Inilah Strategi dan Produk Investasi yang Cocok untuk PNS

|

|

|

Bagi sebagian besar orang, menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dianggap lebih aman dalam urusan finansial dibandingkan dengan pegawai swasta.

Dengan berbagai jaminan dari pemerintah, profesi yang satu ini menarik minat banyak orang untuk mencobanya. Apalagi seiring waktu berjalan, profesi PNS semakin menjanjikan karena penghasilannya terbilang tinggi.

Meski tergolong aman, seorang PNS tetap harus bisa mengembangkan penghasilannya lewat investasi. Investasi tentu saja dapat mengantarkan seseorang menuju kesejahteraan.

Para PNS yang berniat untuk berinvestasi dapat mencoba untuk mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti menyisihkan jatah makan di luar bersama keluarga dan membawa bekal makanan ke kantor.  Mengurangi kebiasaan merokok atau jajan dan makan di luar dapat menghemat pengeluaran Rp500 ribu sampai dengan Rp1 juta per bulan.

Setelah berhasil mengubah pola pikir dan menjaga pengeluaran, PNS pada tahap bisa berinvestasi di awal sebesar 10 persen dari pemasukan. Misalnya gaji diterima pada tanggal 1 setiap bulan sebesar Rp10 juta. PNS tadi dapat menyisihkan pada hari itu juga sebesar Rp1 juta untuk berinvestasi.

Lalu, idealnya selain investasi, PNS perlu menyiapkan dana darurat terlebih dahulu. Besaran dana darurat yang harus dikumpulkan PNS sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.

Nah, berikut ini adalah beberapa produk investasi yang cocok untuk para PNS:

1. Reksadana

Produk investasi untuk PNS yang pertama adalah Reksadana. Dengan berinvestasi di reksadana, para PNS akan dibantu oleh manajer investasi (MI) dalam mengelola keuangan. Para Manajer Investasi ini yang akan memantau pasar modal dan mencari tahu apa portfolio investasi terbaik untuk dibeli investor. Jadi, tidak perlu repot melihat pergerakan pasar modal secara berkala.

Ada beragam reksa dana yang bisa dipilih sesuai kebutuhan yaitu, pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Setiap portfolio investasi memiliki risiko dan return-nya sendiri yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko.

Ada tiga profil risiko yang harus diketahui sebelum memilih produk investasi reksadana yaitu, Konservatif, Moderat dan Agresif.

Konservatif adalah orang yang tidak bisa mentolerir risiko dan ingin investasi yang berjalan stabil. Lalu Moderat, adalah orang yang bisa mentolerir risiko namun tidak dengan risiko yang besar dan tak bisa diatasi. Selanjutnya Agresif adalah seorang Risk-Taker yang siap menghadapi risiko sebesar apapun asalkan mendapatkan hasil yang juga besar.

2. Saham

Produk investasi untuk PNS selanjutnya adalah Saham. Saat mendengar nama investasi ini, tidak sedikit orang yang apatis karena saham populer dengan risiko tinggi.

Tidak hanya itu, saham juga disebut memerlukan modal besar untuk memulainya. Tetapi kenyataannya, hal ini akan berbanding lurus dengan return yang dihasilkan, di mana keuntungan dan risiko yang dihasilkan sama-sama tinggi.

Ketika ingin mencoba masuk ke dalam pasar modal dan berinvestasi saham, sebaiknya belajar dulu cara bermainnya dan tidak menginvestasikan lebih dari 5% kekayaan.

3. Peer to Peer Lending

Terakhir, produk investasi yang cocok untuk PNS adalah Investasi Peer to Peer (P2P) Lending. Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara.

Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di Peer to Peer (P2P) Lending. Berdasarkan jenis peminjamnya, P2P lending dibagi dua yaitu P2P lending konsumtif dan P2P lending produktif.

Disebut produktif karena peminjam dananya adalah para pengusaha mikro. Sementara itu yang konsumtif adalah P2P lending yang membebaskan peminjamnya menggunakan uang tersebut untuk apa pun. Dari segi tenor, P2P lending juga beragam. Ada yang setahun, dua tahun, dan bahkan ada hitungan hari saja.

Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending Produktif yang aman dan tepercaya adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan.

Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 600.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan. Sudah berizin usaha dan diawasi OJK, sehingga Amartha merupakan Peer to Peer (P2P) Lending paling aman. Selain itu, Amartha juga menggunakan sistem pengelolaan risiko terintegrasi di lapangan, teknologi, dan jaminan pendanaan dengan asuransi.

Dengan bergabung menjadi pendana di Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata loh. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Menariknya, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Moms, Ini Lho Perkiraan Biaya Imunisasi Si Kecil

Buat bayi, imunisasi adalah hal yang sangat penting didapat mengingat daya tahan tubuhnya masih sangatlah lemah. Sebagai informasi, imunisasi merupakan cara meningkatkan...