/

Resiko Berbagai Macam Produk Investasi, Mana Yang Paling Aman?

resiko investasi

Pelajari Berbagai Resiko Investasi dan Temukan Investasi Idaman Anda

Kegiatan investasi yang kian menjamur di kalangan masyarakat Indonesia, telah menjadi perhatian dan menciptakan berbagai antusiasme tersendiri oleh banyak pihak yang terjun di dalamnya. Masa depan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya membuat banyak orang menyiapkan segala macam cara dan usaha agar dapat terus bertahan dan maju di masa depan. Salah satunya adalah melakukan investasi.

Namun perlu digaris bawahi, mengingat adanya unsur ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan, yang akan membawa resiko yang tidak bisa dipastikan, khusnya dalam kegiatan berinvestasi yang memiliki berbagai macam resiko di dalamnya, maka seyogyanya kita harus tau macam-macam resiko yang timbul pada berbagai produk investasi yang ada.

Hal ini harus dilakukan agar Anda dapat melakukan kegiatan investasi secara aman, nyaman dan sesuai dengan harapan dan hati nurani Anda. Oleh sebab itu, untuk bersiap menghadapi resiko di masa yang akan datang, sangat penting bagi Anda untuk mempelajari resiko berbagai macam produk investasiĀ mulai dari sekarang. Simak ulasan macam resiko yang ada dalam produk investasi berikut sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam memilih produk investasi idaman.

  1. Investasi Emas

Emas yang termasuk juga dalam logam mulia merupakan salah satu logam paling berharga. Emas memiliki sifat mudah untuk dibentuk dan sering digunakan sebagai perhiasan, hal ini menjadikan emas sebagai alat investasi yang aman dan juga menguntungkan mengingat harganya yang cenderung stabil dan berpotensi untuk terus mengalami kenaikan di masa depan.

Nilai tukar US Dollar yang sama dan searah dengan emas, hal ini membuat investor beralih untuk berinvestasi ke emas dengan keuntungan yang berlipat ganda apabila harga jual beli emas sedang mengalami pelonjakan naik.

Selain itu dalam keadaan yang serba tidak menentu, banyak orang akan beralih dari investasi sebelumnya ke investasi emas. Hal ini mengingat emas yang memiliki nilai jual lebih stabil dan dianggap sebagai pengganti mata uang tanpa batasan aset yang penting dan aman kapan saja bisa diuangkan saat dibutuhkan.

Namun dibalik beragam keuntungan investasi emas tersebut, tentu terdapat resiko dalam produk investasi emas, antara lain investasi emas ini kurang cocok bagi Anda yang menginginkan investasi jangka pendek.

Menilik pada sulitnya penyimpanan emas, karena rawan hilang atau dicuri. Oleh sebab itu, investasi dalam bentuk emas termasuk kategori investasi pasif, karena hanya akan mendapat keuntungan apabila harga emas naik. Hal ini tidak lain karena penggunaan emas belum dipergunakan sebagai alat tukar sebagaimana seharusnya.

  1. Reksa Dana (Mutual Funds)

Para investor juga dapat melakukan sebuah investasi namun secara tidak langsung, yakni dengan menggunakan perantaraan perusahaan reksa dana. Dana-dana yang telah terkumpul dari para investor dalam jumlah yang cukup besar akan meningkatkan posisi tawar-menawar dari perusahaan reksa dana. Maka jenis investasi seperti ini layak untuk Anda coba apabila mempunyai pengetahuan lebih pada jenis investasi seperti ini.

Namun tentu terdapat beragam resiko dalam investasi Reksa Dana ini, antara lain keuntungan tidak dijamin karena dalam investasi ini tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan maupun kenaikan modal investasi. Selain itu resiko inflasi juga terus membayangi, mengingat potensi kerugian daya beli investasi karena kenaikan rata-rata harga konsumsi.

  1. Investasi Properti

Investasi properti juga masih menjadi primadona oleh banyak investor untuk menanamkan dananya. Seperti yang kita ketahui bersama, investasi properti saat ini dinilai memiliki prospek yang menguntungkan. Dipengaruhi oleh jumlah penduduk di Indonesia saat ini yang kian padat sehingga mendorong pada kebutuhan tersedianya properti yang semakin besar. Sedangkan di sisi lain, ketersediaan akan lahan dan properti sangat terbatas.

Hal ini menyebabkan harga properti dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan dengan nilai yang tidak dapat kita prediksikan dengan akurat. Namun Anda perlu pelajari berbagai resiko yang muncul dalam investasi ini, antara lain adalah biaya transaksi yang tinggi berupa pajak-pajak yang terkait properti, terjadi penyusutan bangunan pada properti berjenis bangunan, selain itu resiko lain yang mungkin muncul adalah hancur akibat bencana alam yang tidak dapat terprediksi sebelumnya.

  1. Peer-To-Peer Lending

Produk investasi peer to peer lending ini merupakan praktek meminjamkan uang kepada individu atau bisnis melalui layanan online yang mempertemukan langsung antara pemberi pinjaman dengan peminjam.

Menariknya layanan investasi P2P Lending ini mempertemukan investor dengan banyak peminjam modal usaha, maupun sebaliknya. Dan semuanya bisa dilakukan secara online. Atau kita bisa menyebut investasi P2P lending adalah bentuk investasi online.

Karena perusahaan pinjaman peer-to-peer lending yang menawarkan layanan ini sepenuhnya beroperasi online, maka mereka memberikan pelayanan yang lebih murah daripada lembaga keuangan tradisional.

Akibatnya, pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk investasi yang ditawarkan oleh bank, sementara peminjam dapat meminjam uang dengan bunga yang lebih rendah.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah, sebagai investor Anda tidak bisa menarik uang yang Anda investasikan kapan pun Anda mau, karena investasi ini tidak seperti menyetor uang di bank.

Besaran return of investment yang bisa didapat dapat mencapai hingga 17%, salah satunya adalah berinvestasi di Amartha.com. Untuk penjelasan lebih lanjut, pelajari ulasan investasi dengan platform peer-to-peer lending di sini.

Segera tentukan investasi yang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda, dan siapkan masa depan yang lebih cemerlang . Ayo investasi !

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/macam-macam-resiko-investasi">
LINKEDIN
%d bloggers like this: