Home Finance Manajer Investasi: Apa, Siapa, dan Jenisnya

Manajer Investasi: Apa, Siapa, dan Jenisnya

|

|

|

Saat ini, informasi seputar finansial adalah hal yang sudah lazim diperbincangkan di masyarakat, termasuk oleh kaum milenial. Sejalan dengan hal tersebut, profesi manajer investasi pun sudah mulai diketahui oleh khalayak banyak. Lantas, apa sih sebenarnya manajer investasi itu?

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, manajer investasi merupakan pihak (bisa perusahaan atau perorangan) yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif bagi sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengertian manajer investasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.04/2018 Tentang Penerapan Tata Kelola Manajer Investasi. Perlu diketahui, untuk menjadi seorang manajer investasi, seseorang harus mempunyai sertifikasi profesi Wakil Manajer Investasi (WMI).

Saat ini, siapa pun sebenarnya bisa menggunakan jasa manajer investasi. Namun, kamu harus mempertimbangkan beberapa pertimbangan berikut sebelum memilih manajer investasi:

1. Cek Legalitasnya

Pertimbangan pertama yang harus dilakukan adalah mengecek legalitas manajer investasi tersebut. Cara mengeceknya yang paling standar adalah sudah berizin dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak.

2. Lihat Track Record-nya   

Selanjutnya, kamu juga bisa melihat track record dari manajer investasi tersebut dengan browsing di Google ataupun berbagai media sosial. Paling tidak kamu bisa mencari tahu apakah manajer investasi yang akan kamu pilih pernah terlibat kasus atau isu-isu negatif lainnya yang mungkin akan mempengaruhi nilai investasi kamu di masa depan.

3. Perhatikan Kinerjanya  

Manajer investasi dengan integritas tinggi tentunya akan mempunyai pengalaman yang cukup dalam mengelola dana dan aset nasabahnya. Hal sederhana yang bisa kamu perhatikan awalnya adalah lewat bagian prospektus reksa dana. Dari situ bisa terlihat grafik pengelolaan investasinya. Apakah bergerak secara wajar, ataukah ada anomali-anomali yang mencurigakan.

Dari grafik performa ini, kamu dapat melihat apakah manajer investasi yang akan dipilih itu memiliki keahlian dan pengalaman yang cukup dalam mengelola aset investor.

Selain beberapa pertimbangan itu, yang perlu kamu tahu selanjutnya adalah setiap manajer investasi mempunyai cara tersendiri dalam mengeola portolio klien untuk mendapatkan profit. Berikut ini ada 3 jenis manajer investasi:

A. Manajer Investasi Konservatif

Manajer investasi yang satu ini punya profil risiko tingkat penerimaan risiko paling rendah atau sering disebut risk averse investor alias investor yang menyukai risiko minimal. Perlu diketahui, risiko berinvestasi sering dimaknai sebagai adanya potensi kerugian. Padahal sejatinya, risiko investasi berkaitan dengan ketidakpastian imbal hasil. Karena itu, untuk produk investasi yang ditawarkan biasanya deposito dan pasar uang.

B. Manajer Investasi Agresif

Profil risiko dari Manajer investasi yang ini cenderung bermain dengan risiko cukup besar. Tentunya akan seimbang dengan keuntungan yang didapatkan cenderung lebih tinggi dari jenis sebelumnya. Untuk produk investasi yang ditawarkan biasanya saham.

C. Manajer Investasi Syariah

Manajer investasi yang terakhir ini lebih suka berinvestasi secara syariah sehingga berdampak pada keuntungan yang didapatkan. Untuk produk investasi yang ditawarkan biasanya produk-produk syariah, seperti saham perbankan syariah dan produk investasi syariah lainnya.

Nah, selain memilih menggunakan manajer investasi yang menawarkan instrumen-instrumen investasi konvensional tersebut, saat ini kamu juga bisa loh mencoba investasi P2P Lending.

Pada dasarnya, Peer to Peer Lending memungkinkan setiap orang untuk memberikan pinjaman atau mengajukan pinjaman antara yang satu dengan yang lainnya untuk berbagai kepentingan tanpa menggunakan jasa dari lembaga keuangan yang sah sebagai perantara.

Salah satu platform penyedia jasa P2P Lending tepercaya sekarang ini adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan. Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...