Kenalan dengan Perusahaan Teknologi Finansial dan Jenisnya

0
55
perusahaan teknologi finansial

Daftar Perusahaan Teknologi Finansial yang Cocok untuk Investasi

Perkembangan teknologi tidak hanya menuntut tiap perusahaan untuk beradaptasi tetapi juga berinovasi. Hal tersebut terjadi juga pada perusahaan teknologi finansial yang mulai menggunakan teknologi sebagai sistem utamanya. Finance technology atau Fintech bahkan sudah diakui dan terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan. 

Nah, berikut beberapa jenis perusahaan teknologi yang cocok untuk jadi tempat berinvestasi kaum millenial. 

1. Lending Marketplace

Bila selama ini kamu hanya tahu marketplace dipakai untuk menjual barang-barang kebutuhan seperti pakaian, makanan, peralatan rumah tangga, elektronik, dan sebagainya. Maka, itu anggapan yang kurang tepat. 

Sebab, kini kamu bisa menemukan marketplace yang menyediakan pinjaman secara peer to peer. Di marketplace ini, borrower bisa mengajukan pinjaman kepada para lender. Kemudian, para pemilik dana juga bisa memilih ke mana dana akan diberkan. Salah satu perusahaan teknologi Indonesia yang membangun sistem ini adalah Investree. 

2. Microfinance 

Hampir serupa dengan peer to peer lending. Microfinance merupakan layanan fintech yang menjadi jembatan antara pemberi modal dengan pengusaha di desa yang tidak memiliki akses dalam perkreditan di perbankan. 

Dengan adanya microfinance system ini, para pengusaha yang tinggal di desa dapat meminjam modal untuk dapat membantu mengembangkan usaha yang dikelola. Mereka juga tidak terbebani dengan bunga tinggi yang harus dibayarkan. Untuk para investor sendiri, akan mendapat return terbaiknya. 

Salah satu contoh perusahaan teknologi yang menjadi pionir di bidang microfinance adalah Amartha, yang sudah berhasil mendanai lebih dari 1 juta pengusaha mikro, dengan total investasi mencapai lebih dari 6 triliun rupiah. 

Baca Juga: Tips Pilih Perusahaan Investasi Online Modal 100 Ribu Yang Aman

3. Peer to peer lending

Peer to peer lending adalah layanan jasa dalam bidang finansial yang mempertemukan antara pemilik modal dengan penerima pinjaman. Bila dulu hal ini dilakukan secara manual dan paling banyak ke rentenir, maka kini semua serba digital dan bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi. 

Proses yang dilakukan pun secara transparan, yang mana borrower dapat mengajukan berapa nominal yang akan dibutuhkan dan berapa lama tenor yang akan diambil. Sedangkan lender atau pemberi pinjaman dapat melihat track record peminjam dalam mengembalikan cicilan dan memutuskan sendiri, apakah akan memberikan dananya atau tidak. 

Salah satu perusahaan teknologi finansial yang bergerak di bidang peer to peer lending adalah Amartha, yang lebih memfokuskan pada pendanaan untuk pelaku usaha perempuan Indonesia Dengan begitu, para perempuan Indonesia dapat mandiri dengan memperoleh pinjaman modal untuk mengembangkan usaha mereka. 

4. Crowdfunding

Crowdfunding atau urun dana ialah program penggalangan dana yang dilakukan sekelompok orang secara bersama-sama untuk mendanai suatu proyek atau kegiatan. Bila dulu dilakukan secara manual, kini crowdfunding sudah dapat dilakukan secara digital. 

Salah satu daftar perusahaan teknologi fintech yang bergerak di bidang Crowdfunding adalah Kitabisa.com. Dari platform ini, kamu bisa ikut bergabung dalam beragam kampanye, mulai dari program renovasi rumah masyarakat yang membutuhkan, pendanaan untuk membantu pengobatan, atau bahkan mendanai proyek tertentu. 

Itulah empat perusahaan teknologi yang bergerak di bidang finansial dan cocok jadi tempat berinvestasi untuk kaum milenial saat ini. Dari banyaknya fintech lending yang tersebar, kamu bisa memilih Amartha yang memberikan imbal hasil flat hingga 15% per tahun.

Kamu pun bisa membantu para wirausaha perempuan di desa untuk berkembang dan menaikkan taraf hidup mereka. Jadi, mari berkembang bersama Amartha dan majukan UMKM Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here