Ibu Marsidah, Lebih Produktif dengan Kacamata Gratis dari Amartha

Sudah beberapa tahun ini, ibu Marsidah mengeluh dengan matanya yang rabun. Apalagi, dia memiliki usaha salon dan kerajingan tangan. Pekerjaan ini mempunyai ketelitian yang besar dibandingkan dengan pekerjaan lain.

“Saya memiliki usaha salon dan kerajingan tangan. Karena itu, saya perlu kacamata. Tapi, saya belum bisa membeli kacamata karena masih ada keperluan untuk keluarga,” kata Ibu Marsidah.

Sehari-hari, ibu Marsidah melayani pelanggannya untuk memotong rambut. Untuk meningkatkan pendapatannya, dia juga memiliki usaha keranjingan tangan. Tak mudah memang, dia melakukan usaha tersebut dengan matanya yang rabun.

Ketika Amartha mengumumkan pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis di desanya, Purworejo. Marsidah pun tak pikir panjang. Dia segera datang ke Balai Desa tersebut. 

Ratusan ibu-ibu telah pun sudah berkumpul di Balai Desa. Marsidah dengan girangnya duduk bersama teman-temannya. Tak lama kemudian, namanya dipanggil. Dia pun memeriksa kesehatan matanya. Setelah itu, sebuah kacamata diberikan kepadanya.

“Alhamdulilah, saya sudah ada kacamata. Sekarang saya sudah bisa lihat secara jelas dan jernih. Terima kasih, Amartha,” ujarnya seraya tersenyum.

Ribuan Kacamata Gratis untuk Ibu-Ibu di Desa

Marsidah adalah salah satu dari 750 ibu-ibu yang mendapatkan kacamata gratis di Purworejo. Selain Purworejo, Amartha juga memberikan 750 kacamata gratis kepada ibu-ibu di Kebumen. Kacamata gratis ini merupakan kerja sama Amartha dengan Kitabisa. Dari hasil donasi sebesar Rp 78.478.233  di kitabisa.com, Amartha berhasil menyalurkan 1.500 kacamata gratis. 

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: