Ibu Andi, Omzet Jutaan Dengan Songkolo Dalam Gang

0
1029

Memiliki usaha yang terletak di dalam gang bukan halangan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Bahkan saat ini ada istilah hidden gem yang merujuk pada tempat baik itu wisata kuliner atau wisata alam yang belum banyak dikunjungi namun memiliki pesonanya sendiri.

Hal itulah yang dialami oleh Ibu Andi, mitra usaha Amartha asal Ballarapang, Sulawesi Selatan. Ia membuka usaha Songkolo di depan rumahnya yang berada di dalam gang. Meski demikian, ia memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

Apa itu Songkolo?

Songkolo adalah makanan khas Bugis Makassar yang terbuat dari nasi ketan. Songkolo biasa juga disebut dengan nama sokko. 

Panganan ini disajikan dengan taburan kelapa parut yang sudah digoreng dengan lauk pendamping seperti ikan asin kering dan telur itik asin. 

Membangun Usaha Songkolo

Usaha songkolo milik Ibu Andi berawal dari coba-coba saja. Ia bersama sang suami membuka usaha ini di depan rumahnya pada tahun 2019 lalu. Ia tidak berharap usahanya akan berjalan dengan baik seperti saat ini karena letak rumahnya yang berada di dalam gang. 

Membuka usaha di dalam gang umumnya memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang relatif kecil karena umumnya dibeli oleh masyarakat sekitar saja. Belum lagi yang dijual adalah makanan siap makan yang tidak tahan lama. Maka dari itu, ia memulai dengan porsi yang sedikit untuk meminimalisir pengeluaran modal.

Hampir selama satu tahun, usaha songkolo Ibu Andi berjalan dengan modal yang terbatas. Ia harus pandai mengatur keuangan untuk menjalankan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pada tahun 2020, Ibu Andi bertemu dengan Amartha, pionir P2P Lending yang fokus memberdayakan perempuan pengusaha mikro di sektor informal. Awalnya ia ragu-ragu dengan pembiayaan yang ditawarkan oleh Amartha. Ia khawatir pembiayaan ini seperti pembiayaan lainnya yang dikenal negatif.

Namun karena dorongan dan dukungan sang suami juga komitmen Amartha dalam memberikan pendampingan serta pelatihan usaha, Ibu Andi berani untuk mengajukan pembiayaan di Amartha. Ia mendapatkan modal senilai Rp4 juta. 

“Awalnya sempat takut namanya kita pinjaman, takut kedepannya seperti apa, takut gak bisa bayar, takut ini. Cuma suami bilang kalau ini dimanfaatin untuk usaha, betul-betul untuk usaha, bukan untuk yang lain. Makanya saya pilih Amartha karena tidak ada potongan juga sangat membantu, tidak seperti pembiayaan lainnya.” 

Dari Gang Ke Daring, Raih Omzet Belasan Juta

Harapan Ibu Andi untuk usaha songkolo yang tengah dijalaninya ini adalah dapat membuka cabang lagi. Guna mewujudkan harapan itu, ia bersama sang suami memanfaatkan pembiayaan modal usaha dari Amartha untuk mengembangkan usahanya ke ranah online. 

Suaminya berinisiatif untuk menjual nasi songkolo ini secara online. Ia melihat peluang dan mengamati kebiasaan masyarakat yang lebih suka memesan makanan secara online. Mereka pun belajar menggunakan akses internet dibantu oleh tim Business Amartha.

Ide ini mendapat sambutan baik dari para pembeli yang berdampak pada peningkatan omzet Ibu Andi. Dalam waktu satu bulan, ia bisa mendapatkan omzet hingga 12 juta rupiah gabungan dari offline dan online.

“Kalo di sini menerima pesanan lain juga, kadang langganan online juga datang ke sini. Usaha sudah ada di Google Bisnis, ada juga di Maps. Jadi dengan gampang orang bisa akses Umah Songkolo.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here