Keterbatasan Listrik Tak Halangi Rustaini Penuhi Kebutuhan Keluarga

|

|

|

Tantangan menjadi pelaku usaha UKM di Indonesia tidak hanya mengenai modal kerja saja, tetapi juga sarana dan prasarana seperti misalnya listrik.

Hidup di pedesaan dengan akses yang terbatas pada listrik dan modal kerja tidak melunturkan semangat Ibu Rustaini, pengrajin tikar sekaligus mitra usaha Amartha asal Padamaran, Sumatera Selatan.

Usaha tikar anyaman sudah digeluti Ibu Rustaini sejak lama. Usaha ini merupakan usaha turun temurun dari orangtuanya, dan termasuk keterampilannya dalam menganyam tikar. Dalam satu bulan, keterampilan dari jari jemari Ibu Rustaini berhasil menjual menjual sebanyak satu sampai dua kodi tikar. 

“Kalau gak mati listrik, saya bisa menganyam satu tikar dalam satu jam. Tapi kalau mati listrik, saya butuh waktu lebih lama sekitar dua sampai tiga jam untuk menganyam satu tikar,” jelas perempuan beranak satu itu.

500 Ribu Mitra Aktif Tumbuh Bersama Amartha Selama Pandemi

Daerah kediaman Ibu Rustaini kerap kali mengalami pemadaman listrik. Dalam satu hari, pemadaman dapat berlangsung selama satu sampai dua jam. Dan kondisi ini berlangsung hampir setiap hari.

Dalam sesi wawancara, iya mengutarakan bahwa pemadaman dalam satu minggu berlangsung selama lima kali dan total dalam satu bulan mencapai 20 kali.

Keadaan ini diakui oleh Ibu Rustaini sebagai penghambat dalam melakukan usaha, terlebih saat lampu padam di malam hari. Ia terpaksa harus mengandalkan lilin untuk menyelesaikan pesanan tikar guna memenuhi kebutuhan sekolah sang anak yang masih kelas 1 Sekolah Dasar.

Penurunan produktivitas Ibu Rustaini berdampak pada pendapatannya. Saat pedamanan yang panjang, ia tidak dapat memenuhi pesanan tikar sehingga harus membeli tikar jadi kepada orang lain di mana keuntungan yang didapatkan semakin sedikit dibanding saat ia harus membuatnya sendiri.

Bu Rustaini adalah satu diantara banyak warga desa yang menggantungkan hidupnya pada terang lampu. 

Program #NyalakanDesa dari Amartha

Melalui kampanye #NyalakanDesa, Amartha mengajak publik untuk gotong-royong menghadirkan 1.000 lampu surya kepada daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses listrik.

Anda dapat terlibat untuk ikut #NyalakaDesa dengan cara berdonasi melalui Kitabisa. Dari donasi publik yang terkumpul, Amartha akan menyalurkan 1.000 lampu surya kepada 5 desa di Sumatera Selatan yang mengalami keterbatasan akses listrik.

Dari setiap lampu surya yang menyala, Anda telah terlibat dalam membantu para ibu untuk menjalankan usaha, anak-anak untuk belajar, dan masih banyak lagi yang akan terbantu dengan bantuan Anda.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...