Mau Resign? Cek Dulu Persiapan Keuanganmu

0
527
Resign
Sumber Foto: Shutterstock

Terkadang ketika rasa bahagia sudah tidak ada di tempat kamu bekerja, satu-satunya pilihan yang dapat diambil adalah resign.

Sebenarnya ada banyak sekali alasan seseorang ketika memutuskan untuk resign, seperti mendapat penawaran kerja yang lebih baik, lingkungan kerja sekarang yang toxic, gaji yang terlalu rendah, tidak ada work life balance, tekanan pekerjaan yang memicu stress, ataupun ingin membuka usaha sendiri.

Namun patut diingat, keputusan resign sejatinya adalah keputusan besar dan tidaklah mudah. Ini dikarenakan bisa membawa pengaruh tidak kecil bagi kehidupan sehari-hari. Terutama dari sisi finansial.

Karena itu, keputusan mengundurkan diri alias resign sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru. Ada banyak hal yang harus kamu perhatikan sebelum mengambil keputusan resign.

Ada baiknya sebelum kamu resign, cek dulu kesiapan keuanganmu, seperti sebagai berikut:

1. Cek Semua Tagihan Kartu Kreditmu

Jika memang berniat resign, pastikan kamu sudah melunasi semua utang kartu kredit terlebih dahulu. Hindari membayar tagihan dengan angsuran terendah.

Jika memang kamu memiliki dana, sebaiknya bayar semua tagihan tanpa tersisa. Hal ini penting agar saat resign nanti, kamu tidak memiliki tanggungan untuk membayar tagihan kartu kredit.

2. Siapkan Tabungan Atau Dana Darurat

Bagi kamu yang sudah mantap untuk resign, sebaiknya harus menyiapkan tabungan atau dana darurat sebaik mungkin.

Dana darurat ini nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup jikalau kamu tidak lagi bekerja atau harus terpaksa menganggur dulu sebelum mendapatkan pekerjaan baru.

Tabungan atau dana darurat sebaiknya dikumpulkan sejak jauh-jauh hari sebelum resign. Idealnya, nilai dana darurat adalah sebesar bagian dari penghasilan yang selalu kamu habiskan untuk konsumsi.

Bila kamu telah berkeluarga dan memiliki anak, siapkan paling tidak 12 kali nilai pengeluaran bulanan. Dengan demikian, ketika memasuki masa resign, kamu tidak perlu terlalu kaget dengan situasi finansial.

Baca Juga: Tips Jelaskan Alasan Resign Saat Wawancara Kerja

3. Buat Asuransi

Perlu diingat, beberapa fasilitas perusahaan seperti asuransi kesehatan, kecelakaan, dan bahkan jiwa bagi kamu serta keluarga akan hilang saat memutuskan resign. Karena itu, sebelum mengajukan surat resign, ada baiknya untuk membuat asuransi sesuai kebutuhan kamu dan keluarga.

4. Miliki Investasi

Tidak hanya tabungan atau dana darurat, mempunyai investasi juga menjadi penting bagi kamu yang memutuskan ingin resign daripada sebelumnya. Dengan adanya investasi, niscaya dapat membantu kondisi finansialmu tetap stabil.

Keputusan resign bisa jadi tidak akan mengganggu kondisi finansialmu. Sebab, kamu bisa memanfaatkan keuntungan investasi untuk memenuhi kebutuhan rutin pasca resign.Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu coba sebelum memutuskan resign adalah P2P Lending.

P2P Lending adalah platform yang menghubungkan antara orang yang mau meminjam dana (borrower) dan investor sebagai pemberi pinjaman (lender). Dalam investasi P2P Lending, investor akan menerima pengembalian pokok pinjaman dan bunga atas pinjaman tersebut dari borrower.

Nah, salah satu platform P2P Lending yang aman dan tepercaya untuk berinvestasi sebelum memutuskan resign adalah Amartha.

Amartha

Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech P2P Lending yang menghubungkan pendana urban dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Sejak tahun 2019, Amartha juga telah memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Amartha pun sudah terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Dengan berinvestasi di Amartha sebagai pendana, para investor juga akan mendapatkan bagi hasil hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Apalagi, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here