4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi Kripto

0
665

Investasi kripto kini menjadi investasi yang paling banyak dibicarakan oleh masyarakat. Apalagi, mulai diakuinya aset kripto oleh berbagai perusahaan atau institusi besar membuat semakin banyak orang percaya untuk menempatkan dananya.

Investasi aset kripto adalah aset digital yang digunakan untuk bertransaksi dalam jaringan virtual internet. Berbeda dengan mata uang konvensional yang bersifat terpusat, aset digital ini justru bersifat desentralisasi.

Dalam kegiatan operasionalnya, transaksi aset kripto berjalan peer-to-peer (P2P). Artinya, seluruh kegiatan pembelian maupun pembayaran berjalan langsung dari pengirim ke penerima. Kegiatan transaksi aset kripto juga bersifat transparan karena seluruh riwayatnya akan dicatat dan dipantau oleh node dalam sistem jaringan blockchain.

Ada ribuan aset kripto di dunia. Tidak seluruhnya memiliki fundamental yang baik untuk dijadikan sebagai pilihan investasi. Di Indonesia, Bappebti hanya melegalkan 229 jenis aset kripto saja seperti Bitcoin, Litecoin, Ethereum, Ripple dan lainnya.

Jumlah saat ini beredar di seluruh penjuru dunia dan diperkirakan akan terus menambah. Pertambahan itu tentu tak luput dari meningkatnya keinginan pengguna untuk investasi kripto. Pasalnya, investasi di dompet aset kripto ternyata memiliki tingkat bunga yang jauh lebih menarik dibandingkan bank.

Meski punya bunga yang cenderung tinggi, nyatanya kegiatan investasi di aset kripto memiliki risikonya tersendiri, seperti volatilitas harga dan likuiditas. Karena itu, sebaiknya perhatikan 4 hal berikut ini sebelum memutuskan untuk investasi kripto.

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Investasi Kripto

1. Fundamental Investasi Kripto

Sebelum memulai investasi kripto, ada baiknya kamu mempelajari dan memahami betul jenis aset kripto yang beredar di pasaran. Cari tahu alasan aset kripto tersebut dibuat, bagaimana cara aset tersebut bekerja, apa kegunaannya, apa visinya, dan bagaimana perkembangannya di masa mendatang.

Dengan memahami betul fundamental aset kripto, kamu dapat meminimalisasi kemungkinan ‘terjebak’ dalam koin-koin yang tidak menguntungkan. Sebagai langkah awal, kamu bisa mulai investasi kripto menggunakan cryptocurrency yang berada di daftar 10 besar CoinMarketCap.

Biasanya 10 besar aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di pasar akan memiliki tingkat ketersediaan lebih tinggi. Sehingga, aset-aset tersebut mudah ditemukan di berbagai platform exchange. Likuiditas kesepuluh aset ini juga tak perlu diragukan. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan mengalami kesulitan ketika melakukan jual beli di market.

2. Pastikan Strategi Investasimu Selama Ini Sudah Sesuai

Setiap investor tentu punya strategi investasinya masing-masing. Biasanya, strategi ini dilakukan untuk menurunkan profil risikomu. Jadi, apabila strategi investasimu selama ini memang berfokus pada jangka panjang, maka investasi kripto bisa menjadi pilihan yang baik untukmu.

Sebab, layaknya investasi pada umumnya, investasi kripto memiliki efek bunga majemuk. Lain halnya jika kamu tim memilih investasi jangka pendek, mungkin ada baiknya mempertimbangkan ulang untuk investasi kripto.

3. Pilih Platform Exchange yang Legalitasnya Terjamin

Sebelum memutuskan investasi kripto, sebaiknya kamu memilih platform exchange yang tepat. Sudah seharusnya, kamu memilih platform exchange yang teregulasi. Hal ini penting dan bahkan wajib dilakukan demi memastikan keamanan dari aset kripto yang nanti akan kamu beli.

Jika investasi kripto di Indonesia, maka pastikan platform yang kamu gunakan legal dan teregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan Kominfo.

Sementara itu, jika berencana investasi kripto di negara lain, kamu bisa menyesuaikan pilihan dengan regulasi yang ada pada negara tersebut.   

Baca Juga: Sedang Populer, Ini Kata OJK Tentang Investasi Aset Kripto

4. Persepsimu Tentang Investasi Kripto

Hal terakhir ini datang dari dirimu sendiri. Sebab, ini menyangkut konsistensi kamu dalam investasi kripto. Apabila kamu yakin dengan masa depan aset kripto, maka menahannya (dan mengakumulasi kepemilikannya) dengan investasi kripto adalah langkah yang tepat.

Asal, aset kripto yang kamu simpan pun memiliki nilai fundamental dan kegunaan yang cukup jelas, seperti Bitcoin dan Ethereum. Secara umum, selama ini para analis menilai faktor harga Bitcoin berada di sisi permintaan dan penawaran berdasarkan suplai Bitcoin yang terbatas, yakni 21 juta keping. Makanya, aset kripto ini cocok sebagai aset pelindung kekayaan.

Sementara itu, nilai guna Ethereum terletak pada manfaatnya sebagai nilai tukar di jaringan Ethereum dan DeFi. Sehingga, faktor pendukung harga Ethereum ke depan akan terletak pada pembaruan jaringan serta perkembangan adopsi teknologi DeFi di masa depan.

Pada dasarnya, sama seperti mata uang dalam bentuk nyata, investasi kripto juga membawa keuntungan yang menarik. Kamu bisa mendapatkan manfaat berupa capital gain dari selisih harga jual dan beli aset. Well, keputusan investasi kripto ataupun memilih produk investasi lainnya tentunya tetap tergantung pada keputusanmu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here