Ibu Pariyah Sukses Jual Keripik Hingga Ke Jepang

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.”

Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari, Klaten. Awalnya, dia memulai usaha ini berkat sang anak yang mengirim buah sukun dari Jakarta dan Cilacap. Kala itu, Pariah sedang mengalami kerugian akibat usaha potong tembakaunya ditipu oleh temannya.

Dia pun berinisiatif untuk mengolah ceriping (keripik) dan stik sukun. Tak disangka, olahan camilan tersebut diminati banyak orang. Bahkan, dia mampu mengekspor keripik itu hingga ke Jepang.

Dalam menjalankan bisnis camilan sukun ini,  Pariyah dibantu oleh 12 karyawan yang merupakan tetangganya. Dia bersama karyawannya bekerja sejak jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Dalam satu bulan, penghasilan bersihnya mencapai Rp 10 juta.

“Sehari bisa motong sampai 600 gelinding sukun, tergantung ukuran besar – kecilnya. Kalau dihitung kiloan bisa sampai 7 kuintal dalam satu hari.” jelas Pariyah.

 

“Sehari bisa motong sampai 600 gelinding sukun, tergantung ukuran besar – kecilnya. Kalau dihitung kiloan bisa sampai 7 kuintal dalam satu hari.” jelas Pariyah.

Dia pun bercerita awal mulanya keripik tersebut dipasarkan di Jepang. Dahulu, salah satu tetangganya yang bekerja di Jepang membawa keripik sukun Ibu Pariah sebagai oleh-oleh. Alhasil, keripik sukunnya disukai oleh warga di negeri Sakura tersebut. Dalam satu bulan, dirinya menyiapkan keripik sukun untuk dibawa ke Jepang sebanyak 20 kilogram.

Kini Pariah sudah menjalani peminjaman untuk tahun ketiga bersama Amartha. Peminjaman pertama sebesar Rp 3 juta. Saat ini, dia telah meminjam sebesar Rp 3,5 juta. Hasil dari pinjaman tersebut digunakan untuk merenovasi rumah dan membeli tanah yang akan digunakan sebagai gudang keripik sukun. “Alhamdulillah saya bersyukur banget sudah dibantu sama Amartha, bisa nambah modal dan disisihkan buat renovasi rumah.” ujarnya bangga.

Pariah mempunyai alasan tersendiri bergabung dengan Amartha adalah tidak adanya jaminan yang dibutuhkan. Selain itu, katanya, petugas lapangan Amartha ramah dan bisa diajak bercanda sehingga ibu-ibu lainnya betah, senang, dan tidak canggung. Setiap minggu, kumpul majelis dilakukan di rumahnya selaku ketua majelis.

Dengan #MenjadiAmartha, Ibu Pariyah sudah mewujudkan kesejahteraan ekonomi untuk lingkungan sekitarnya. Nah sekarang giliran kamu untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang merata bagi Indonesia dengan #MenjadiAmartha dan raih keuntungan sampai 15% flat per tahun. Daftarkan diri kamu sekarang di www.amartha.com!

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: