Ini 5 Kontribusi Fintech Lending di Indonesia

Ini 5 Kontribusi Fintech Lending di Indonesia

Beberapa tahun ini, fintech lending di Indonesia tumbuh pesat. Pada Oktober 2018, Otoritas Jasa Keuangan  mencatat ada 73 perusahaan fintech yang telah terdaftar dan diawasi. Pertumbuhan penyaluran pinjaman di fintech lending pun terus melaju pesat. Dalam riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dengan menggunakan data  terakhir Otoritas Jasa Keuangan menyatakan total penyaluran pinjaman pada kuartal II mencapai Rp 7,64 triliun dengan jumlah peminjam mencapai 1,47 juta. Seperti dilansir Republika, jumlah penyaluran pinjaman ini mengalami peningkatan pesat dibanding tahun sebelumnya yakni sekitar Rp 200 miliar.

Namun, masyarakat pun perlu berhati-hati dengan perusahaan fintech lending illegal. Perusahan fintech lending illegal ini tidak mempunyai izin dari Pemerintah. Oleh karena itu, perusahaan – perusahaan fintech lending diharuskan mendaftar terlebih dahulu kepada OJK. Hal ini dilakukan agar OJK dapat mengawasi perusahaan tersebut.

Amartha telah terdaftar dan diawasi JK pada 31 Mei 2017. Pertumbuhan Amartha berkembang pesat. Jika pada 2017, Amartha  telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 225 miliar kepada lebih dari 70.000 pengusaha mikro. Pada Oktober 2018, Amartha berhasil melayani lebih dari 150.000 pengusaha mikro di lebih dari 35 Kabupaten dengan menyalurkan pendanaan sebesar Rp 635 miliar. Berikut 5 kontribusi fintech lending di Indonesia menurut riset yang dilakukan Indef,

Menyerap Tenaga Kerja

Pengembangan fintech telah menyerap tenaga kerja sebesar 215.433 orang. Penyerapan tenaga kerja yang berhubungan langsung dengan kegiatan fintech sebesar 143,074 tenaga kerja baru.

Menstimulus Pertumbuhan Perbankan

Fintech lending telah menstimulus pertumbuhan perbankan(0,8 persen), perusahaan pembiayaan (0,6 persen) dan ICT (0,2 persen). Jasa keuangan perbankan tumbuh karena Fintech selama ini sangat erat kaitannya dengan perbankan. Bahkan ada beberapa Fintech yang mendapatkan suntikan dana dari perbankan.

Tingkatkan Penyaluran Kredit di UMKM

Fintech lending terbukti meningkatkan penyaluran kredit khususnya sektor umkm. Perusahaan p2p lending seperti Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 150,000 pengusaha mikro perempuan.

Fintech Menambah GDP

Pengembangan fintech kurang dari dua tahun telah menambah GDP sebesar Rp 25,97 triliun. Secara sektoral, sektor yang memperoleh dampak signifikan terhadap adanya investasi di fintech dan penyaluran dana fintech adalah jasa perbankan, jasa keuangan perbankan, jasa perusahaan, jasa dana pensiun serta informasi dan komunikasi.

Menambah Pendapatan Gaji

Fintech lending telah menambah pendapatan (upah dan Gaji) sebesar Rp 4,56 Triliun.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/ini-5-kontribusi-fintech-lending-di-indonesia">
LINKEDIN
%d bloggers like this: