Ibu Junengsih Berjuang Demi Air Bersih

Junengsih (58) adalah seorang perempuan tangguh yang tak pernah mengenal kata menyerah. Dia berjuang untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan menjadi petani.

Meskipun menjadi petani, Junengsih tetap menjadi seorang ibu rumah tangga untuk sang suami dan ketiga anaknya. Hidup susah tak membuatnya patah semangat. Kini, dirinya telah mampu merenovasi rumah. Bahkan, dia sudah memiliki mandi, cuci, kakus (MCK) pribadi. “Sebelum memiliki sumur dan toilet, saya harus berjalan 3 km untuk mendapatkan air bersih,” kata Junengsih.

Sejak bergabung dengan Amartha, ekonomi keluarga semakin meningkat. Dia bersyukur dapat menyambung hidup keluarga dengan mendapatkan pendanaan dari Amartha selama lebih dari tujuh tahun,

“Pertama dapat dana Rp 500 ribu untuk beli bibit dan pupuk. Alhamdulillah lancar dan panennya sukses. Pinjaman saya semakin meningkat hingga Rp 6 jutaan,” ujarnya seraya tersenyum.

Meski begitu, tak selamanya dia mengalami kesuksesan. Dia pernah mengalami kerugian akibat gagal panen. Dia pun tak kehilangan akal. Selain menanam buah-buahan, dia juga menanam sayur.”Saya dulu pertama nanam padi terus sayur, sekarang buah. Kebetulan saya punya lahan kecil dibelakang rumah,” ungkapnya.

“Sebelum memiliki sumur dan toilet, saya harus berjalan 3 km untuk mendapatkan air bersih,” kata Junengsih.

Dia sudah menjalankan usaha tani sejak 20 tahun lalu. Namun, perkembangan usahanya semakin meningkat setelah bergabung dengan Amartha. Apalagi, dia terbantu dengan kelompok yang diakomodir oleh para petugas lapangan Amartha di daerahnya. Selain mendapatkan pinjaman modal, dia juga mendapatkan bimbingan bisnis dari perusahaan yang berdiri sejak 2010 itu.

Awalnya, dia mengaku mendapatkan keuntungan selama sebulan sebesar Rp 1 juta. Kemudian, pendapatannya terus bertambah hingga Rp 6 juta. Karena itu, dia dapat memperbaiki taraf hidupnya. “Saya sekarang sudah bisa pasang keramik di lantai, bikin kamar mandi. Kalau dulu sih boro-bro,” ucapnya seraya tertawa.

Raut muka Junengsih tersenyum dengan mata yang berbinar-binar saat menceritakan kesuksesannya hingga sekarang. Saat ini, dia juga mampu membiayai kedua buah hatinya sekolah.

Junengsih merupakan salah satu ibu yang mendapatkan dampak positif dari pendanaan fintech peer to peer lending. Mari kita wujudkan inklusi keuangan bersama Amartha.

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: