Ketekunan Ibu Misri Dari Buruh, Hingga Punya Karyawan Sendiri

0
119

Ditemui di ‘kampung pengrajin dudukan matic’, Ibu Misri menceritakan kisahnya saat menjadi buruh pengrajin rotan.

“Dulu jadi buruh pengrajin rotan lumayan capek dan waktu yang tidak sesuai karena mengikuti yang punya usaha. Alhamdulillah saat ini sudah bisa membuka usaha sendiri berkat bantuan dari Amartha.”

Berdomisili di Cirebon, Ibu Misri sebagai perempuan pengusaha mikro di bidang kerajinan rotan ini, telah bergabung sebagai mitra Amartha sejak 2018.

Saat ditemui di tempat kerajinannya, Ibu Misri menceritakan pengalamannya bergabung dengan Amartha. “Saya sangat terbantu dengan adanya Amartha, karena dulunya saya tidak memiliki mesin sendiri dan suami harus bekerja sebagai kuli di pabrik. Tapi Amartha percaya pada kemampuan saya sehingga saya bisa mendapatkan pinjaman yang saya gunakan untuk mengembangkan usaha kerajinan rotan tanpa jaminan apapun.”

Setelah membuka usaha di rumah, Ibu Misri jadi memiliki waktu yang lebih banyak, diantaranya bisa mengantar anak sekolah. Bahkan saat ini, suami pun ikut membantu menjadi pengrajin, sehingga tidak perlu jauh bekerja di pabrik lagi.

Modal yang Ibu Misri dapatkan ia gunakan untuk memproduksi rotan menjadi kursi untuk anak-anak. Dari usahanya itu, Ibu Misri bersama dua karyawannya mampu menghasilkan lebih dari 120 kursi rotan/minggu yang bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp2 juta per minggu.

Keuntungan tersebut diakuinya bisa digunakan untuk biaya sekolah dan membeli motor untuk keperluan sehari-hari agar lebih mudah.

Harapan Untuk Para Pengrajin Muda

Semangat ibu Misri tidak berhenti hanya mencari uang untuk menghidupi keluarga, ia dengan senang hati membuka kursus gratis ketika ada generasi muda yang ingin belajar menjadi pengrajin.

Ia berharap semakin banyak pengrajin muda yang antusias dan menjadi penerus agar budaya pengrajin tidak luntur tergerus zaman. Semangat Ibu Misri sama dengan Amartha yang ingin membuat harapan dan usaha para perempuan hebat semakin berkembang.

“Saya juga sangat berharap, akan semakin banyak orang yang mau mendanai di Amartha agar semakin banyak pula ibu yang terbantu” tutup Ibu Misri.

Sebagai perusahaan teknologi digital, Amartha menjembatani kebutuhan modal usaha perempuan pengusaha mikro di pedesaan dengan para pendana di kota, melalui platform pendanaan Amartha.

Ayo bantu lebih banyak pengrajin melebarkan sayapnya dengan modalin mitra mulai dari 100 ribu. Sebagai pendana (lender) kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil mencapai 15% flat per tahun.

Menerapkan prinsip bisnis yang berkelanjutan dan transparansi, setiap pendana dapat memonitor portofolio mitra secara mingguan di aplikasi Amartha. Amartha juga sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here