Investasi Saham, Investasi Penuh Risiko

|

|

|

Investasi saham di masa sekarang menjadi hal yang tidak asing lagi di masyarakat. Seiring gencarnya sosialisasi, perkembangan teknologi dan media sosial turut mendukung saham mulai dilirik masyarakat sebagai instrumen investasi.

Apalagi, banyak orang di masa sekarang yang menganggap keuntungan investasi saham disebut-sebut lebih menarik ketimbang keuntungan investasi lainnya. Investasi saham kini banyak dilirik orang karena dapat menambah isi pundi-pundi kekayaan dalam jumlah cukup besar walaupun besar juga risikonya.

Oleh karena itu penting mempelajari instrumen investasi saham sebelum berinvestasi. Jika sudah siap untuk investasi saham, pastikan juga perusahaan sekuritas yang dipilih telah berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, ketika berinvestasi di saham, sebenarnya ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat yaitu dividen dan capital gain. Meski menawarkan keuntungan, investasi saham tetap punya risiko yang sama besarnya.

Bahkan, investasi saham sebenarnya bukanlah instrumen investasi yang cocok buat pemula. Jika kamu sebagai pemula nekat terjun ke investasi saham tanpa mempelajarinya terlebih dahulu, bisa-bisa uang yang kamu investasikan akan hilang seluruhnya.

Nah, berikut ini adalah beberapa risiko yang bisa kamu rasakan ketika berinvestasi saham:

1. Risiko Tidak Mendapatkan Dividen

Bagi hasil dari perusahaan ke investor sejatinya ditunjukkan dengan dividen. Meski begitu, ada konsep yang harus para investor saham pahami bahwa perusahaan tidak punya kewajiban untuk membagikan dividen. Keputusan untuk memberikan atau tidak membagikan dividen ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2. Risiko Saham yang Dibeli Tidak Likuid

Saham yang tidak populer umumnya kurang diminati, hanya sedikit yang beredar sehingga sulit untuk menjualnya kembali. Jika kamu terjebak membeli saham yang tidak likuid, ada risiko akan kesulitan untuk menjualnya lagi.

3. Risiko Fluktuasi Harga Saham

Perlu kamu tahu tahu, harga saham akan berubah-ubah mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal.

Ada dua jenis penyebab umum yang menyebabkan perusahaan mengalami penurunan harga saham, yaitu yang menyerang semua saham secara keseluruhan atau sering disebut risiko sistemik.

Sementara risiko yang hanya menyerang saham tertentu biasa dibilang sebagai risiko non sistemik. Contohnya, jika kamu memegang saham Medco, maka hanya gejolak harga minyak bumi yang akan mempengaruhi pergerakan harga saham tadi.

4. Risiko Saham Delisting

Delisting merupakan penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga saham tidak bisa ditransaksikan lagi. Delisting dapat disebabkan permintaan sendiri atau pun karena keberlangsungan perusahaan terganggu.

5. Risiko Kehilangan Uang 100%

Ini merupakan risiko paling tinggi yang bisa kamu alami ketika berinvestasi saham. Meski jarang sekali terjadi, karena perusahaan yang kamu beli harus benar-benar bangkrut.

Kebangkrutan perusahaan bisa terjadi jika gagal membayar utang yang terlampau besar, sementara produk bisnisnya tidak berjalan sebagaimana seharusnya.

Jika perusahaan yang kamu beli sahamnya mengalami kebangkrutan, bisa dipastikan kalau uang yang diinvestasikan akan hilang 100%

Itulah beberapa risiko yang bisa didapat ketika berinvestasi di saham. Nah, buat pemula seperti kamu yang mungkin baru mulai berinvestasi, ada baiknya mencoba instrumen investasi lain yang lebih aman seperti P2P Lending Amartha.

Sebagai informasi, Amartha menawarkan keuntungan hingga 15% flat per tahun kepada investor yang mendanai mitra usaha. Amartha adalah perusahaan investasi yang aman karena sudah memiliki izin usaha dari OJK. Jadi, kamu tertarik menjadi pendana di Amartha?

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

money plus amartha

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

Money Plus will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.