Dukung Ekonomi Perempuan dengan UMKM dan Pendidikan

0
69

Indonesia Business Council for Sustainable Development bersama Amartha menggelar Webinar bertajuk “Empowering Women’s Economic” pada Kamis, 16 Desember 2021 secara virtual. Acara ini diselenggarakan dalam rangka Hari Ibu ini bertujuan untuk mendorong peran pemberdayaan perempuan melalui UMKM dan pendidikan.

Dalam sambutannya, Presiden IBCSD, Shinta W. Kamdani “Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember tidak hanya dimaknai sebagai hari istimewa untuk memberikan penghargaan kepada kaum perempuan yang selama telah berjasa di dalam mengurus rumah tangga dan keluarga. Namun juga seharusnya menjadi momen untuk mendorong peran perempuan dalam pembangunan dan perekonomian. Ketika perempuan berdaya ia mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Sehingga ia tak hanya memberikan kehidupan bagi keluarganya tetapi juga memberikan dampak pada perekonomian global.”

Sejalan dengan sambutan tersebut, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eni Widiyanti menyampaikan bahwa “Menurut Laporan Global Gender Gap World Economic Forum Tahun 2021, saat ini Indonesia menempati peringkat 101 dari 156 negara. Hal ini mengindikasikan bahwa ketimpangan gender di Indonesia masih tinggi dan masih ada hambatan untuk perempuan Indonesia mendapatkan hak-haknya.

Dari setengah populasi perempuan Indonesia, 102,3 jutanya merupakan perempuan berusia produktif. Namun dari data kami, ditemukan bahwa ada 57,4% perempuan yang awalnya bekerja harus keluar dari pekerjaannya karena bebas mengurus rumah tangga. Hal inilah yang perlu diperhatikan, agar ada program yang dapat membuat perempuan ini mampu berdaya dan keluar dari tingkat kemiskinan.”

Eni menyebutkan sebagai salah satu Prioritas KPPPA, program Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam UMKM masih memiliki beberapa permasalahan. Hal ini dapat menjadi peluang kerjasama multisektor seperti kerjasama kemitraan UMKM, akses pembiayaan UMKM dan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan usahanya. Untuk itu saat ini KemenPPPA telah membuat konsep pelatihan kewirausahaan berperspektif gender untuk mewujudkan perempuan berdaya, anak terlindungi dan Indonesia maju. 

Untuk itulah Amartha, fintech pioneer peer-to-peer lending hadir dengan intervensi spesial untuk membantu mengatasi kesenjangan pemberdayaan perempuan khususnya di sektor ekonomi dengan strategi inklusi keuangan dalam bentuk modal kerja serta pendampingan 

“Melalui platform Amartha menghubungkan pendana dari publik dan perbankan yang ingin membantu pengusaha mikro perempuan di pedesaan. Dengan bergotong royong, ibu-ibu ini dapat mandiri serta memberikan kesejahteraan bagi keluarganya. Selain itu Amartha juga melakukan pendampingan dalam mengadopsi literasi digital agar lebih cakap digital. Kedepannya perkembangan antara inklusi keuangan tidak bisa terlepas dari literasi digital sehingga boleh terpisah agar tidak tercipta kesenjangan baru.” Kata Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto. 

Deputi Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan “Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Politik merupakan aspek penting dalam aktualisasi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi pendidikan perempuan maka semakin tinggi partisipasinya dalam angkatan kerja. Dengan kepercayaan diri ini ia mampu menghasilkan generasi lebih baik dan berkualitas. Tentunya hal ini didukung dengan adanya akses fasilitas layak di pekerjaan formal, pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis kewirausahaan dan dorongan peningkatan pendidikan. Sehingga fenomena stigma Glass Ceiling dan Sticky Floor dalam dunia kerja tidak lagi menjadi hambatan perempuan mengeksplorasi dirinya sebagai aset pembangunan negara.”

Dalam mendukung pemberdayaan perempuan, pada sesi webinar Melanie Masriel, Communication, Public Affairs and Sustainability Director L’Oreal Indonesia turut membagikan best practices program berkelanjutan mereka seperti Beauty for Better Life yang memberikan pelatihan kejuruan tata rias dan tata rambut, beasiswa L’Oreal-UNESCO Women in Science, solidarity sourcing dan STANDUP melawan pelecehan perempuan di publik yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan taraf hidup perempuan serta mendorong lebih banyak perempuan bekerja di bidang sains dan teknologi.

Perempuan menghadapi beberapa tantangan dalam mencapai kemandirian. Hambatan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh standar sosial atau norma gender, tetapi juga oleh pendidikan dan akses ke pengetahuan. Beberapa program pemerintah dan industri telah dibentuk untuk menjamin bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka dan mendorong kesetaraan gender. Sehingga mereka dapat berkontribusi untuk keluarga dan pembangunan negara.

Dengan adanya webinar Empowering Women’s Economic yang bekerjasama dengan Amartha, IBCSD berharap dapat dapat menstimulasi kolaborasi para pihak untuk pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Lihat kembali diskusinya di sini: Webinar Empowering Women’s Economic 

Untuk video webinar lebih lanjut, silakan akses https://rebrand.ly/WebinarEWE2021

Untuk mendownload materinya silahkan melalui https://rebrand.ly/MateriEWE2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here