Home Lifestyle ⛾ Hidden Gem Kemang, Museum di Tengah Kebun

Hidden Gem Kemang, Museum di Tengah Kebun

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar “Museum di Tengah Kebun?”

Sebuah bangunan yang dikelilingi pepohonan rindang dimana terdapat banyak benda bersejarah di sana. Yap, bayangan Anda hampir tepat!

Museum ini terletak di Jl. Kemang Timur No.66, RT.7/RW.3, Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tidak sulit untuk menemukan museum ini karena persis di jalan utama, namun tidak ada petunjuk arah ke museum. Lokasinya persisnya di seberang Masjid Jami Nurul Huda, dengan tulisan Museum di Tengah Kebun di dinding dengan pintu gerbang kayu yang banyak dipasang topeng.

Museum di Tengah Kebun

Sesuai dengan namanya, begitu memasuki gerbang Anda akan disambut lorong hijau yang mengarahkan Anda menuju bangunan utama, sebuah rumah tinggal yang difungsikan sebagai museum. Menariknya lagi, semua koleksi di dalam museum yang berjumlah kurang lebih 4000 koleksi adalah koleksi pribadi Alm. Sjahrial Djalil. Sebagian besar koleksi ini diperoleh dari Balai Lelang Christie. Untuk keamanan dan kenyamanan, sebelum memasuki museum, pengunjung diminta menitipkan tas di loker dan mengganti alas kaki dengan sandal yang sudah disediakan, dan anda akan dipandu oleh guide dari museum.

Lorong hijau museum

Di depan pintu masuk, koleksi arca dan topeng sudah terlihat. Bergerak ke sebelah kiri, ada koleksi tertua museum, yaitu Fosil Kerang dari Maroko yang usianya 230 juta tahun SM. Begitu masuk disambut dengan patung Loro Blonyo, kemudian tiba di Ruang Budha Myanmar dengan kursi yang terbuat dari gamelan. Anda akan diajak berkeliling ke dapur, ruang kerja, kamar tidur, dan kamar mandi. Kemudian ke ruangan lain yang berisi koleksi dari berbagai negara, seperti cincin pelacur dari Cina salah satunya. Koleksi lain yang tidak kalah menarik adalah Arca Ganesha seberat 3,5 ton dan Arca Bodhisattva Vajrapani yang harganya mencapai 1 milyar sebelum tahun 1900.

Cincin Pelacur

Arca Ganesha

Penasaran dengan koleksi lain Museum di Tengah Kebun? Datang saja langsung ke sana. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini, namun kami memberi uang tip untuk penjaga museum. Yang perlu diperhatikan, museum hanya dibuka Sabtu dan Minggu pada pagi (09.30-11.30) dan siang (12.30-14.30). Untuk berkunjung, Anda harus mendaftar melalui link ini dan pastikan Anda datang dalam rombongan berjumlah 7-15 orang. Tertarik ke museum ini atau museum lain di Jakarta? Cerita lain tentang museum di Jakarta bisa dibaca di Indonesia A-Z.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Itu TKB90 dan TKW90?

Amartha terus menjalankan prinsip transparansi kepada masyarakat dengan mencantumkan Tingkat Keberhasilan 90 (TKB90) di halaman utama website Amartha.com. Dengan transparansi ini, pemberi pinjaman akan...

5 Lapisan Mitigasi Risiko Ini Ada di Amartha

Sebelum memulai pendanaan di dunia fintech, Anda harus mengetahui risiko dan keamanan yang dilakukan perusahaan tersebut. Hal ini dilakukan agar...

Perjalanan Hidup Menjadi Single Parent

Perjalanan hidup menjadi single parent, sebagai seorang ayah dari seorang putri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya disaat mengikat janji dengan pasangan, selalu terucap...

Semua yang Saya Raih Ini Karena Amartha

“Tolong Amartha dijaga sebaik mungkin agar ibu-ibu lain yang belum bisa bangkit bisa terbantu.” Begitu kata Pariyah saat tim Amartha bertemu di rumahnya, desa Randusari,...