Home Perempuan Tangguh Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri dan Pemilik Kosmetik Wardah

Kisah Sukses Nurhayati Subakat, Pendiri dan Pemilik Kosmetik Wardah

|

|

|

Siapa sih yang sekarang tidak kenal dengan merek Wardah? Merek kosmetik yang berdiri sejak tahun 1995 ini sekarang telah menjadi sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, Wardah memegang 30% market share pasar kosmetik di Indonesia. 

Perusahaan kosmetik asli Indonesia ini telah mempunyai pabrik seluas 20 hektar dan mempekerjakan 12.000 karyawan. Wardah juga telah memiliki kapasitas produksi lebih dari 95 juta produk personal care dan make up. Bahkan, saat banyak perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan saat pandemi, Wardah malah menyumbang Rp 40 miliar untuk membantu penanggulangan Covid-19. 

Cara Mudah Memilih Make Up Halal Untuk Wanita Muslim

Perlu kamu tahu, Wardah yang menggunakan PT Paragon Technology and Innovation (PTI) sebagai badan hukumnya ini didirikan oleh Nurhayati Subakat. Meski kini telah sukses sebagai pendiri dan pemilik Wardah, Nurhayati pun mengalami jatuh bangun saat merintis Wardah. Nah, yuk simak kisahnya! 

Perjalanan Hidup Nurhayati Subakat 

Nurhayati lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 27 Juli 1950. Ia merupakan putri kedua dari delapan bersaudara yang berasal dari Minangkabau. Seusai menamatkan sekolah Diniyah Putri, beliau pindah ke Padang. Pada kala itu, ia bersekolah sambil membantu usaha orang tuanya. Kemudian, Nurhayati melanjutkan pendidikannya di Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seusai lulus dari ITB, Nurhayati kembali ke Sumatera Barat dan bekerja sebagai apoteker di rumah sakit umum Padang. Setelah merasa cukup berbakti di kampung halaman, Nurhayati pun memilih pindah ke Jakarta dengan bekerja sebagai staf quality control di sebuah perusahaan kosmetik terkenal. 

Hemat Beli Kosmetik Dengan 5 Tips Berikut!

Saat bekerja, Nurhayati termasuk dalam daftar karyawan yang punya kinerja bagus. Namun, ketika kariernya sedang melambung sukses, ia malah memilih untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan mencoba merintis bisnis sendiri. 

Pada tahun 1985, Nurhayati memulai bisnisnya berupa home industry dengan seorang tenaga kerja yakni pembantu rumah tangganya sendiri. Produk pertamanya ialah sampo dengan merek Putri. Pelan-pelan, Nurhayati mulai memperkenal produk samponya di banyak salon yang berada di wilayah Jakarta. Pelan tapi pasti, produk Nurhayati pun kemudian mulai diterima dan dikenal masyarakat. 

Namun, di tengah kesuksesan tersebut, pabriknya tiba-tiba mengalami kebakaran setelah lima tahun beroperasi. Usaha yang susah payah ia rintis akhirnya harus hangus terbakar. Insiden terbakarnya pabrik ini membuat usaha produk sampo milik Nurhayati menjadi goyah. Bahkan, ia nyaris memutuskan untuk menutup usahanya ini. 

Merintis Wardah 

Di tahun 1995, Nurhayati memutuskan untuk merintis usaha baru dari nol. Bermodalkan uang tabungan suaminya, ia putuskan untuk kembali membangun pabrik lamanya. Nurhayati bertekad untuk mengembangkan produk baru berupa kosmetik yang menargetkan konsumen muslimah. Di tahun ini, ia resmi mengenalkan Wardah ke masyarakat Indonesia. 

Tidak butuh waktu lama, kosmetik Wardah buatan Nurhayati cepat diterima masyarakat. Apalagi, Wardah dipasarkan dengan berbagai strategi marketing yang cukup efektif, salah satunya Multi Level Marketing (MLM). Setelah modal dan laba yang dihasilkan Wardah terus berkembang, Nurhayati terus memperluas jaringan pasar produknya dengan berekspansi ke negara tetangga, Malaysia. 

Tetap Aktif dan Percaya Diri Walau Berhijab, Begini Caranya!

Saat ini Wardah menjadi salah satu produk kosmetik terbesar di negeri ini yang menjadi langganan kalangan menengah ke atas. Banyak tokoh wanita dan selebritas yang memakai produk Wardah dan menjadi bintang iklannya, seperti Inneke Koesherawati dan Dian Pelangi.

Wardah dengan PT Paragon Technology and Innovation sebagai badan hukumnya, kini menaungi setidaknya 300 item kosmetik seperti Wardah, Emina, dan Make Over. Size bisnis segmen muslimah ini pun kian melebar lantaran bertumbuhnya segmen lifestyle dan fashion muslim. 

Perjalanan hidup Nurhayati yang mengalami jatuh bangun saat merintis Wardah tentunya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Nah, kamu juga bisa loh berinvestasi sekaligus mendukung kesuksesan usaha mikro dengan bergabung menjadi pendana di Amartha. Kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Selain itu, pembayaran angsurannya juga dapat diambil kapan saja.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...