Kuliner Ramadan: 5 Kudapan Pembatal Puasa yang Banyak Dicari

0
31
kuliner ramadan
Ilustrasi kuliner ramadan, klepon ubi ungu. Photos by istockphoto

Saat ini, terdapat banyak sekali varian kudapan di Indonesia yang mengadopsi resep luar negeri. Ini menyebabkan persaingan yang keras dengan kudapan tradisional asli Indonesia. Namun, kabar baiknya, kudapan tradisional tetap menjadi jawara ketika bulan Ramadhan.

Terdapat sejumlah kudapan tradisional yang tetap menjadi referensi kuliner Ramadan. Bahkan, beberapa di antaranya pun mampu menjadi pembatal puasa karena aroma dan rasanya yang begitu lezat menggugah selera makan.

Ingin tahu apa saja kudapan pembatal puasa? Untuk mengetahuinya, berikut adalah 5 kudapan tradisional legendaris tersebut.

1. Kuliner Ramadan Serabi

Makanan khas Surakarta, Jawa Tengah ini merupakan jajanan Ramadan yang terbuat dari tepung dan biasanya dilumuri oleh kuah santan. Rasanya gurih apalagi jika disajikan dalam keadaan hangat.

Oh iya, varian rasa serabi saat ini bervariasi. Jika dulu hanya tersedia rasa original saja, sekarang sudah melakukan inovasi sehingga terjadi pembaharuan rasa seperti rasa cokelat, kelapa muda, pisang, keju, dan lain sebagainya.

Eksistensi serabi biasanya terdapat pada bazar kuliner Ramadan, pasar tradisional, dan penjual serabi yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. Untuk membeli serabi, kamu hanya merogoh kocek sekitar Rp4 ribu rupiah saja per bundaran kecil.

Baca Juga: Jual Takjil Online, Peluang Bisnis Terbaik di Tengah Pandemi

2. Putu Mayang Bihun

Seperti namanya, kuliner khas Ramadan asal Betawi ini terbuat dari bihun dan dilumuri oleh kuah kinca yang terbuat dari perpaduan santan dan gula merah. Kudapan yang biasa berwarna pink, putih, dan hijau ini sangat lezat dan segar.

Kelezatan tersebut sangat digemari oleh orang-orang. Jadi, meskipun penjual putu mayang bihun sekarang super duper langka, masyarakat masih membuatnya melalui resep yang tersedia di Internet.

Sedikit informasi, ternyata putu mayang bihun memiliki saudara dari India yaitu bernama putu mayam. Keduanya hampir sama, namun yang membedakan adalah tekstur dan ukurannya saja.

3. Kue Lapis Sagu

Lagi-lagi, kuliner Ramadan yang satu ini juga berasal dari betawi. Seperti namanya, sudah pasti kue lapis ini terbuat dari tepung sagu. Kudapan bertekstur kenyal dan terasa manis ini sangat dicari ketika puasa.

Karena berlapis, kue ini memiliki varian warna macam-macam. Mulai dari 2 warna sampai 4 warna atau lebih. Umumnya, kue lapis sagu memiliki paduan warna merah muda, putih, hijau, dan warna lain menyesuaikan selera pembuatnya.

Mengenai harga, biasanya kue lapis sagu per satu kotak loyang dibanderol mulai dari Rp45-135 ribu. Bahkan bisa lebih, jika kualitasnya benar-benar top. Kalau kamu sudah kebelet untuk membatalkan puasa, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

4. Kue Lumpur

Kuliner Ramadan yang satu ini merupakan kue berwarna kuning pucat yang terbuat dari tepung terigu, santan, telur, dan kentang. Kue ini sangat lezat, apalagi saat ditambahkan kismis di atas permukaannya.

Kudapan yang lumer sangat populer di Indonesia dan saat ini terdapat berbagai inovasi varian rasa yaitu seperti nangka, greentea, durian, keju, kelapa muda, coklat, dan lain sebagainya.

Harga kue lumpur bermacam-macam. Namun biasanya Rp25-30 ribu per box. 

Baca Juga:
Perhatian! Ini 7 Hal yang Membatalkan Puasa

5. Kuliner Ramadan Klepon

Terbuat dari adonan tepung ketan yang diisi gula merah dan ditaburi parutan kelapa, makanan favorit di bulan Ramadan yang berasal dari Jawa ini keberadaannya tidak pernah absen dan selalu dinantikan masyarakat Indonesia ketika puasa. 

Muncratan gula merahnya dan tekstur kenyalnya saat dimakan merupakan hal yang paling diingat dari kudapan berbentuk bulat ini. Makanan ini biasanya eksis di pasar tradisional maupun toko kue. Untuk harga per 4 butirnya, ia dibanderol Rp2-4 ribu.

Nah, jadi itulah 5 kudapan pembatal puasa yang banyak dicari masyarakat. Ngomong-ngomong, masih ada banyak pelaku usaha kudapan yang kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan modal.

Namun, kamu bisa dorong mereka melalui akses permodalan di P2P Lending Amartha. Dengan sistem imbal hasil kamu bisa dapat keuntungan dari pendanaan sampai 15% flat per tahun. Ayo modalin dan berdayakan UMKM kuliner!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here