Ini Dia 4 Jenis Reksadana Yang Perlu Kamu Tahu

|

|

|

Di masa pandemi Covid-19 ini, kebebasan finansial tentunya menjadi dambaan bagi setiap orang. Salah satu cara yang bisa kamu coba untuk meraih kebebasan finansial adalah dengan berinvestasi. Saat ini banyak produk investasi bermunculan, termasuk reksadana.

Perlu kamu tahu, reksadana merupakan instrumen investasi yang cukup diminati oleh para investor. Reksadana ideal bagi kamu yang hanya punya modal, tidak punya banyak waktu, dan tanpa keahlian untuk menghitung risiko atas investasimu sendiri.

Secara umum, ada 4 jenis reksadana yang beredar di pasaran saat ini. Berikut ini adalah 4 jenis reksadana yang perlu kamu tahu:

1. Reksadana Saham

Jika kamu memiliki ketertarikan dalam dunia saham, reksadana jenis ini adalah pilihan paling tepat. Investasi reksadana jenis ini juga dapat mempermudah kamu yang masih ragu dengan investasi langsung melalui saham.

Karena melalui investasi reksadana jenis ini, kamu dapat masuk dalam dunia saham dengan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan melakukan investasi saham secara langsung. Imbal hasil dalam reksadana saham juga cukup menjanjikan, karena reksadana saham ini dikenal dengan investasi yang dapat menghasilkan namun dengan risiko yang cukup rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Sesuai namanya, reksadana pendapatan tetap punya tujuan untuk memberikan imbal hasil yang stabil. Pasalnya, mayoritas dana pada reksadana pendapatan tetap biasanya dialokasikan di obligasi milik pemerintah atau swasta. Kemudian, sisa dana yang ada akan dialihkan pada jenis instrumen lainnya seperti pasar uang.

Imbal hasil yang bisa  didapat dari reksadana pendapatan tetap tergantung di beberapa hal, termasuk suku bunga acuan Bank Indonesia. Penurunan BI Rate biasanya mendorong peningkatan harga obligasi yang secara tidak langsung menaikkan nilai reksadana pendapatan tetap.

Biasanya, imbal hasil hasil yang akan didapat dari reksadana pendapatan tetap lebih kecil dibandingkan reksadana saham, yakni sekitar 5-10% per tahun. Walau begitu, tingkat risikonya juga jauh lebih kecil sehingga reksadana pendapatan tetap ini cocok buat kamu yang ingin menghindari risiko tinggi dari berinvestasi.

3. Reksadana Campuran

Jenis reksadana ini berfungsi untuk membagi dananya melalui beberapa sektor yakni saham, obligasi, dan sisanya di pasar uang. Reksadana campuran juga banyak dilirik oleh para investor karena dapat memberikan imbal hasil yang relatif tinggi. Namun, reksadana campuran memiliki risiko yang sedikit tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

Untuk reksadana campuran ini sangat cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan keuntungan dari pasar saham namun tidak ingin ketinggalan momentum yang ada dalam pasar obligasi. Menariknya lagi, dalam reksadana campuran, kamu bisa mengalihkan risiko yang ada saat pasar saham sedang menurun.

Jenis investasi reksadana ini sangat cocok buat kamu yang mencari investasi jangka menengah atau investasi yang berjangka waktu 3 hingga 5 tahun.

4. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang akan mengalokasikan seluruh dana pada instrumen pasar uang atau hutang dalam jangka waktu singkat. Contohnya, investasi yang dilakukan dengan membeli SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, ataupun Obligasi berjangka waktu kurang dari satu tahun.

Kelebihan dari reksadana pasar uang adalah risikonya yang lebih rendah secara rata-rata dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Sejalan dengan rendahnya risiko, profit yang bisa dihasilkan juga cenderung rendah, sekitar 6-8%.

Walau begitu, jika dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk deposito, investasi reksadana pasar uang lebih menguntungkan karena tidak terkena potongan pajak.

Selain itu, dana yang tersimpan di pasar uang juga dapat diambil kapan saja. Hal ini tentu berbeda dengan deposito yang mengenakan denda sebesar 2% jika dana ditarik sebelum jatuh tempo.

Seperti yang sudah dijelaskan, ada beragam jenis reksadana yang dapat kamu pilih untuk berinvestasi. Untuk menentukan jenis reksana yang paling tepat, kamu bisa memulainya dengan memikirkan tujuan dalam berinvestasi. Apakah untuk persiapan dana di hari tua, persiapan biaya pendidikan anak, ataupun dana pernikahan. Nah, selamat mencoba!

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...