Hybrid Entrepreneurs: Antara Work, Life, and Busines

0
98

Di tengah pandemi Covid-19, mungkin kamu semakin sering mendengar bahwa ada beberapa kenalanmu yang saat ini fokus merintis berbagai usaha. Saat ini, banyak orang mulai merintis bisnis untuk sekadar mencari penghasilan tambahan atau malah mungkin jadi penghasilan utamanya.

Meski begitu, menjalani bisnis sebenarnya bukanlah hal yang mudah bagi setiap orang. Tidak mudah untuk meninggalkan status karyawan dan penghasilan tetap dari gaji untuk merintis sebuah bisnis. Apalagi, jika kamu telah memiliki karir yang cemerlang dan gaji tinggi. Karena itu, sebagian besar orang memilih tidak menanggalkan status karyawannya ketika merintis bisnis.

Keadaan seperti ini disebut sebagai Hybrid-Entrepreneur, yaitu kondisi saat seseorang memilih menjalani hidup di antara dua dunia, yaitu sebagai karyawan maupun pengusaha. Saat menjalani Hybrid-Entrepreneur, kamu berarti memilih untuk tetap mendapatkan gaji dan bekerja sebagai karyawan di siang hari sambil tetap mengerjakan aspirasi bisnis pada malam hari.

Baca Juga:
Perekonomian dan Bisnis Milenial di Tengah Pandemi Corona
Inilah 5 Alasan Bisnis Harus Dimulai Sejak Usia Muda

Menjalani Hybrid-Entrepreneur bukanlah hal yang gampang. Banyak kesulitan yang akan kamu hadapi ketika memutuskan terjun menjadi seperti hal tersebut. Nah, berikut ini sisi positif dan negatif yang bisa kamu dapatkan saat menjadi Hybrid-Entrepreneur!

Sisi Positif

1. Memiliki Dana Cadangan Ketika Usaha yang Dirintis Perlu Modal Ekstra

Merintis usaha tidak selamanya untung. Apalagi ketika baru memulai bisnis, tentu butuh waktu ekstra untuk mengenalkan produk yang kamu jual ke calon pembeli. Ketika membutuhkan modal ekstra, orang yang mengambil risiko meninggalkan pekerjaan tetapnya saat merintis bisnis cenderung akan kesulitan mendapatkannya karena tidak punya sumber pendapatan lain. Hal ini berbeda dengan orang yang memilih sebagai Hybrid-Entrepreneur karena bisa memanfaatkan gaji yang ia miliki sebagai karyawan untuk modal ekstra ketika bisnisnya memerlukan itu.

2. Mempertahankan Networking Potensial Sebagai Calon Pelanggan/Investor

Salah satu aspek yang seringkali diabaikan oleh para pengusaha pemula adalah Networking. Ketika memutuskan meninggalkan status karyawan, otomatis Networking yang telah kamu miliki di tempat kamu bekerja akan menghilang. Padahal, Networking berupa rekan-rekan di tempat kamu bekerja bisa jadi calon pelanggan potensial atau bahkan dapat menjadi investor untuk pengembangan bisnismu.

3. Proses Recovery Lebih Cepat Saat Bisnis Gagal

Namanya merintis bisnis, risiko terburuk yang mungkin dihadapi adalah kegagalan yang berujung bangkrut. Buat kamu yang memilih menjadi Hybrid-Entrepreneur tentu proses recovery akan lebih cepat ketimbang Full Time Entrepreneur. Pasalnya, dengan menjadi Hybrid-Entrepreneur artinya kamu masih mempunyai pekerjaan tetap sebagai karyawan yang bisa dijadikan sumber utam pendapatan dalam untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Bebaskan Generasi Milenial dari Affluenza dengan Berinvestasi

Sisi Negatif

1. Lebih Cepat Lelah dan Mudah Sakit

Menjalani aktivitas sebagai karyawan sembari merintis usaha sendiri tentu tidaklah mudah. Bayangkan jika kamu beraktivitas dari pagi hingga sore sebagai karyawan lalu menghabiskan malam hari untuk menjalankan bisnis sampingan kemudian. Tentu, sangat melelahkan bukan?

Apabila terlalu lelah, bukan tidak mungkin kamu pun bisa jatuh sakit saat menjalani Hybrid-Entrepreneur. Karena itu, saat melakukan aktivitas sebagai karyawan sekaligus pengusaha, selalu usahakan agar tetap cukup istirahat ya!

2. Mengalami Kejenuhan

Tidak bisa dipungkiri, menjalani aktivitas berulang tentunya akan menimbulkan rasa cepat bosan. Jika kamu bekerja sebagai karyawan dari jam 9 pagi-5 sore lantas membuka bisnis milikmu di malam hari tentu akan mudah jenuh, apalagi jika dilakukan berulang setiap hari.

Membuat jadwal bisa membantu kamu membangun konsistensi sekaligus mengurangi rasa jenuh saat menjalani kedua aktivitas tersebut. Jadwal yang kamu buat per hari juga dapat memperhitungkan hal-hal yang tidak terduga, baik itu panggilan telepon darurat dari ibu atau nenek atau pertemuan spontan dengan teman-teman.

Selain menjadi Hybrid-Entrepreneur, kamu sebenarnya juga bisa bergabung menjadi pendana di Amartha. Pasalnya, dengan menjadi pendana bagi para perempuan pengusaha mikro mitra Amartha, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Selain itu, pembayaran angsurannya bisa diambil kapan saja. Mudah kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here