Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Investasi di P2P Lending?

0
135
Sumber Foto: Shutterstock

Saat ini, masyarakat semakin diuntungkan dengan berbagai kemudahan dalam melakukan berbagai hal, termasuk urusan investasi secara online.

Hanya dengan modal yang relatif cukup kecil, masyarakat sekarang sudah bisa berinvestasi sejak dini melalui Peer to Peer Lending (P2P Lending). Investasi ini kian populer karena kemudahannya dalam berinvestasi hingga prospek keuntungannya.

Sistem P2P Lending terkenal mudah dan cepat sehingga menjadi pertimbangan seseorang untuk mengakses platform ini, terutama bagi investor pemula.

Sebagai informasi, P2P merupakan suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur). Dalam P2P, uang yang dipinjam akan dikenakan sejumlah bunga. Nah karena sifatnya pinjaman langsung, kamu juga bisa menanamkan modal di platform ini, sebagai investor.

Lantas, kapan sih waktu yang tepat untuk mulai investasi di P2P Lending?

Pertanyaan ini mungkin sering dipikirkan banyak orang dan membuat mereka kerap kebingungan. Hal inilah yang justru menghambat bahkan membuat seseorang mengurungkan niat untuk berinvestasi.

Pada dasarnya, investasi di P2P Lending sama seperti produk investasi lainnya. Karena itu, tidak ada waktu yang pasti dalam berinvestasi di P2P Lending.

Namun, seperti produk investasi lainnya, berinvestasi di P2P Lending bisa dilakukan sedini mungkin saat seseorang memang sudah memiliki penghasilan, baik itu gaji dari hasil kerja atau penghasilan lainnya.

Kenali Ciri-Ciri P2P Lending Paling Aman

Investasi yang dilakukan sedini, termasuk P2P Lending mungkin memberikan keuntungan yang lebih banyak. Semakin cepat kamu memulai, semakin besar keuntungan yang didapat tergantung dengan jangka waktu investasi tersebut.

Walaupun investasi di P2P Lending dianjurkan sedini mungkin, namun ada baiknya kamu tidak usah terburu-buru. Kamu tetap harus melihat skala finansial terlebih dahulu sebelum berinvestasi di P2P Lending, sehat atau tidak.

Jika dirasa sehat, maka investasi di P2P Lending bisa dilakukan sehingga dapat meminimalisir risiko yang terjadi selama berinvestasi. Selain itu, kamu juga harus melakukan financial check-up yang artinya kondisi keuangan yang stabil dengan memiliki emergency fund sebagai cadangan untuk minimal 3 bulan ke depan sebagai dana taktis dan dana darurat.

Inilah Risiko-Risiko Investasi di P2P Lending

Nah, salah fintech P2P Lending yang paling aman dan tepercaya untuk investasi di Indonesia adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech P2P Lending yang menghubungkan pendana urban dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan.

Didirikan pada tahun 2010 silam sebagai microfinance, Amartha akhirnya menjadi perusahaan P2P Lending di tahun 2016. Selama 11 tahun terakhir, Amartha telah menyalurkan pendanaan sebesar 3.5 Triliun kepada lebih dari 650.000 perempuan tangguh di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Tidak hanya menyalurkan modal usaha dari investor kepada perempuan tangguh pengusaha mikro, Amartha juga memberikan pendampingan usaha, pelatihan keuangan, hingga cek kesehatan gratis.

Dengan berinvestasi di Amartha sebagai pendana, para investor juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Apalagi, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.

Karena itu, Amartha sebagai platform fintech P2P Lending Produktif yang aman dan tepercaya bisa menjadi alternatif investasi terbaik. Pasalnya, para pendana atau investor bisa berinvestasi sekaligus menciptakan dampak sosial nyata berupa pemerataan kesejahteraan di pedesaan.

Makanya, yuk bergabung di Amartha!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here