Kakeibo: Teknik Mudah Atur Keuangan Ala Orang Jepang

Kakeibo Teknik Mudah Atur Keuangan Ala Orang Jepang

Jepang tak hanya dikenal dengan sosok Marie Kondo yang mempromosikan metode merapikan barang-barang saja, tapi juga dikenal dengan seni mengatur keuangan yang disebut sebagai kakeibo.

Kakeibo pertama kali dikenalkan oleh Hani Motoko, seorang jurnalis pertama di Jepang pada tahun 1904. Sosok Hani Motoko juga seorang emansipatoris pada masanya. Ia lahir di Prefektur Aomori pada tahun 1873 dan semasa remaja banyak berkecimpung di dunia pendidikan yang menjangkau perempuan-perempuan Jepang kala itu.

Seni mengatur keuangan Kakeibo itu kemudian diangkat kembali oleh Fumiko Chiba dalam bukunya yang berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money (2017). Chiba menuliskan bahwa kakeibo adalah cara ibu rumah tangga Jepang mengelola anggaran.

Pada dasarnya, kakeibo adalah pembukuan mengenai pendapatan dan pengeluaran keuangan. Seperti pelajaran akuntansi di sekolah menengah, kakeibo tidak menggunakan aplikasi, teknologi digital, dan rumus hitungan matematika yang memusingkan. Kakeibo adalah pembukuan keuangan secara konvensional yang ditulis dengan tangan.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengatur keuangan menggunakan metode Kakeibo ini?

Mengutip Evening Standard, metode kakeibo dapat diaplikasikan menjadi: setiap awal bulan mulailah membuat catatan yang berisi detail seluruh pengeluaran Anda, termasuk pengeluaran tetap dan berapa yang akan ditabung. Kemudian mulailah dengan membagi pengeluaran menjadi empat kolom dan kategori berupa:

  • Pertama, kolom survival atau kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan obat-obatan.
  • Kedua, kolom optional atau biaya sekunder seperti camilan, makan di restoran, belanja, hingga rokok.
  • Ketiga, kolom culture atau wawasan seperti buku, film, majalah.
  • Keempat, kolom extra atau pengeluaran tambahan seperti kado pernikahan atau ulang tahun, servis kendaraan, atau perbaikan rumah.

Setelah memuat empat kolom dan kategori tersebut, langkah yang harus dilakukan ialah membuat empat pertanyaan seperti

  •         Berapa banyak uang yang dimiliki?
  •         Berapa banyak uang yang ingin disimpan?
  •         Berapa banyak yang sebenarnya saya belanjakan?
  •         Bagaimana agar bisa mengawasi jumlah pengeluaran ini?

Dengan demikian, kita dapat mengetahui kemana saja uang kita dibelanjakan sehingga di akhir bulan kita bisa menjawab pertanyaan bisakah mencapai target untuk dana darurat dan dana pensiun. Selain itu kita juga bisa mengetahui solusi untuk menghemat atau mencari alternatif penghasilan agar tujuan keuangan kita tercapai.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: