Punya Skill Leadership Yang Tinggi, Ibu Yuyun Ajak Anggotanya Jualan Online

|

|

|

“Awal pinjam ke Amartha, modal saya pakai untuk mengisi warung sembako yang sudah lama saya kelola. Tapi tidak lama setelah itu ada pandemi. Kita harus pakai masker tapi harganya mahal. Saya inisiatif ajak ibu-ibu bikin masker dengan harga yang terjangkau.” ujar Ibu Yuyun

Warung sembako merupakan salah satu usaha yang masih sangat diminati. Usaha ini dapat dimulai dengan modal yang terbilang kecil dan dapat dilakukan di rumah. Banyak ibu rumah tangga yang menyambi usaha ini karena untung yang didapatkan dan terbilang mudah dilakukan. Salah satunya seperti Ibu Yuyun, mitra usaha Amartha.

Sudah sejak lama Ibu Yuyun membuka warung sembako di rumahnya. Pertemuannya dengan tim Business Partner Amartha diharapkan dapat menjadi titik balik dari usahanya agar bisa lebih berkembang lagi. Pada Januari 2020, Ibu Yuyun pun resmi bergabung menjadi mitra Amartha sekaligus menjabat sebagai Ketua Majelis di Point Tawaeli, Sulawesi Tengah. 

Mengapa Ketua Majelis? Pada dasarnya, sistem pinjaman di Amartha adalah disalurkan kepada perorangan, namun syarat menjadi peminjam adalah membentuk kelompok untuk mempermudah proses pendampingan dan pelatihan, termasuk pengembalian pinjaman. Sistem ini merupakan adopsi dari sistem Grameen Bank yang dikemukakan oleh Muhammad Yunus.

Belum genap tiga bulan setelah mendapat pendanaan dari Amartha, pendapatan Ibu Yuyun terbilang meningkat dibanding tahun-tahunnya. Namun, pandemi datang. Meski usaha Ibu Yuyun masih banyak dicari oleh masyarakat sekitar, pendapatan ia terhitung menurun. Sementara ia masih memiliki beberapa kebutuhan yang harus dibayarkan. Keadaan ini tak hanya dialami oleh Ibu Yuyun seorang, tetapi juga oleh anggota kelompoknya. 

Melihat kelesuan ekonomi di antara anggotanya membuat jiwa kepemimpinan Ibu Yuyun tidak tinggal diam. Apalagi persebaran virus sangat cepat ini akan berdampak pada usahanya. Maka dari itu ia menginisiasi para anggotanya untuk mengambil alih peluang usaha yang ada, masker. 

Di awal pandemi, sejumlah daerah di Indonesia mengalami kelangkaan masker, termasuk wilayah Ibu Yuyun. Banyak orang memborong masker dan menjualnya dengan harga yang sangat mahal. “Awalnya karena kita susah beli masker, kalau ada harganya mahal sekali.” kisahnya.

Ibu Yuyun menyadari pentingnya melakukan kolaborasi untuk melawan pandemi sekaligus mendapatkan pemasukan di masa-masa sulit. Tidak hanya mengajak anggotanya untuk memanfaatkan peluang baru itu, Ibu Yuyun juga mengajak anggotanya untuk memasarkan masker secara online dimulai dari platform Facebook. Ia menawarkan produk buatannya ke grup-grup yang ada di Facebook. 

Berdasarkan pengamatannya selama berjualan di Facebook, ia pun menyarankan anggota majelisnya untuk berjualan barang lain selain masker seperti pakaian, keripik pisang, kue, dan lainnya.

“Saya lihat-lihat (di Facebook -red) barang apa saja bisa dijual. Ada yang jual baju, makanan juga ada. Alhamdulillah sampai sekarang kita bayarnya tepat waktu terus” jelasnya. 

Sebagai seorang Ketua Majelis, Ibu Yuyun sangat dikenal baik oleh masyarakat sekitar karena ia sangat aktif bersosialisasi serta rajin membantu kegiatan kemasyarakatan. Tak heran apabila Ibu Yuyun sangat disegani. Dalam mengelola kumpulannya, Ibu Yuyun berlaku baik, sopan dan santun terhadap anggota, ia tak lupa juga untuk selalu mengingatkan kepada anggota agar selalu menjaga kehadiran serta pembayaran majelis.

Ibu Yuyun berpesan kepada anggota agar sama-sama menjaga kumpulan agar kedepannya akan terus mendapat pendanaan dari Amartha. Selama berjalannya pelayanan di majelis, tak pernah satu kali pun ada riwayat tunggakan dalam majelis, sebab Ibu Yuyun selalu mengingatkan kepada anggotanya untuk siap bertanggung jawab tanggung renteng apabila ada anggota yang mengalami kesulitan membayar.

Anggota majelis pun mengaku tak keberatan diketuai oleh Ibu Yuyun karena beliau memang sudah dikenal baik dan sangat bertanggung jawab bahkan banyak ibu-ibu yang tertarik untuk bergabung menjadi mitra Amartha dan masuk di majelis Ibu Yuyun sebab mereka merasa aman dan percaya terhadap Ibu Yuyun.

Sosok kepemimpinan Ibu Yuyun membuat Amartha bangga dan memberikan penghargaan sebagai Best Women Leader of The Year asal Sulawesi. Ia pun mendapat modal tambahan senilai Rp3,5 juta.

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Team Money+
Money + is financial blog for everyday life. We cover a wide range of everyday life topics including technology, lifestyle, careers, sharia and women empowerment. We strive to make financial easy to understand and fun for everyone!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Semua Orang Bisa Jadi Sultan. Investasi di Amartha Mulai dari 100 Ribu Rupiah!

Good News From Amartha!  Dalam rangka mempercepat indeks inklusi keuangan di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendana untuk mendorong...

Black Card, Bisa Punya Gak Ya?

Belum lama ini, muncul video viral di TikTok tentang charge card paling istimewa di Dunia yang disebut Black Card.

Ini Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ada Indonesia Gak Ya?

Setiap negara di dunia diklasifikasikan menjadi 3, yaitu negara miskin, berkembang, dan maju. Dalam klasifikasi ini setiap organisasi dunia memiliki indikatornya...