/

Ibu Satiah, Sukses Produksi 20 Kilogram Jamur Tiram Tiap Hari

Setiap pagi setelah salat Subuh, Ibu Satiah diantar anak pertamanya ke Pasar Rakyat Tenjo untuk berjualan Jamur Tiram yang kemarin baru saja di Panen. Ibu Satiah merupakan salah satu mitra usaha sekaligus #PerempuanTangguh Amartha.

 

Ibu Satiah memulai usaha Jamur Tiram sejak empat tahun lalu. Hal itu dilatarbelakangi oleh keadaan suaminya yang harus berhenti bekerja. Bersama anaknya, ia dikenalkan tentang budidaya Jamur Tiram melalui platform Youtube. Dari kisah sukses yang dilihatnya, ia pun bertekad ingin menjadi orang yang sukses juga di kemudian hari.

 

Untuk itu, Ibu Satiah atas izin suaminya mengajukan modal usaha ke Amartha bersama 15 ibu-ibu lainnya. Awal pengajuan, Ibu Satiah mendapat pinjaman sebesar tiga juta rupiah. Seluruh uang tersebut digunakan Ibu Satiah untuk membeli barang-barang seperti kayu bakar, dedek, plastik, dan serbuk gergaji. Modal tersebut pun menghasilkan 5000 baglog.

 

Karena tekadnya yang kuat, kini usaha Ibu Satiah semakin maju. “Dari punya satu tempat sekarang jadi punya empat tempat. Dulu cuma bisa produksi 5000 baglog, sekarang sudah bisa produksi 15000 baglog.” ujarnya bangga.

 

Tantangan utama dari mengelola usaha Jamur Tiram bagi Ibu Satiah adalah bagaimana menjaga suhu agar tetap lembab. Meskipun demikian, tantangan tersebut berhasil Ibu Satiah tangani. Buktinya Ibu Satiah memproduksi rata-rata 20 kilogram Jamur Tiram per hari, bila sedang panen banyak ia bisa menghasilkan 30 kilogram Jamur Tiram.

 

Selama menggeluti usaha Jamur Tiram, Ibu Satiah mengelolanya bersama sang suami di bantu kedua anaknya yang masih sekolah. Suami bertugas melakukan penyiraman agar suhu jamur lembab, Ibu Satiah yang berdagang di pasar, sementara anak-anaknya memetik hasil panen setiap hari setelah pulang sekolah. 

 

Meskipun sudah maju, cita-cita Ibu Satiah untuk memiliki tempat usaha tetap masih belum terwujud. “Kalau punya tempat sendiri lebih nyaman. Terus saya bisa tambah usaha baru lagi, usaha jamur krispi. Kalau dari pasar gak habis kan bisa diolah terus dijual lagi.” 

 

Apa itu Amartha?

Amartha merupakan perusahaan peer to peer lending yang menghubungkan pendana di kota kepada peminjam khususnya perempuan di pedesaan. Bagi investor yang ingin mengalokasikan dana yang dimiliki ke Amartha hanya perlu mendaftarkan diri di amartha.com lalu pilih mitra dan danai mitra usaha. Di Amartha, investor akan mendapatkan keuntungan sampai 15% flat per tahun tergantung credit score mitra yang dipilih. 

Amartha hadir sebagai alternatif investasi yang sudah memiliki izin usaha dari OJK sehingga pendanaan semakin aman. Mitigasi risiko investasi lainnya adalah program tanggung renteng yang mengadaptasi sikap gotong royong di Indonesia. Setiap mitra usaha Amartha yang mengajukan pinjaman wajib membuat kelompok untuk pendampingan setiap minggunya. Bagi peminjam yang ingin mengajukan pinjaman, bisa menghubungi kantor cabang Amartha terdekat.

Please follow and like us:
FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: