maka dalam 30 hari atau satu bulan, usaha nasi goreng milikmu akan mendapatkan omzet hingga sekitar Rp18 juta.

6 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Menjalankan Bisnis

Keuntungan yang didapatkan bisa diketahui dengan cara mengurangi pendapatan kotor dengan jumlah biaya operasional bulanan. Jadi dari jumlah estimasi di atas, maka keuntungan yang akan didapatkan setiap bulannya sekitar Rp5 juta.

Well, itulah estimasi modal awal, biaya operasional, serta keuntungan dari membuat usaha nasi goreng. Apabila kamu tinggal di pedesaan dan membutuhkan dana untuk usaha, kamu bisa melakukan pinjaman modal usaha ke Amartha.

Amartha adalah perusahaan P2P Lending yang menyalurkan modal usaha dari investor kepada perempuan pelaku usaha mikro di desa. Saat ini Amartha sudah tersebar di lebih dari 18.000 desa di Indonesia dan memberdayakan lebih dari 700.000 mitra usaha.

Silakan hubungi kantor pelayanan Amartha terdekat.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...