Gabung Fintech, Atih Sukses Budidayakan Palawija hingga Pepaya Kalina

    0
    305
    Atih, Petani Pepaya
    Atih, Petani Pepaya

    Ira Susilawatih, Ibu berusia 31 tahun ini merupakan salah satu mitra Amartha yang sukses menekuni usaha di bidang pertanian. Amartha adalah perusahaan investasi P2P Lending yang menghubungkan pendana di kota kepada peminjam khususnya perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui akses permodalan.

    Setiap pagi ibu dua anak yang akrab dipanggil Atih ini selalu pergi ke kebun dan sawah untuk bercocok tanam. Biasanya Atih menanam padi dan palawija, yang nantinya ia jual ke pedagang–pedagang di pasar ketika musim panen tiba.

    Atih sudah menekuni usaha pertanian padi dan palawija selama kurang lebih 5 tahun, terhitung dari tahun 2009, lalu di tahun 2013 Atih bergabung menjadi salah satu mitra Amartha.

    Selama 4 tahun Atih bergabung menjadi mitra, selama itu pula Atih terus merajut asa serta gigih dalam menekuni usaha pertaniannya agar kelak ia dan keluarganya mampu mencapai kesejahteraan ekonomi yang makin baik.

    Impian, Gigih, dan Terus Berusaha

    Tiga kata inilah yang mampu menggambarkan sosok Atih yang selalu  berupaya dengan gigih dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Dalam sekali panen Atih berhasil meraih penghasilan hingga jutaan rupiah, penghasilan petani padi dan palawija ini tentu membuat banyak orang terkesima. Dari usaha yang dianggap sepele oleh banyak orang, Atih justru mampu menjadikannya ladang pencaharian yang dapat memberikannya penghasilan yang cukup bagi keluarganya.

    Keikutsertaan Atih menjadi mitra Amartha, sebuah perusahaan finansial teknologi yang fokus dalam menyalurkan pembiayaan pada masyarakat unbanked dengan platform peer to peer lending nya, membuat usaha Atih kian berkembang.

    Jika semula Atih hanya menanam padi dan palawija, di tahun 2013 Atih mulai membudidayakan pepaya Kalina. Modal usaha sebesar 2,6 juta di tahun 2013 yang ia peroleh saat baru bergabung dengan Amartha, ia gunakan untuk modal usaha bertani papaya Kalina. Dana modal usaha tersebut ia gunakan untuk  membeli bibit dan juga pupuk.

    “Saya gabung dengan Amartha dari tahun 2013, dan sekarang sudah 4 tahun bergabung dengan Amartha, tahun pertama saya dapat 2,6 juta, langsung saya jadikan modal untuk beli bibit Pepaya Kalina sama pupuknya, mau coba budidaya Kalina juga.” Tutur Atih menceritakan rencana usahanya ke depan.

    Kecermatan Atih dalam memanfaatkan peluang, merupakan salah satu kunci sukses Atih dalam membudidayakan papaya Kalina, dimana pepaya Kalina yang ebih dikenal dengan sebutan papaya California ini mulai banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat dan pecinta buah khususnya, sehingga membuat permintaan pasar akan buah yang identik dengan rasa manis dan daging buahnya yang tebal ini terus meningkat.

    Dulu pendapatannya hanya sekitar 2 juta setiap bulannya, kini setelah usaha taninya kian berkembang ia dapat meraup omzet hingga 4.5 juta dalam satu bulan. Dan hal tersebut merupakan peluang yang dimanfaatkan betul oleh Atih, untuk mengembangkan usaha pertaniannya.

    Tak Patah Arang, Bangkit dari kegagalan

    Kesuksesan Atih yang ia raih dalam usaha pertaniannya saat ini, bukan berarti ia lalui tanpa adanya kegagalan. Beberapa kali Atih pernah gagal dalam usaha pertaniannya, tanaman padi yang rusak, palawija yang kualitasnya menurun hingga mengalami kerugian karena gagal panen. Namun hal tersebut tidak pernah sekalipun menyurutkan niat dan semangat Atih untuk terus berusaha mengembangkan usahanya.

    Yah kalau gagal sih pernah, namanya juga usaha pasti adakalanya pernah gagal, tapi saya usaha terus,supaya berhasil, jangan mudah menyerah , kalau rejeki pasti sudah ada yang atur, apalagi saya usaha begini supaya anak bisa kuliah semua nanti.” Kata Atih.

    Memiliki 2 anak yang masih bersekolah menjadi semangat utama Atih untuk terus gigih dalam usahanya. Baginya mimpi untuk menyekolahkan anaknya hingga ke bangku kuliah adalah suatu hal yang terus ia perjuangkan. Selain itu tekad Atih untuk membantu menambah pundi–pundi penghasilan keluarga membuatnya tak patah arang dalam menekuni usaha pertaniannya.

    Penghasilan suami Atih dari hasil ternak kambing, ia kelola untuk kebutuhan hidup sehari–hari dan membiayai kebutuhan sekolah anak–anaknya, sedangkan penghasilan Atih dari hasil pertaniannya ia sisihkan untuk ditabung untuk biaya pendidikan dan kesehatan keluarganya.

    Terus Fokus Kembangkan Usaha

    Dari hasil bertanam padi, palawija dan papaya Kalina, Atih berhasil mendapatkan pendapatan dua kali lipat lebih besar dari penghasilan sebelumnya. Bagi Atih kesuksesannya dalam menekuni usaha pertanian berangkat dari kegigihan dan fokus dalam melihat peluang–peluang yang ada.

    Atih punya prinsip tersendiri dalam menjalankan usaha, yaitu ia  harus fokus, sehingga ia mampu melihat dan memanfaatkan peluang–peluang yang datang. Dari hasil usahanya yang fokus di bidang pertanian, kini Atih berhasil menjadi petani padi, palawija dan pepaya Kalina yang sukses, dengan luas kebun yang makin besar dan produksi papaya yang makin banyak.

    Hal ini menunjukkan bahwa, sektor pertanian juga mampu memberikan peluang yang menjanjikan jika kita mampu fokus serta gigih dalam menekuni usaha tersebut. Kini dari penghasilan bercocok tanam yang ia tabung sedikit demi sedikit selama 4 tahun,  Atih mampu merenovasi rumahnya, sehingga lebih layak dan nyaman untuk dihuni.

    Bersama P2P Lending Amartha Atih mampu membuktikan bahwa kegigihannya dalam menekuni usaha pertanian telah mampu memberikannya kehidupan yang lebih baik. Melalui pembiayaan modal usaha yang diberikan, Amartha telah membantu lebih dari 60.000 perempuan seperti Atih untuk mencapai ekonomi yang lebih baik dan makin sejahtera.

    Ayo dukung para perempuan pengusaha mikro di pedesaan dengan mendanai mereka melalui platform investasi Amartha. Yuk daftar sekarang!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here