/

Fintech Peer to Peer Lending Semakin Diminati di Indonesia

Fintech Peer to Peer lending semakin diminati di Indonesia. Sejak kemunculannya pada 2015 di Indonesia, p2p lending mulai bertumbuh termasuk Amartha. Amartha bertansformasi dari lembaga keuangan mikro menjadi p2p lending pada akhir 2015. 

Kemunculan p2p lending memberikan nafas baru bagi pelaku usaha yang sulit mendapatkan pinjaman. Amartha menyalurkan pendanaan kepada ribuan pelaku usaha mikro perempuan di desa. Mereka adalah masyarakat desa yang sulit mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional. Dengan pendekatan teknologi keuangan, Amartha berhasil menjangkau para pelaku usaha mikro perempuan di desa.

Dari hasil data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni 2019 tercatat beberapa kenaikan dari dana yang tersalurkan hingga bertambahnya perusahaan fintech lending yang terdaftar. Apa saja? Berikut empat pertumbuhan fintech P2P lending di Indonesia.

Dana yang Tersalurkan

Dana pinjaman yang telah disalurkan oleh fintech P2P lending sebesar Rp 44,8 triliun. Padahal, pada Desember 2018, dana yang disalurkan sebesar Rp 22,66 triliun.

Kenaikan Penerima Pinjaman

Kenaikan penerima pinjaman juga bertambah dari 4,35 juta peminjam pada 2018 menjadi 9,74 juta rekening pada paruh pertama 2019. 

Kenaikan Pemberi Pinjaman

Pemberi pinjaman mencapai 498.824 rekening pada Juni 2019. Padahal, pada 2018, sebanyak 207.507 pemberi pinjaman..

Perusahaan Fintech Lending Semakin Bertambah

 Ada 113 perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar dan diawasi oleh OJK. Meski begitu, baru ada tujuh  perusahaan lending yang mendapatkan izin usaha dari OJK termasuk Amartha. 

Please follow and like us:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FACEBOOK
FACEBOOK
LINKEDIN
%d bloggers like this: