Peluang Untung dari Investasi Kos-Kosan vs Kontrakan

|

|

|

Menyewakan properti merupakan salah satu peluang bisnis yang terbilang menguntungkan. Adapun, bisnis punya banyak macam, dua di antaranya adalah usaha rumah kontrakan dan kos-kosan.

Keduanya tentu berpeluang untuk menghasilkan keuntungan yang besar dalam jangka panjang. Meski begitu, kedua jenis bisnis ini tetap punya nilai plus dan minusnya masing-masing.

Nah, untuk kamu yang saat ini sedang mempertimbangkan untuk memilih salah satu dari kedua jenis bisnis ini sebagai investasi, berikut ulasannya!

Investasi Bisnis Kos-Kosan

Nilai Plus

1. Terdapat Peluang Membuka Usaha Lain di Sekitarnya

Pada umumnya, usaha kos-kosan akan beriringan dengan bisnis lain yang membantu memenuhi kebutuhan penghuninya. Sebagai contoh, yaitu laundry, tempat fotocopy untuk mahasiswa, warung, dan masih banyak lagi

2. Lebih Mudah Diawasi

Berbeda dengan rumah kontrakan, di mana kamu akan benar-benar melepaskan rumah kepada penyewa. Ketika berbisnis kos-kosan, kamu bisa tetap mengawasi saat mengelolanya. Untuk lebih mudah, kamu juga bisa mempekerjakan orang yang dipercaya untuk mengelola rumah kos tersebut. Hal ini bisa jadi salah satu tindakan preventif dari kerusakan-kerusakan yang merugikan.

3. Jika Lokasi Strategis, Permintaan Akan Tinggi

Apabila lokasi usaha kos-kosan milikmu berada di lokasi strategis, seperti dekat dengan aktivitas perkantoran atau kampus, permintaan akan kamar kost otomatis akan selalu tinggi. Semahal apapun harga yang ditawarkan, permintaan pasar tetap tinggi.

4. Pemasukan Cenderung Lebih Tinggi dari Rumah Kontrakan

Perlu dipahami, menyewakan kos-kosan butuh usaha lebih dibandingkan menyewakan rumah. Namun, jika dibandingkan, penghasilan dari usaha menyewakan rumah kost jauh lebih besar dibandingkan dari menyewakan rumah secara kontrak. Apalagi jika rumah kost disertai deretan fasilitas berkelas bagi para penghuninya.

Nilai Minus

1. Tinggi Rendahnya Permintaan Sewa Tergantung Lokasi

Lantaran rumah kos lebih sering disewa oleh mahasiswa atau pekerja kantoran, hidup bisnis kos-kosan akan sangat bergantung pada kantor dan kampus di sekitarnya. Jika lokasi kantor atau kampus tersebut pindah, otomatis penyewa pun akan ikut pindah. Hal ini membuat bisnis kos-kosan lebih berisiko ketimbang rumah kontrakan.

2. Harus Rutin Menagih Uang Kos Setiap Bulan

Berbeda dari kontrakan yang masa sewanya tahunan, kos-kosan ini harus dibayar setiap bulan. Hal ini tentunya akan jadi pekerjaan ekstra untuk pemilik usaha kos-kosan karena harus menagih dan mengecek pembayaran tiap penyewa satu per satu.

Belum lagi jika ada penyewa yang bandel dan sering telat bayar. Hal ini juga yang membuat anak kos bisa berganti setiap waktu. Kamu harus mencari lagi penghuni baru agar bisnis kos-kosan bisa tetap berputar.

Investasi Bisnis Kontrakan

Nilai Plus

1. Permintaan Masih Tinggi

Harga rumah sampai sekarang masih cukup tinggi, sementara pemutusan kerja karena pandemi terbilang masih massif. Hal ini membuat tidak sedikit orang, terutama yang sudah berkeluarga, memilih menunda untuk membeli rumah.

Sembari menunggu dana terkumpul, mereka membutuhkan hunian yang layak, dan mengontrak rumah adalah salah satu opsi yang paling sering dipilih. Inilah alasan kenapa rumah kontrakan masih banyak dicari orang, terutama di masa pandemi seperti ini.

2. Uang Sewa Lebih Besar dan Dibayar Pada Awal Penyewaan

Berbeda dengan sistem sewa rumah lainnya yang dibayar berkala, uang sewa kontrakan biasanya dibayarkan di muka. Jadi, kamu tak perlu menagihnya secara berkala, dan yang paling penting tidak perlu berurusan dengan penyewa yang bandel dengan administrasi pembayaran.

3. Bisnis Kontrakan Punya Masa Sewa Lebih Panjang

Rumah kontrakan biasanya disewakan dalam jangka waktu tahunan, atau paling pendek selama 6 bulan. Dengan begitu, kamu tak perlu sering-sering mencari calon penyewa berikutnya dan mengurus peraturan serta perjanjian sewa kepada penyewa baru.

4. Kenaikan Harga Sewa Cukup Tinggi

Pada umumnya, harga sewa kontrakan mengalami kenaikan paling tidak sebesar 5% per tahun. Namun jika kondisi ekonomi sedang bagus, kenaikannya tak tanggung-tanggung bahkan bisa mencapai 15%. Misalnya harga sewa rumah tahun ini sebesar Rp 50 juta per tahun. Di tahun depan, ketika ekonomi bagus, harga sewa bisa meningkat hingga Rp 65 juta per tahun!

Nilai Minus

1. Harus Selektif Memilih Penyewa

Karena si penyewa akan mengontrak dalam jangka waktu yang tidak sebentar, maka pemilik rumah harus pintar-pintar dalam menyeleksi calon penyewa yang baik. Rumah merupakan barang investasi, dan jika salah dalam menerima penyewa, bisa-bisa Anda akan rugi ketika rumah tersebut mengalami kerusakan.

2. Butuh Biaya Perawatan yang Relatif Besar

Ini merupakan salah satu tantangan dalam bisnis kontrakan. Saat kamu mendapatkan penyewa yang menetap hingga 5 tahun atau lebih, tentunya akan ada perubahan pada hunianmu. Apalagi jika si penyewa tidak cukup telaten dalam merawat rumah, kerusakan sangat mungkin terjadi. Untuk mengatasi hal ini, kamu tentunya memerlukan biaya yang relatif besar untuk memperbaiki rumah sebelum disewakan kembali kepada orang lain.

Melihat nilai plus minus dari kedua jenis bisnis ini, tentunya relatif serupa jika diperbandingkan. Adapun, lokasi akan amat sangat mempengaruhi bisnis properti seperti usaha kontrakan maupun kos-kosan. Semoga bermanfaat ya!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...