Fenomena Citayam Fashion Week, Pro Kontra Hingga Diliput Media Jepang

0
1484
Ilustrasi fashion week. sumber: www.freepik.com
Ilustrasi fashion week. sumber: www.freepik.com

Fenomena Citayam Fashion Week hingga kini tak henti-hentinya menuai sorotan publik. Kegiatan para remaja yang awalnya cuma nongkrong di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat kini beralih menjadi sarana untuk unjuk gigi kreativitas dan adu fashion. Remaja asal Citayam, Bojonggede dan Depok disebut meramaikan kawasan di Sudirman Jakarta Pusat dengan busana yang nyentrik layaknya peragaan busana.

Para remaja Citayam Fashion Week memanfaatkan media sosial untuk menjadi populer terkenal hingga mendapatkan uang. Akhirnya melahirkan banyak seleb Instagram dan seleb TikTok seperti Jeje, Bonge, Kurma, dan juga Roy setelah viralnya fenomena ini.

Terkenal Hingga Mancanegara, Bagaimana Pandangan Sosiolog Tentang Hal Ini?

Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari, S.Sos, . M.Si, memberikan tanggapannya terkait Citayam Fashion Week. Menurutnya, fenomena ini adalah hal yang wajar terjadi, didasari pada naluri manusia untuk bersosialisasi dan membentuk kelompok sesuai karakteristik dan tujuan tertentu

Salah satu contohnya adalah fenomena Citayam Fashion Week ini, di mana para anak muda yang memiliki ketertarikan atau kreativitas di bidang fashion untuk mengungkapkan jati diri mereka.

Pro dan Kontra Citayam Fashion Week

Tidak dapat dipungkiri jika sebuah fenomena pasti selalu memiliki dampak baik ataupun buruk dalam lingkungan atau kemasyarakatan. Sama seperti Citayam Fashion Week, kepopuleran tersebut menuai banyak pro dan kontra.

Pro:

  • Sebagian masyarakat mengapresiasi cara kreatif para remaja mengekspresikan diri melalui fashion.
  • Keberadaan para remaja ini turut meningkatkan penghasilan bagi para UMKM seperti pedagang makanan di pinggir jalan yang berada di sekitar Sudirman.
  • Memberikan pandangan berbeda, jika fashion yang selama ini identik dengan kalangan atas, ternyata juga bisa dilakukan oleh kalangan menengah ke bawah.
  • Komunitas yang dikenal secara positif tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia Internasional. Diliput oleh surat kabar Jepang, Tokyo Fashion, yang melihat fenomena ini mirip dengan Harajuku di Jepang.

Kontra:

  • Beberapa masyarakat menilai bahwa aksi anak muda tersebut mengganggu dan membuat kumuh kawasan Sudirman.
  • Dampak negatif dengan ditemukannya sikap buang sampah sembarangan, cara berpakaian yang dinilai terlalu terbuka serta budaya percintaan yang dinilai kurang etis.
  • Bahkan beberapa diantara mereka juga mengaku sudah tidak melanjutkan sekolah.

Oleh karena itu, pemerintah sudah berusaha untuk melakukan pengurangan dampak negatif. Yakni dengan perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak, terutama pemerintah. Misalnya dengan pemberian edukasi, mengarahkan, dan mendampingi kepada para remaja agar komunitas ini tetap berlangsung namun dengan mengurangi dampak buruk.

Baca Juga: 7 Cara Agar Video TikTok FYP dan Viral

Nama Besar dan Artis Ikut Meramaikan Citayam Fashion Week

Sebut saja top model asal Indonesia yang sudah go international, Paula Verhoeven, yang juga mampir untuk mencicipi atmosfer melenggang di catwalk Citayam Fashion Week. Serta nama artis lain seperti penyanyi Yuni Shara, Ivan Gunawan, Ria Ricis, model kembar Valerie dan Veronica dari ajang Asia’s Next Top Model (AsNTM) cycle 5 dan masih banyak lagi yang ikut meramaikan fenomena Citayam Fashion Week ini.

Selain dari kalangan artis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Tamu dari Eropa juga melakukan “Catwalk”, melenggangkan kaki di lokasi penyebrangan jalan tersebut.

Tidak sendirian, Anies juga ditemani Wakil Presiden Bank Investasi Eropa Kris Peeters dan sejumlah tamu dari benua biru lainnya di penyebrangan jalan tersebut. Momen tersebut ditangkap kamera usai Anies beserta sejumlah tamunya itu menyelesaikan pertemuan terkait dengan investasi dalam pembiayaan pembangunan transportasi Jakarta khususnya Moda Raya Terpadu (MRT).

Penawaran Beasiswa untuk Anak Muda Citayam Fashion Week

Fenomena Citayam Fashion Week mendapat apresiasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno dengan pemberian beasiswa.

Beasiswa ini berupa tawaran kerjasama peningkatan keterampilan membuat konten kreatif, seperti membuat podcast, konten video dan sebagainya. Dalam upaya untuk up skilling, re-skilling dan new skilling, ujarnya melalui sebuah media beberapa waktu lalu.

Lewat beasiswa ini, Sandiaga berharap semakin banyak anak muda yang mampu menaikan kapasitasnya, tidak hanya sekedar viral atau tren semata, tapi bisa punya skill dan kemampuan yang lebih diasah dan diperhitungkan. Adapun program beasiswa ini setara dengan program pengembangan untuk para santri, yakni Santri Digital Entrepreneur.

Gandeng Remaja Citayam untuk Konten Kebersihan

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menunjuk sosok viral media sosial, Jasmine Latika atau Jeje “Slebew” untuk membuat konten edukasi kebersihan di Dukuh Atas, Jakarta. Jeje dinilai punya pengaruh sebagai sosok yang tengah ramai di media sosial untuk membantu menyuarakan hal baik ini.

Selain menggandeng Jeje, DLH DKI juga mengajak teman pria Jeje, yakni Bonge yang berasal dari Bojonggede untuk bersama membuat konten edukasi kebersihan dan ketertiban di kawasan “SCBD”.

Nah, kalau kamu sudah coba merasakan atmosfer Citayam Fashion Week belum? apa pendapatmu tentang fenomena yang sedang viral ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here