Kurangi Ketimpangan Literasi Digital, Amartha Foundation Resmikan Program Desa Digital Amartha di Sulawesi Tengah

0
328
Peresmian Desa Digital Amartha dihadiri oleh Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha (paling kanan) bersama jajaran direksi Amartha serta Pejabat Daerah dan Perangkat Desa Balaesang pada Selasa (31/1).
Peresmian Desa Digital Amartha dihadiri oleh Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha (paling kanan) bersama jajaran direksi Amartha serta Pejabat Daerah dan Perangkat Desa Balaesang pada Selasa (31/1).

Jakarta, 2 Februari 2023 – Amartha Foundation (Yayasan Tanggung Renteng Sejahtera) atau Amartha.org meresmikan program Desa Digital Amartha di Desa Tambu, Balaesang, Donggala, Sulawesi Tengah pada Selasa (31/1). Peresmian program ini dihadiri oleh Aria Widyanto sebagai Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, pejabat daerah dan perangkat desa Balaesang, serta Sukarti selaku Kepala Bidang Pasprov DPPPA Sulawesi Tengah. Program Desa Digital Amartha merupakan inisiatif dari Amartha.org yang menyediakan fasilitas titik akses wifi gratis bagi masyarakat untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha warga dan menyediakan sarana belajar bagi anak-anak di pedesaan.

Pada tahap pertama ini, terdapat lima desa tanpa akses internet di Sulawesi Tengah yang terpilih untuk dijadikan Desa Digital Amartha. Lima desa tersebut yakni Desa Tinabogan, Desa Toaya Vunta, Desa Tambu, Desa Iloheluma, dan Desa Maleo. Program Desa Digital Amartha ini ditujukan untuk menjembatani dan mengurangi digital poverty atau ketimpangan literasi digital, serta memberikan ruang berinovasi dan berkumpul bagi seluruh lapisan masyarakat di pedesaan sekitar. 

Menurut laporan Profil Internet Indonesia 2022 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penggunaan internet masih terpusat di Pulau Jawa dengan persentase 43,92 persen, diikuti dengan Sumatra di 16,63 persen, dan Pulau Sulawesi di posisi ketiga dengan persentase 5,53 persen.

Aria Widyanto, Chief Risk & Sustainability Officer Amartha mengungkapkan, “Program Desa Digital Amartha oleh Amartha.org merupakan wujud komitmen kami dalam mengurangi kesenjangan digital dan “digital poverty”. Di era transformasi digital, kecakapan penggunaan gawai digital untuk keperluan produktif akan membantu percepatan mencapai kesejahteraan. Sayangnya masyarakat pedesaan kerap mengalami kesulitan untuk mengakses internet, sehingga Amartha perlu memfasilitasinya dengan membangun jaringan via satelit dan membuat internet hub. Selain penyediaan infrastruktur, Amartha.org juga melakukan intervensi untuk memastikan fasilitas ini bisa tepat guna, salah satunya lewat edukasi literasi digital”.

Program Desa Digital Amartha tidak hanya menyediakan fasilitas internet gratis saja bagi masyarakat sekitar, namun juga secara aktif mengadakan edukasi tentang penggunaan internet yang baik agar penyediaan fasilitas ini dapat dioptimalkan. Edukasi diimplementasikan melalui kegiatan diskusi digital bersama narasumber ahli, nonton bareng (nobar) video edukasi digital, hingga creative workshop yang dapat meningkatkan kapabilitas para pelaku usaha ultra mikro.

Andi Liu, Kepala Desa Balaesang, mengaku menyambut baik dan mendukung inisiatif ini. Katanya, “Warga desa memiliki minat yang cukup tinggi untuk mengadopsi teknologi yang diharapkan dapat menunjang aktivitas mereka. Namun tidak banyak warga di desa ini yang mengetahui cara memanfaatkan internet untuk meningkatkan produktivitasnya. Dengan adanya penyediaan fasilitas internet gratis sekaligus edukasi literasinya, kami optimis para pelaku usaha, pelajar, ibu rumah tangga, dan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari Amartha.org dalam menyejahterakan desa kami”. 

Sebagai informasi, Amartha Foundation atau Amartha.org merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan Amartha yang mengedepankan keseimbangan antara kinerja bisnis dan peningkatan taraf hidup bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Amartha.org memiliki tiga pilar Sustainability atau berkelanjutan yang mencakup beragam sektor, seperti Amartha Lestari, Amartha Madani, dan Amartha Bestari. Adapun program Desa Digital ini masuk ke dalam pilar Amartha Madani, di mana pilar program fokus pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha ultra mikro, anggota tim, dan komunitas.

“Dampak di masa mendatang yang diharapkan dari inisiatif ini adalah, melalui penyediaan akses internet berkecepatan tinggi gratis, lebih dari 10.000 pelajar di daerah terpencil dapat mengakses materi pembelajaran secara daring. Meskipun saat ini cakupan wilayahnya masih terbatas, namun Amartha.org senantiasa berupaya menjangkau lebih banyak lagi pedesaan di Indonesia untuk menjadi Desa Digital. Amartha.org percaya bahwa kesejahteraan merata dapat diraih dengan memberikan akses bagi mereka yang berada di segmen piramida terbawah, yakni akses layanan keuangan dan teknologi yang  inklusif, serta pendampingan usaha secara berkala”, tutup Aria.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here