Kiamat ATM di Depan Mata, Gimana Nasib Uang Tunai?

0
212
Ilustrasi mengambil uang di ATM. sumber: www.istockphoto.com
Ilustrasi mengambil uang di ATM. sumber: www.istockphoto.com

ATM atau Anjungan Tunai Mandiri menjadi salah satu fasilitas yang diberikan oleh pihak perbankan. Bila dulunya masih sering digunakan, beberapa waktu belakangan ini muncul hembusan kabar jika fasilitas ini akan kiamat. 

Dengan seiring kemajuan zaman, adanya kabar tersebut memang bukan menjadi hal yang tidak mungkin. Lebih-lebih mengingat jika sekarang ini banyak transaksi dilakukan dengan cara non tunai. 

Tanda Kiamat ATM Disampaikan Bos BI

Gubernur Bank Indonesia yaitu Perry Warjiyo memberikan fakta yang paling baru mengenai kiamatnya fasilitas dari bank ini. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari peningkatan transaksi perbankan dengan cara digital. 

Contohnya saja, seluruh  layanan perbankan tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp51 ribu triliun. Hal tersebut disampaikannya ketika acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau Fekdi 2022 di Bali beberapa waktu yang lalu. 

Perry juga menambahkan, transaksi ekonomi serta keuangan digital terus menerus mengalami perkembangan yang pesat. Transaksi e-commerce pada tahun ini saja mengalami kenaikan hingga 31% menjadi Rp536 triliun. Uang elektronik juga mengalami peningkatan hingga Rp360 triliun, atau naik hingga 18%. 

Oleh sebab itu, Perry menuturkan ekonomi digital menjadi salah satu penyelamat untuk Indonesia agar dapat keluar dari adanya krisis ekonomi pandemi COVID-19. Dengan adanya sinergi serta kolaborasi yang erat, Indonesia selamat dari COVID-19 serta didukung adanya kecepatan ekonomi keuangan digital. 

Baca Juga: Bangga! Viral ATM di Indonesia Lebih Canggih Dari Amerika

Bila melihat kembali data yang diperoleh BI, nilai transaksi uang elektronik di bulan Mei 2022 mengalami pertumbuhan hingga 35,25% yoy / year on year atau di angka Rp31 triliun. 

Kemudian transaksi digital banking, nilainya mengalami peningkatan hingga 20,82% atau sekitar Rp3.766,7 triliun. Beralih ke nilai transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu ATM, kartu kredit serta kartu debit. 

Transaksi keuangan dengan menggunakan kartu ini hanya mengalami peningkatan 5,43% yoy sehingga mencapai Rp630,9 triliun. Tentu saja Bank Indonesia sebagai sebuah otoritas moneter juga terus menerus memberikan dukungan pada sistem pembayaran digitalisasi. 

Pada tahun lalu, BI meluncurkan digitalisasi pada pembayaran transaksi ritel serta jalan tol. Sebelum COVID-19 datang, di bulan Mei tahun 2019, BI sudah meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. 

Perry menjelaskan, dalam 5 tahun, sistem pembayaran akan menjadi digital, karena tidak terdapat transaksi ekonomi serta keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran. 

Bagaimana Cara Ambil Uang Jika ATM Musnah?

Ketika muncul kabar masa depan ATM yang kiamat, pasti salah satu pertanyaan yang kamu utarakan adalah bagaimana cara mengambil uang nantinya? 

Pada dasarnya, BI terus menerus mendorong inovasi pembayaran dan terus menjaga lancarnya sistem pembayaran. Di waktu yang berbeda, Ketua Perbanas atau Perhimpunan Bank Indonesia menuturkan jika ancaman kiamat kartu ATM muncul dari peningkatan transaksi pembayaran digital di Indonesia. 

Sehingga, nantinya tantangan bagi bank adalah mempensiunkan model lama dan memunculkan yang baru. Selain itu, semakin lama transaksi juga lebih banyak menggunakan transaksi digital, sehingga kita tidak perlu lagi mengambil uang dengan cara tunai. 

Konsumen sekarang inilah yang paling diuntungkan dengan adanya perubahan tersebut karena 5 tahun lalu hanya terdapat beberapa pilihan pembayaran yakni transfer, kartu kredit dan kartu debit. Tetapi sekarang terdapat cara lain, yakni menggunakan dompet digital. 

Meskipun banyak berita akhir zamannya fasilitas ATM, tetapi bukan berarti itu bisa mempengaruhimu untuk tidak melakukan investasi bukan? Meskipun fasilitas ATM ini tidak lagi ada, kamu tetap bisa dengan mudah melakukan investasi dengan menjadi lender di microfinance marketplace Amartha. Di sini, kamu bahkan bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun dari hasil modalin mitra Amartha.

Download aplikasi Amartha di Android

Download aplikasi Amartha di iOS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here