Home Lifestyle Travel Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

|

|

|

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya masing-masing.

Bank Dunia (World Bank) membuat empat kelompok negara yang disesuaikan berdasarkan pendapatan per kapitanya. Melansir indonesiabaik.id, berikut kelompok-kelompok tersebut:
– Negara dengan pendapatan per kapita sebesar US$975 per tahun masuk sebagai negara berpendapatan rendah.
– Negara dengan pendapatan per kapita antara US$976 dan US$3.855 per tahun masuk sebagai negara pendapatan menengah bawah.
– Negara dengan pendapatan US$3.856 dan US$11.905 per tahun dikatakan sebagai negara pendapatan menengah.
– Negara dengan pendapatan per kapita sebesar US$11.906 per tahun atau lebih disebut sebagai negara pendapatan tinggi.

Bank Dunia juga menyebut negara yang masuk dalam pendapatan rendah dan menengah disebut sebagai negara berkembang.

Daftar Negara Termiskin di Dunia

1. Sudan Selatan

Sudan Selatan merupakan negara paling muda dan negara paling miskin di dunia saat ini. Negara yang baru saja berdiri pada tanggal 9 Juli 2011 ini hanya memiliki PDB sebesar $243 saja per kapita. Sudan Selatan sebenarnya adalah negara kaya SDA minyak yang menjadi penggerak perekonomian.

2. Burundi

Konflik etnis antara Tutsi dan Hutu menyebabkan sebagian besar fokus negara kecil ini harus terkuras untuk menghadapinya. Mata pencaharian utama 12 juta penduduk negara Burundi ditopang oleh pertanian subsisten dengan persentase mencapai 90%. Meski merupakan negara pertanian, sayangnya Burundi harus terus menghadapi kondisi kelangkaan pangan. 

3. Eritrea

Negara Eritrea merupakan salah satu negara yang berada di daerah Afrika Timur. Negara Eritrea hanya memiliki penduduk sebanyak 3,5 juta saja dan menempatkan Eritrea sebagai negara yang paling tak berkembang. Mata pencaharian utama penduduk Eritrea adalah pertanian subsisten yang berpusat di daerah pedesaan.

Negara ini memusatkan kebutuhannya pada pengeluaran di bidang militer yang telah menguras hampir sebagian besar anggaran negara. Eritrea sendiri dipimpin oleh rezim yang sudah berkuasa sejak tahun 1993. 

4. Malawi

Malawi merupakan salah satu negara dengan luas daerah paling kecil di Benua Afrika. Negara ini hanya mencatatkan nilai PDB per kapita sebesar $386. Meski begitu, tercatat Malawi terus mengalami peningkatan nilai perekonomian dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan dukungan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat yang bekerja sama memajukan perekonomian.

Sayangnya, Malawi mengalami masalah keterbatasan pertanian mengingat pertanian negara ini menggunakan prinsip tadah hujan. Alhasil, pertanian pun sering terganggu karena faktor cuaca.

5. Niger

Niger bisa dikatakan merupakan negara gurun mengingat hampir 80% luas daratannya terdiri dari Gurun Sahara. Negara ini terus–menerus diterpa oleh konflik berkepanjangan antara militer dengan kelompok yang berafiliasi dengan Boko Haram serta ISIS. Alhasil, konflik yang berkepanjangan ini menyebabkan banyak masyarakat sipil meninggal dunia dan kehilangan tempat tinggalnya.

Nilai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita negara ini hanya $427 saja. Pemerintah Niger sendiri pada tahun 2020 ini merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari yang awalnya sebesar 6,9% diturunkan sebesar 1% karena kondisi pandemi.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Sumber Foto: unsplash.com

Melansir kompas.com, Amerika Serikat melalui Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of the US Trade Representative (USTR) di World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia tidak lagi memasukkan Indonesia sebagai negara berkembang.

Artinya, Amerika Serikat menilai Indonesia sebagai negara dengan status maju di mana tidak lagi mendapatkan perlakuan istimewa dalam perdagangan.

WTO sendiri tidak memiliki definisi resmi untuk mengategorikan sebuah negara dikatakan maju atau berkembang. Dalam aturan WTO, penentuan sebagai negara maju atau berkembang ditentukan sendiri oleh negara bersangkutan. Meskipun demikian, masih ada persetujuan dari negara-negara maju lainnya mengenai suatu negara yang akan naik tingkat.

Perubahan status Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju menurut Amerika Serikat ini dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian dalam negeri.

Masih menyadur kompas.com, dampak dicoretnya Indonesia dari daftar negara berkembang akan berpengaruh bagi perlakuan berbeda dan spesial dalam hal perdagangan. Pencoretan tersebut akan berpengaruh pada batasan minimum (de minimis tresholds) untuk marjin subsidi agar penyelidikan bea masuk anti subsidi (BMAS) selesai. Batasan minimum tersebut semakin kecil.

“Marjin subsidi agar suatu penyelidikan anti-subsidi dapat dihentikan berkurang menjadi sama dengan 1 persen dan bukan sama dengan 2 persen.” ujar Direktur Pengamanan Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati.

Sementara itu, direktur Perundingan Bilateral Kemdag, Ni Made Ayu Marthini mengatakan pencoretan Indonesia dari negara berkembang tidak akan berpengaruh pada peninjauan Generalized System of Preferences (GSP). “Tidak (pengaruh), ini beda yang ini untuk kategori trade remedy bukan GSP.” seperti dikutip dari kompas.com.

Baca Juga:

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Butuh Dana Cepat? Ini Pilihan Pinjaman Syariah Bebas Riba

Perlu modal besar untuk buka usaha? Pinjam ditempat lain tapi takut riba? Kamu tidak usah khawatir, pasti saja ada solusinya. Kini ada...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...