Home Tech & Bisnis Business Maraknya Layoff Startup Indonesia, Begini Dampaknya

Maraknya Layoff Startup Indonesia, Begini Dampaknya

0
1021

Pernah dengar tentang fenomena layoff startup Indonesia yang baru-baru ini sedang trending di media sosial? Kondisi ini cukup membuat kita semua prihatin dan mulai ketakutan dengan apa yang akan terjadi di masa depan. 

Mari kenali lebih dekat apa sebenarnya layoff yang sedang marak dilakukan startup saat ini dan apa saja dampak yang diberikan. 

Tentang Layoff Startup Indonesia

Sebenarnya apa itu layoff yang dilakukan oleh banyak startup di Indonesia akhir-akhir ini? Layoff adalah sebuah istilah yang artinya sama dengan PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja. Layoff ini bisa berupa pemutusan hubungan kerja yang sifatnya permanen maupun sementara. 

Layoff ini sebenarnya merupakan hal yang sangat umum terjadi di sebuah perusahaan. Biasanya perusahaan akan melakukan langkah layoff karena tujuan tertentu. Salah satunya karena ingin memangkas biaya operasional.

Ini biasanya terjadi saat perusahaan mengalami kesulitan secara finansial dan sedang dalam status yang tidak baik. 

Beberapa waktu belakangan ini banyak berita PHK massal 2022 dari beberapa perusahaan startup. Sebut saja Ruangguru dan GoTo yang telah memangkas jumlah karyawan mereka. 

Strategi layoff ini dilakukan agar perusahaan startup bisa bertahan namun pada akhirnya tetap ada dampak negatif yang diterima oleh karyawan. 

Dampak yang Ditimbulkan

Apa saja dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena layoff startup Indonesia ini? Sudah jelas bahwa tindakan layoff ini pasti akan memberi dampak yang cukup besar dan merugikan karyawan.

Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi:

1. Muncul Ketidakpastian Karier

Dampak pertama, layoff akan menyebabkan ketidakpastian karier khususnya pada orang yang di-PHK. Hal ini akan memicu beban pikiran yang cukup berat bagi orang tersebut. 

Mereka jadi bingung bagaimana dengan karier di masa depan. Pekerjaan apa yang sekiranya bisa ditekuni agar bisa bertahan hidup? Ketidakpastian karier ini cukup mengerikan apalagi di zaman sekarang. 

Cukup sulit untuk menemukan jenis pekerjaan apa yang stabil dan menjanjikan saat ini. Peluangnya juga tidak begitu besar jadi sangat mengancam masa depan para korban PHK.

2. Produktivitas Menurun

Sudah pasti produktivitas akan menurun jika seseorang mengalami layoff. Mereka tidak punya pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga pada akhirnya tidak produktif.

Jika penurunan produktivitas ini terus terjadi maka kompetensi juga pasti akan menurun.

Baca Juga: Ingin Kerja di Startup? Yuk, Ketahui Dulu Plus Minusnya

3. Terjadi Krisis Finansial

Dampak lain dari layoff ini adalah krisis finansial. Misalnya saja layoff Shopee yang terjadi secara besar-besaran pada bulan September lalu. Banyak sekali karyawan yang pada akhirnya harus mengalami krisis finansial dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing. 

Krisis finansial ini merupakan salah satu mimpi buruk bagi banyak orang. Apalagi di tahun 2023 mendatang ada ancaman resesi yang membuat kita semakin was-was. Jika tidak dicari jalan keluar yang tepat maka krisis tersebut bisa membuat kualitas hidup menurun drastis. 

4. Gangguan Psikologis

Tidak hanya memberi dampak pada finansial layoff juga bisa memberi dampak besar bagi kondisi psikologis seseorang. Setelah diputus hubungan kerja dan tidak produktif, maka seseorang tidak akan mendapatkan pemasukan. 

Kondisi ini kemudian bisa memperbesar gangguan psikologis seperti depresi. Jadi memang dampaknya cukup besar dan bisa menghancurkan hidup seseorang. 

Fenomena layoff startup Indonesia pada saat ini memang membuat kita semua merasa prihatin. Sebaiknya mulai sekarang kita bersiap dan sadar untuk mengelola finansial dengan sebaik mungkin. Kamu bisa mulai dengan berinvestasi di microfinance marketplace Amartha dan mendapatkan peluang imbal hasil sampai 15% flat per tahun.

Download aplikasi Amartha di Android
Download aplikasi Amartha di iOS

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here