Home Finance How to Spend Your Money Wisely.

How to Spend Your Money Wisely.

|

|

|

Hi A-List Readers,

Sudah tengah bulan nih, siapa yang sudah menderita tongpes alias kantong kempes? Atau jangan-jangan sudah harus mulai makan mie instant setiap malam supaya bisa tetap kenyang sambil menunggu gajian besok? Duh, jangan dong ya..

Jadi gimana dong supaya tetap bisa makan enak, kenyang, tetep bisa nonton di weekend besok biarpun sudah masuk tanggal tua, dan bisa liburan setiap tahun tapi tetap punya asset?

Mari kita coba langkah-langkah berikut ini:

Buat anggaran di hari gajian

Tidak perlu berpikir keras layaknya membuat anggaran perusahaan, cukup dibuat simple saja tapi memuat semua pos pengeluaran kamu. Seperti ini contohnya:

Paling tidak anggaran ini bisa membantu kamu memantau uang yang sudah kamu habiskan per hari atau per minggunya, dan tau berapa yang tersisa hingga sebelum gajian berikutnya.

Unggah aplikasi yang sesuai di smartphone untuk memudahkan kamu memantau pengeluaran sehari-hari.

Sisihkan 20% – 30% dari pendapatan untuk tabungan berjangka, cicilan asset atau investasi

Persentase ini tidak baku, tapi biasanya financial planner akan menyarankan untuk membatasi cicilan maksimal 30% dari gaji. Kalau buat saya, dari 30% itu saya bagi-bagi menjadi beberapa cicilan asset dan alternative investasi. Investasi di LM (logam mulia) bisa dipilih untuk jangka pendek karena lebih liquid, dapat dicairkan kapan saja dan cenderung lebih mudah proses pencairannya. Atau untuk para wanita penggemar perhiasan, investasi emas dalam bentuk perhiasan menjadi lebih menarik karena bukan hanya untuk investasi tapi juga untuk mempercantik diri.

Investasi di fintech p2p lending berlisensi OJK seperti Amartha, tabungan berjangka dan reksadana bisa menjadi alternative untuk jangka lebih panjang (1 tahun atau lebih).

Atau jika belum pede, bisa dicoba dari investasi yang low risk seperti deposito atau SBN (Surat Berharga Negara).

Intinya siy, seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet, don’t put your eggs in one basket. Jadi kalau 1 keranjang jatuh, paling tidak masih ada telur-telur di keranjang lainnya.

Gunakan 10% dari pendapatan sebagai tabungan liburan

Buat saya pribadi, kebutuhan rekreasi sangat penting. Paling tidak 1 kali dalam 1 tahun saya keluar sebentar dari hiruk pikuk Jakarta. Supaya tetap waras dan fresh, supaya benar-benar punya quality time dengan keluarga saya. Tidak perlu jauh-jauh, jika memang waktu dan budget tidak memungkinkan, Bandung pun bisa menjadi pilihan (walaupun macet, tapi paling tidak saya bisa menikmati kuliner kesukaan saya disana 😊)

Tentunya dana untuk liburan ini tidak mungkin diambil dari penghasilan 1 bulan sekaligus, jadi saya paksakan untuk menyisihkan sebagian pendapatan saya untuk berlibur.

Work hard, travel hard. Jangan sampai jatah cuti tahunan dari kantor tidak digunakan sama sekali ya!

Siapkan dana darurat

Sisihkan sebagian pendapatan untuk keperluan dana darurat. Tidak perlu banyak, Rp 100.000 pun tidak masalah. Paling tidak jika ada kejadian tidak biasa yang terjadi, kita sudah punya dana untuk mengatasinya. Pisahkan dana darurat ini dari rekening sehari-hari untuk menjaga supaya dana tidak terpakai. Dan jangan berhenti mengisi tabungan dana darurat walaupun tidak terpakai dalam jangka waktu lama ya, we’ll never know..

Anggarkan sebagian dari pendapatan untuk berbagi

Zakat, persepuluhan, atau sedekah lainnya baik yang wajib maupun yang tidak wajib. Saya pribadi percaya, apa yang Tuhan berikan sesungguhnya ada hak orang lain didalamnya. Dan saya juga percaya semakin banyak memberi, kita akan menerima “return” nya dalam berbagai bentuk.

Impact dari senyum yang dihadiahkan dari penerima pun memiliki efek luar biasa untuk saya. Silahkan dicoba untuk merasakan sendiri khasiatnya. 😊

Sesuaikan biaya hidup dengan kemampuan

Kita semua pasti paham makna dari lebih besar pasak daripada tiang. Yang terpenting dari membelanjakan pendapatan kita adalah jangan memaksakan diri untuk memiliki sesuatu diluar kemampuan kita. Kalau pendapatan hanya 7 juta, jangan tinggal di kost yang biayanya 5 juta per bulan, tidak perlu harus beli kopi kekinian atau kopi dari waralaba terkenal setiap hari. Tidak perlu juga panas dingin kalau sahabat kita bisa liburan ke luar negeri 2 kali dalam 1 tahun. Intinya jangan membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain.  Cukup syukuri apa yang kita miliki sambil berusaha meningkatkan kualitas hidup kita. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Simple kan?

Tanamkan ke diri kita bahwa apa yang kita tabung bukanlah merupakan sisa dari apa yang kita belanjakan, tapi belanjakanlah apa yang tersisa dari tabungan kita. Sekali lagi, seperti apa yang dikatakan oleh Warren Buffet, “Do not save what is left, but spend what is left after saving”.

Semoga berhasil ya! Dan yang paling penting, jangan lupa Bahagia… Apalah arti harta berlimpah jika tidak bisa dinikmati dengan Bahagia?

amartha

LANGGANAN EMAIL MONEY+

DAPATKAN INFO TERBARU
TENTANG MONEY+

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Usaha yang Cocok di Tengah Pandemi Corona

Covid-19 atau virus corona sedang mewabah sehingga semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri. Tapi kalau begini terus semua aktivitas jadi...

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

Pendanaanmu Makin Aman dengan Promo Premi Asuransi 100%! #KitaJanganMenyerah

Dengan semangat #KitaJanganMenyerah, yuk terus dukung Ibu Mitra Amartha untuk bangkit di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini! Cek marketplace...

CEO Letter: Dukungan untuk Sektor Usaha Mikro Indonesia

Kepada Pendana Amartha yang terhormat,Semoga Anda dan keluarga dalam keadaan sehat sepenuhnya. Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung,...