Kesalahan Investor Pemula Saat Melakukan Investasi

|

|

|

Investasi saat ini semakin disadari oleh masyarakat Indonesia sebagai sarana terbaik untuk mencapai tujuan finansialnya. Meski begitu, banyak investor pemula yang kerap melakukan kesalahan investasi sehingga bukannya mendapat untung malah akhirnya buntung.

Melakukan investasi bagi pemula masih dianggap tidak perlu pengetahuan dasar, yang penting punya dana untuk melakukannya. Padahal, anggapan semacam ini tentunya salah besar. Melakukan investasi untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman sebaiknya tetap didasari dengan perencanaan yang matang.

Tidak memiliki rencana investasi dapat diibaratkan dengan naik kendaraan tanpa tujuan jelas. Investor tidak mengetahui kapan harus berinvestasi, kapan harus merealisasikan keuntungan, atau kapan harus merelakan keuntungan melayang.

Meski sebaiknya jangan sampai terjadi, melakukan kesalahan bisa menjadi pelajaran berharga bagi investor pemula. Dengan begitu, ia bisa belajar dari kesalahannya dan menemukan cara investasi untuk pemula yang paling tepat buat diterapkan.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Modal 100 Ribu untuk Investor Pemula

Nah, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh investor pemula saat melakukan investasi!

1. Miskonsepsi Soal Investasi    

Sampai sekarang, masih banyak investor pemula yang belum bisa membedakan antara kegiatan berinvestasi dengan saving (menabung), trading, dan gambling (judi). Sebab, masih banyak yang salah berpikir bahwa kegiatan investasi itu “zero/low risk, high return”.

Akibatnya, banyak investor pemula yang kemudian berinvestasi di produk yang tidak memiliki underlying asset atau future cash flow. Pada akhirnya investasi yang dilakukan tidak dapat memenuhi tujuan keuangannya.

2. Tidak Punya Rencana Jangka Panjang

Dikutip dari Investopedia, seorang yang sukses dalam berinvestasi adalah mereka yang memiliki rencana jangka panjang terhadap investasinya. Lain halnya jika kamu berinvestasi hanya sekadar untuk coba-coba. Bagi kamu yang ingin serius berinvestasi, kamu harus memiliki rencana ke depan.

Rencana paling sederhana yang bisa kamu buat adalah jumlah uang yang akan diinvestasikan setiap bulan. Meskipun dalam pelaksanaannya, kebanyakan investor pemula justru melenceng dari rencana, setidaknya kamu memiliki gambaran.

Setelah memiliki pengalaman dalam berinvestasi, nantinya kamu dapat lebih menjaga investasimu agar sesuai dengan rencana.

3. Melupakan Risiko

Prinsip high risk high return sebenarnya tidak hanya berlaku untuk investasi. Ironisnya, masih banyak investor pemula yang terlalu fokus terhadap iming-iming imbal hasil yang ditawarkan dan melupakan potensi risiko yang dihadapinya. Hal ini juga berlaku di alokasi portofolio yang tidak terdiversifikasi, contohnya hanya berinvestasi pada saham-saham di sektor yang sama.

4. Punya Ekspektasi yang Tinggi Namun Tidak Realistis

Terkadang banyak juga investor pemula yang merasa ia akan berhasil menjadi investor yang sukses dengan cara instan. Misalnya, ketika ada investor pemula yang baru saja memulai kegiatan investasi jangka pendek akan tetapi ingin langsung mendapatkan banyak keuntungan. Hal semacam ini sebenarnya tidak realistis.

5. Tidak Melakukan Diversifikasi Investasi

Diversifikasi ini maksudnya adalah menyebar portofolio yang dimiliki ke berbagai jenis risiko investasi yang ada dengan tujuan mengurangi tingkat kerugian yang bisa saja terjadi. Contohnya, kamu bisa berinvestasi pada beberapa instrumen investasi sekaligus, seperti obligasi, saham, P2P Lending, ataupun logam mulia.

Di saat salah satu instrumen investasi mengalami penurunan nilai, jenis investasi yang lain mampu mengimbangi kerugian yang kamu dapatkan. Hal seperti ini tentu saja tidak bisa kamu dapatkan, jika menginvestasikan seluruh uang pada satu jenis instrumen investasi saja.

6. Emosional  

Pada umumnya, investor pemula seringkali melakukan sebuah tindakan investasi karena faktor emosi. Biasanya karena melihat tren pasar yang berkembang, tanpa menganalisisnya lebih dulu, sehingga hanya ikut-ikutan saat berinvestasi pada salah satu instrumen investasi yang sedang populer.

Contohnya, saat tren cryptocurrency beberapa waktu lalu, banyak orang yang terjun tanpa pengetahuan dasar tentang instrumen investasi tersebut.

Well, itulah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh investor pemula saat melakukan investasi. Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya !

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...