Ibu Nurjanah Berjuang Bantu Suami dengan Usaha Jajanan

Ibu Nurjanah Berjuang Bantu Suami dengan Usaha Jajanan

Setiap pagi Ibu Nurjanah bersiap-siap menuju pasar untuk membeli barang-barang yang akan digunakan untuk berjualan di sekolah. Ia membuka usahanya di salah satu kantin sekolah di wilayah Bogor. Ia berjualan es, snack, dan mie untuk para siswa Sekolah Dasar (SD).

Ibu Nurjanah berhenti berjualan di sekolah sejak 3 tahun lalu. Ia membuka usahanya di rumah dengan jenis usaha yang sama. Sebab Ibu Nurjanah berhenti adalah kelahiran anak keempatnya. Ibu Nurjanah mempunyai 4 anak.” Anak pertamanya bekerja di luar kota, anak kedua baru saja masuk SMA, anak ketiga sekolah kelas 5 SD, dan yang terakhir saat ini berusia 2,5 tahun,” kata Nurjanah.

Sejak kehamilan anaknya yang keempat, Ibu Nurjanah harus menanggung banyak pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan kepala rumah tangga. Sang suami yang bekerja sebagai buruh serabutan dirasa tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. “Saya itu sudah 3 tahun jadi ibu rumah tangga, jadi kepala rumah tangga juga. Bapak buruh serabutan, enggak setiap hari dapet uang,” tuturnya.

“Saya itu sudah 3 tahun jadi ibu rumah tangga, jadi kepala rumah tangga juga. Bapak buruh serabutan, enggak setiap hari dapet uang,” tuturnya.

Banyaknya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan anak sekolah, Ibu Nurjanah tidak bisa mengandalkan usaha jajanannya, kemudian ia menaruh modal pada konter hape milik bosnya tempat ia bekerja dulu. Dengan menaruh modal di konter ponsel, Ibu Nurjanah mendapatkan uang dengan sistem bagi hasil. Setiap bulan, Ibu Nurjanah mendapatkan Rp 1,5 juta dari konter ponsel tersebut.

Untuk membuka usaha jajanan dan menaruh modal di konter ponsel, Ibu Nurjanah mendapat bantuan dari Amartha. Kini ia memasuki pinjaman yang kelima dengan besar pinjaman Rp 9 juta dan cicilan per minggu sebesar Rp 225 ribu. Selama meminjam, Ibu Nurjanah tidak pernah telat membayar. Ia hanya mengalami kendala saat anak keduanya sakit tipes, ia harus menunda pembayarannya selama dua minggu. “Saya enggak pernah terlambat bayar,” kata Nurjanah.

Melalui pinjaman tersebut, Ibu Nurjanah menaruh modal sebanyak 5 juta rupiah di konter hape sehingga berharap bagi hasilnya semakin besar setiap bulannya. Di dalam benaknya, Ibu Nurjanah memiliki cita-cita untuk memiliki konter hape sendiri di kota Bogor. Menurutnya usaha konter ponsel punya peluang yang besar di kota Bogor. Ia berharap setelah pinjaman selesai, ia tidak perlu lagi menaruh modal di konter ponsel milik bosnya karena ia akan memiliki konter hape sendiri.

 

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/ibu-nurjanah-berjuang-bantu-suami-dengan-usaha-jajanan">
LINKEDIN
%d bloggers like this: