Kesuksesan Kopi Kenangan di Tangan Edward Tirtanata

|

|

|

Tren kopi kekinian terus berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir di Indonesia. Hal ini juga ditandai dengan menjamurnya gerai kedai kopi di berbagai tempat di Indonesia.

Tidak hanya didominasi oleh gerai kopi asing seperti Starbucks, brand-brand kopi lokal pun mulai unjuk gigi di tengah tren ini, salah satunya adalah Kopi Kenangan.

Merek Kopi Kenangan begitu populer di Indonesia beberapa waktu ini. Kedai kopi lokal ini sukses merebut lidah masyarakat Jakarta, khususnya kalangan milenial. Gerai Kopi Kenangan tumbuh cepat di sejumlah titik strategis ibu kota, terutama di sekitar area perkantoran dan mal.

Pesatnya perkembangan dari Kopi Kenangan sendiri tidak lepas dari tangan dingin salah satu pendirinya, Edward Tirtanata. Kala itu, Edward bersama rekannya, James Pranoto membesut kedai kopi tersebut di tahun 2018 lalu. Pada awal berdiri, Kopi Kenangan memiliki delapan gerai.

Membuka Bisnis F&B Sebelum Kopi Kenangan

Sebelum sukses dengan Kopi Kenangan, Edward sudah jatuh bangun sebagai pengusaha dengan merintis bisnis Food and Beverage (F&B) bernama Lewis & Carrol Tea.

Pria lulusan Northeastern University ini membuka usaha tersebut sejak tahun 2015 di teritori Jakarta Selatan. Ia memperoleh ide ketika Ibunya bertandang ke toko teh di Boston, Amerika Serikat.

Di kedai tehnya ini, konsumen bisa mencoba mencium berbagai macam aroma teh yang diinginkan sebelum diracik menjadi suguhan istimewa. Setelahnya ia pun membuka kedai Kopi Kenangan lantaran pengalamannya sebagai penikmat dan peminum kopi.

Ia merasa tidak menemukan gerai kopi yang menyediakan kopi berkualitas dengan harga namun terjangkau dari segi harga. Bagi Edward, yang terpenting dari minuman kopi adalah kualitas minuman kopi itu sendiri, bukan fasilitas.

Bermodalkan Rp 150 juta hasil patungan, pria kelahiran Bandung Tahun 1988 ini bersama rekannya, James Pranoto membuka gerai pertama Kopi Kenangan di Menara Standard Charted, Kuningan, Jakarta Selatan. Di Gedung itu, Kopi Kenangan harus bertemu dengan 3 gerai kopi lain yang sudah menjadi pemain lama di industri kopi.

Baca Juga: Tips Sukses Usaha Warung Kopi Modal Kecil

Nama Kopi Kenangan sendiri karena Edward terinspirasi saat membeli air mineral yang memiliki slogan ‘kenangan’ di dalamnya. Menurut pria kelahiran Bandung tahun 1988 ini, kata Kenangan mengandung makna yang begitu dalam dan terlihat mahal.

Keberanian menggarap peluang baru dalam bisnis kopi di area perkantoran ternyata membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Di hari pembukaan, Kopi Kenangan mampu menjual 700 gelas.

Berkat aplikasi ojek online juga kopi grab and go ini mulai dikenal oleh orang-orang di luar Menara Standard Chartered, 60-70 persen penjualan Kopi Kenangan saat itu berasal dari aplikasi ojek online.

Hanya dalam kurun waktu 3 bulan, Edward berhasil membalikkan modal dari gerai pertama Kopi Kenangan. Ia pun membuka dua gerai lagi yang pendapatannya berhasil menutupi modal dalam waktu 4 bulan.

Dapat Suntikan Modal dari Jay-Z dan Serena Williams

Di tahun 2018, Kopi Kenangan pun semakin berkembang dengan berhasil mendapatkan suntikan dana investasi sebesar 112 miliar Rupiah dari Alpha JWC Ventures. Berselang satu tahun kemudian, aliran dana sebesar 288 miliar Rupiah diberikan oleh Sequoia India untuk menunjang gerai kopi ini.

Tidak hanya itu, Kopi Kenangan mendapatkan dana lagi sebesar 280 miliar Rupiah dari perusahaan bernama Arrive milik rapper Jay Z dan Serena Ventures milik petenis kelas dunia Serena Williams.

Karena suntikan dana ini, usaha Kopi Kenangan ini pun terus berkembang pesat. Di tahun 2019 lalu, Kopi Kenangan tercatat telah sukses mempunyai 200 gerai dan 1.800 pegawai.

Yang membanggakan lagi, berkat Kopi Kenangan, Edward dan James Prananto masuk dalam daftar 30 Under Forbes Asia 2019 sebagai sosok pemuda inspiratif yang mampu menggabungkan kopi dengan teknologi.

Dari kisah sukses Edward Tirtanata saat merintis Kopi Kenangan ini, kita dapat mengambil kesimpulan tentang pentingnya memiliki ide dan konsep bisnis yang kuat.

Dengan demikian, bisnis yang dibangun akan mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Sedangkan modal usaha untuk mengembangkan bisnis bisa diperoleh dengan menggandeng investor.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Profil 9 Naga Penguasa Ekonomi Indonesia

Dalam dunia perekonomian Indonesia, pasti kamu pernah mendengar istilah “9 Naga”. Istilah ini sendiri merujuk kepada tokoh-tokoh pengusaha yang kebanyakan keturunan Tionghoa...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.