Jadi Stafsus Presiden, Ini yang akan Dilakukan CEO Amartha

Jadi Stafsus Presiden, Ini yang akan Dilakukan CEO Amartha

Tepat tanggal 21 November 2019, pendiri dan CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra mengemban tugas sebagai Staf Khusus Presiden. Pria yang akrab disapa Taufan ini termasuk dalam tujuh milenial yang diangkat stafsus Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Ada tujuh milenial yang terpilih seperti Andi Taufan Garuda Putra (pendiri dan CEO Amartha), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Putri Tanjung  (CEO dan Founder Creativepreneur), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Mambrasar (Pemuda asal Papua), Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise) dan Aminuddin Maruf (mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia atau PMII).

Seperti diketahui, stafsus Presiden merupakan lembaga non struktural yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas Presiden Republik Indonesia di luar tugas-tugas yang sudah dicakup dalam susunan Kementerian dan instansi pemerintah lainnya. Ada 14 stafsus Presiden yang terpilih di kabinet jilid II Joko Widodo (Kabinet Indonesia Maju).

Setelah terpilih menjadi stafsus Presiden, Taufan akan membantu Presiden Jokowi untuk memberikan masukan untuk pembaharuan serta inovasi. 

Baca Juga: Andi Taufan Garuda Putra, Dirikan Amartha untuk Kesejahteraan Merata di Indonesia

 Selama ini,  Andi Taufan berhasil membangun Amaertha sebagai startup fintech peer to peer lending yang fokus memberikan pendanaan untuk pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Amartha telah menjangkau pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. “Bulan Oktober 2019, Amartha telah menjangkau pulau Sulawesi dan Sumatera. Kami akan terus menjangkau pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan,”

Founder dan CEO Amartha bersama ratusan pengusaha mikro Amartha dan tim lapangan Amartha di Ciseeng, Bogor, beberapa waktu lalu.

Dengan berusaha, para ibu turut membantu sang suami untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Amartha yang berdiri sejak 2010 telah menyalurkan sebesar Rp 1,6 triliun kepada  lebih dari 350 ribu para pengusaha mikro perempuan di desa.

Selama membangun Amartha, Taufan ingin agar masyarakat pedesaan mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat perkotaan dalam layanan keuangan. Dia melihat masih banyak masyarakat pedesaan yang sulit mendapatkan pinjaman modal usaha. Padahal, mereka mempunyai potensi yang sangat besar untuk memajukan ekonomi di desa.

Baca Juga: Ciseeng, Saksi Sejarah Berdirinya Amartha

“Amartha sendiri juga turut membantu mencapai sustainable development goals melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan mengurangi ketimpangan pendapatan di pedesaan,” ucapnya.

Salah satu founding father Indonesia, Bung Hatta pernah mengatakan bahwa Indonesia tidak akan maju kalau desa-desanya tidak diberdayakan. Semangat inilah yang senantiasa melandasi Amartha untuk senantiasa melayani segmen mikro pedesaan. 

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: