Ibu Lilis, Beternak Ayam Demi Bantu Ekonomi Keluarga  

Siang itu, Ibu Lilis (40) sedang sibuk mengamati anak buahnya yang bekerja di peternakan ayam. Ada dua pegawainya yang sedang sibuk mengurus ayam. Panas matahari tak membuat mereka berhenti memeriksa dan memberikan makanan kepada ayam-ayam tersebut. Sembari mengamati pekerjaan anak buahnya, dia turut melihat kondisi ayam-ayam yang diternakan.

“Jadi, ada beberapa tahap yang harus dilakukan pekerja-pekerja saya ini agar mendapatkan ayam dan telur yang siap dipasarkan,” kata Ibu Lilis saat ditemui di rumahnya, Kemang, Bogor.

Bukan perkara mudah bagi ibu yang telah memiliki empat anak ini dalam menjalankan usaha peternakan ayam. Sebelumnya, dia pernah mengalami penipuan saat mengajukan pinjaman dana usaha. Setelahnya, dia mulai berhati-hati memilih koperasi atau lembaga keuangan lainnya. “Saya pernah ditipu. Salah satu orang kasih pinjaman ke saya dan saya sudah bayar cicilannya, tetapi ternyata duitnya diambil kemudian dia kabur. Sejak itu, saya kapok meminjam dari rentenir,” ujar Ibu Lilis.

Dia juga pernah meminjam uang sebesar lima puluh juta rupiah dari lembaga keuangan untuk biaya kuliah anaknya di salah satu akademi perawatan swasta di Bogor. Namun, dia harus membayar sebesar tujuh puluh juta rupiah dengan bunga yang tinggi pula. “Saat itu, saya benar-benar perlu uang untuk kuliah anak saya, tetapi bunganya besar sekali,” tutur Ibu Lilis.

Ibu Lilis

Kemudian, hidupnya berubah ketika dirinya bertemu dengan Amartha. Pada tahun 2011, Ibu Lilis bertemu salah satu pegawai Amartha di desanya. Kala itu, beberapa ibu di desanya juga ingin menjadi peminjam di Amartha. Dia pun terpilih oleh Amartha dan membentuk majelis yang merupakan kelompok ibu-ibu mitra usaha Amartha yang terdiri dari 15-25 orang. Majelis ini merupakan bentuk upaya tanggung renteng Amartha yang telah berlangsung sejak 2010 untuk memantau perkembangan usaha, mencegah gagal bayar dan memberikan pelatihan bisnis kepada para mitra usaha Amartha tersebut.

“Saat itu ada petugas Amartha datang ke desa saya. Saya tertarik dengan pinjaman yang diberikan Amartha. Pinjaman Amartha ini yang telah membantu saya dalam mengembangkan bisnis ini,” jelasnya.

Seiring dengan perkembangan bisnisnya, dia mulai menambah pegawai. Permintaan penjualan ayam dan telur pun terus bertambah. Ketika sang suami sempat sakit, dia tetap mampu menghidupi keluarganya. Sejak bergabung dengan Amartha, dia mengaku telah banyak terbantu. Saat ini, total pinjaman yang sudah didapatkan kurang lebih mencapai dua puluh sembilan juta rupiah dan dia berharap pinjaman itu dapat segera lunas agar dirinya dapat meminjam lebih besar lagi di Amartha.

Ibu Lilis merupakan salah satu di antara banyak Perempuan Tangguh lainnya yang dimiliki oleh Amartha dengan usaha yang terus maju dan berkembang. Bersama Amartha, dia merasa aman dalam memercayakan dana usahanya. “Saya ucapkan terima kasih kepada pemberi dana yang telah memercayakan Amartha untuk menyalurkan pendanaan kepada kami. Pendanaan Anda sangat berarti buat usaha kami,” tutup Ibu Lilis.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
GOOGLE
GOOGLE
https://blog.amartha.com/ibu-lilis">
LINKEDIN
%d bloggers like this: